Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Irmawartini; Promotor: Bambang Wispriyono; Ko Promotor: Ririn Arminsih Wulandari, I Made Djaja; Penguji: Tris Eryando, Dian Ayubi, Budi Hartono, Dede Anwar Musadad, Elanda Fikri
Abstrak:
Limbah medis yang dihasilkan di puskesmas harus dikelola sesuai persyaratan agar tidak menularkan penyakit dan mencemari lingkungan. Kinerja penanganan limbah medis perlu mendapatkan perhatian. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan instrumen indikator kinerja penanganan limbah medis di puskesmas Pendekatan studi merupakan gabungan, yaitu kualitatif untuk menemukan indikator kinerja dan kuantitatif untuk menguji validitas, reliabilitas dan kualitas instrumen indikator kinerja. Sampel sebanyak 70 puskesmas yang ada di Kota Bandung. Penelitian menghasilkan instrumen penilaian kinerja penanganan limbah medis di puskesmas yang terdiri dari 20 indikator, dengan validitas dan reliabilitas instrumen sudah memenuhi persyaratan. Ditemukan adanya korelasi positif antara input, proses dan output sebagai komponen yang membentuk indikator kinerja. Terungkap kinerja penanganan limbah medis di puskesmas Kota Bandung, paling banyak pada kategori cukup (60,0%. Kategori kinerja penanganan limbah medis berkategori baik paling banyak terdapat pada puskesmas dengan akreditasi Paripurna (100,0), Utama (66,7%) dan Madya (46,2%) serta puskesmas dengan layanan PONED (100,0%). Ditemukan adanya pengaruh aspek keuangan, aspek penyimpanan dan layanan PONED terhadap jumlah limbah medis yang dikelola. Diharapkan pihak pemerintah dapat menggunakan instrumen penilaian indikator kinerja untuk menilai, monitoring dan evaluasi kinerja penanganan limbah medis di puskesmas dan juga menjadi bagian dari akreditasi puskesmas
Read More
D-431
Depok : FKM-UI, 2021
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raissa Almira Khalsum; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Sutijan
Abstrak: Rumah sakit merupakan salah satu penyelenggara pelayanan kesehatan yang dalam kegiatan pelayanannya, menghasilkan sejumlah limbah yang diantaranya adalah limbah medis. Penelitian ini membahas pengelolaan limbah medis rumah sakit pada kondisi darurat pandemi viruskorona (COVID-19). Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui aspek yang akan diteliti meliputi karakteristik limbah medis (jenis, sumber, dan jumlah timbulan), aspek regulasi, aspek sumber daya (petugas pengelola, sarana dan prasarana, serta keuangan), dan aspek teknis (pemilahan, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, penguburan, penimbunan). Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif observatif. Data dan informasi yang digunakan berasal dari wawancara tiga institusi, observasi melalui data webinar, peraturan dan pedoman pengelolaan limbah, serta dokumen tahun 2019 hingga 2020 dari Instalasi Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kondisi darurat pandemi COVID-19 jumlah timbulan limbah nasional diperkirakan naik 30%, namun di RS Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto terjadi penurunan. Jenis dan sumber limbah yang dihasilkan paling banyak limbah infeksius seperti APD dan berasal dari unit perawatan rawat inap. Regulasi yang digunakan mengacu pada PermenLHK No. 56 Tahun 2015. Kapasitas pengolahan limbah di Indonesia masih kurang. Sarana dan prasarana yang digunakan sama dengan keadaan normal hanya ditambah desinfektan. Dana yang dibutuhkan untuk mengelola limbah ditanggung oleh setiap rumah sakit. Teknis pengelolaan limbah medis COVID-19 rumah sakit secara prinsip sama dengan pengelolaan limbah pada kondisi normal. Perbedaan pengelolaan limbah medis sebelum dan saat pandemi COVID-19 terdapat pada karakteristik limbah dan aspek sumber daya.
Kata kunci: COVID-19, Limbah Medis, Rumah Sakit

The hospital is one of the health service providers which in its service activities generates a number of wastes, including medical waste. This study discusses the management of hospital medical waste in a pandemic virus corona emergency (COVID-19). The purpose of this study is to find out aspects that will be examined include the characteristics of medical waste (type, source, and amount of generation), regulatory aspects, aspects of resources (management officers, facilities and infrastructure, and finance), and technical aspects (sorting, storage, transportation, processing, burial, landfill). This research method is a qualitative research with descriptive observational analysis. The data and information used came from interviews of three institutions, observations through webinar data, regulations and waste management guidelines, as well as documents from 2019 to 2020 from the Environmental Health Installation of the Presidential Hospital of Gatot Soebroto Hospital. The results of this study indicate that in an emergency condition the COVID-19 pandemic the number of national waste generation is estimated to increase by 30%, but in the Presidential Hospital of Gatot Soebroto Army Hospital there is a decrease. The types and sources of waste produced are most infectious waste such as PPE and are from inpatient care units. The regulation used refers to PermenLHK No. 56 of 2015. Waste treatment capacity in Indonesia is still lacking. The facilities and infrastructure used are the same as in normal conditions only with disinfectant added. The funds needed to manage waste are borne by each hospital. Technical management of hospital medical waste of COVID-19 is in principle the same as waste management under normal conditions. Differences in management of medical waste before and during the COVID-19 pandemic are in the characteristics of waste and resource aspects.
Key words: COVID-19, Hospital, Medical Waste
Read More
S-10493
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayudian Rovi`ah Burano; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Zakianis, Sofwan, Beben Saiful Bahri
Abstrak: Limbah rumah sakit dihasilkan dari aktivitas pelayanan kesehatan, yang mana salah satu limbahnya berupa limbah medis padat. Apabila limbah medis padat rumah sakit tidak dikelola dengan baik, maka limbah tersebut dapat berubah menjadi salah satu sumber risiko penularan penyakit. Namun, masih terdapat rumah sakit yang belum melaksanakan pengelolaan limbah medis padat sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan pada Permen LH No 56 tahun 2015 dan permenkes No 7 tahun 2019 dimana limbah medis padat rumah sakit harus dikelola secara 100% sehingga hal ini menjadi alasan utama penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan rumah sakit pada setiap kelas A, B, C, dan D baik milik pemerintah maupun swasta dalam pengelolaan limbah medis padat rumah sakit. Penelitian ini menggunakan data hasil pelaksanaan e-monev tahun 2019, yakni 229 rumah sakit yang melapor di bulan Oktober - Desember
Read More
T-6106
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Della Amanda Andika Putri; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Al Asyary, Sofwan
Abstrak: Dalam rangka melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat dari dampak timbulan limbah padat B3, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepatuhan pengelolaan limbah padat B3 pada rumah sakit di Indonesia pada saat sebelum dan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan terhadap 343 rumah sakit di Indonesia dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Sikelim (Sistem Informasi Kelola Limbah Medis) milik Kemenkes RI. Data akan dianalisis menggunakan uji chi-square, mann whitney, dan regresi logistik model determinan.
Read More
S-10611
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atikah Nadiah Syafei; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Kusnoputranto, Budi Hartono
Abstrak:

Latar Belakang: Pengelolaan limbah medis di Indonesia menghadapi banyak tantangan. Tantangan tersebut berupa regulasi, daya tampung pengolahan, sinkronisasi antar lembaga, peran pemerintah daerah, sarana prasarana yang belum mencukupi, sumber daya manusia yang belum mumpuni, masalah perizinan, serta pembiayaan. Provinsi Banten mengalami kenaikan timbulan limbah medis. Data menunjukkan limbah medis di Provinsi Banten sebanyak 228,06 ton pada Maret 2021, dan kenaikan tersebut meningkat mencapai 591,78 ton pada 27 Juli 2021. Pandemi yang terjadi di akhir tahun 2019 hingga sekarang, menimbulkan peningkatan timbulan limbah medis secara signifikan. Hal ini menciptakan tantangan tambahan pada manajemen pengelolaan limbah medis di negara berkembang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan limbah medis B3 Covid-19 pada rumah sakit di Kota Tangerang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian kualitatif untuk mencari tahu gambaran pengelolaan limbah B3 Rumah Sakit di Kota Tangerang dan penelitian kuantitatif untuk menghitung jumlah timbulan limbah medis yang dihasilkan dari rumah sakit Hasil: Limbah medis yang dihasilkan dari aktivitas pasien Covid-19 dan pasien biasa pada pandemi Covid-19 diperlakukan seperti limbah Covid-19. Timbulan limbah medis yang dihasilkan dari RS A dan B sebanyak 3,19 kg/tempat tidur/hari dan 3,16 kg/tempat tidur/hari. Alur pengelolaan limbah medis B3 Covid-19 yang dilakukan oleh RS A dan RS B dimulai dari pemisahan yang dilakukan pada sumbernya, pewadahan, pengangkutan, penyimpanan, dan pengangkutan menuju pihak ke 3. Sarana prasarana pengelolaan limbah rumah sakit sudah tersedia cukup baik sesuai dengan syarat Permenkes No.18 Tahun 2020. Sejauh ini, belum adanya rencana terkait antisipasi pengelolaan limbah medis apabila timbulan limbah medis membludak yang disiapkan oleh pemerintah. Dalam hal pengangkutan limbah oleh pihak ke 3, terdapat beberapa kali keterlambatan untuk waktu kedatangan ke rumah sakit untuk mengangkut limbah medis. Kesimpulan: Pengelolaan limbah medis B3 Covid-19 rumah sakit di Kota Tangerang saat ini terkontrol dengan baik.


 

Background: Medical waste management in Indonesia faces many challenges. These challenges are in the form of regulation, processing capacity, synchronization between institutions, the role of local governments, inadequate infrastructure, inadequate human resources, licensing problems, and financing. Banten Province experienced an increase in the generation of medical waste. Data shows that medical waste in Banten Province was 228.06 tons in March 2021, and the increase increased to 591.78 tons on July 27, 2021. The pandemic that occurred at the end of 2019 until now has resulted in a significant increase in the generation of medical waste. This creates additional challenges for medical waste management in developing countries. Objective: This study aims to describe the management of Covid-19 Hazardous medical waste in hospitals in Tangerang City. Methods: This research is quantitative and qualitative research with a descriptive approach. Qualitative research to find out the description of hospital Hazardous waste management in Tangerang City and quantitative research to calculate the amount of medical waste generated from hospitals Result: Medical waste generated from the activities of Covid-19 patients and ordinary patients during the Covid-19 pandemic is treated like Covid-19 waste. The medical waste generated from Hospitals A and B was 3.19 kg/bed/day and 3.16 kg/bed/day. The flow of hazardous Covid-19 medical waste management carried out by Hospital A and Hospital B starts from the separation carried out at the source, storage, transportation, storage, and transportation to third parties. Hospital waste management infrastructure facilities are already quite good in accordance with the requirements of Minister of Health Regulation No. 18 of 2020. So far, there is no plan related to anticipating medical waste management in the event of an overabundance of medical waste that has been prepared by the government. In the case of transporting waste by third parties, there are several delays in arrival time to the hospital for transporting medical waste. Conclusion: The management of hospital hazardous Covid-19 medical waste in Tangerang City is currently well controlled.

Read More
T-6584
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ari Purwohandoyo; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Suprijanto Rijadi, Muslina Handayani, Agusdini Banun
B-1735
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firman Joni; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Doni Hikmat Ramdhan, Radilah, Jati Berandini
Abstrak:

Rumah sakit memberikan pelayanan jasa kesehatan memiliki peranan penting dan strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Dampak negatif dari kegiatan pelayanan rumah sakit adalah menghasilkan limbah. Untuk dapat menerapkan pengelolaan dan monitoring limbah secara komprehensif dan tepat guna, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendekatan manajemen risiko yang diawali dengan identifikasi dan analisis risiko. Untuk mengetahui seberapa besar risiko yang terjadi pada pengelolaan limbah medis tajam, penulis mencoba untuk menganalisis tingkat risiko pada pengelolaan limbah medis tajam di Rumah Sakit TNI AL Dr. Mintohardjo. Hasil penelitian menunjukkan alat medis tajam yang paling banyak digunakan adalah spuit 62 %, sedangkan tingkat risiko pada pengelolaan limbah medis tajam berada pada level priority 3 – priority 1. Kata Kunci : Penilaian risiko, limbah medis, limbah medis tajam.


 

The hospital provides health services which have an important and strategic role in accelerating the improvement of public health level. The negative impact of the activities of hospital services is hazardous waste. To be able to implement management and monitoring of waste in a comprehensive and appropriate, an effort that can be done is through risk management approach that begins with the identification and risk analysis. To find out how big the risk that occurs in sharp medical waste management, the author tries to analyze the level of risk in sharp medical waste management at the Navy Hospital Dr. Mintohardjo. The results showed a sharp medical instrument is the most widely used syringes 62%, while the level of risk at the sharp medical waste management at the level of priority 3 - priority 1. Key words : Risk analysis, medical waste, sharps medical waste.

Read More
T-3459
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jeremia Haryanto; Pembibing: Budi Hartono; Penguji: Laila Fitria, Noni Chrissuda
Abstrak: Pelayanan rumah sakit menghasilkan limbah medis padat yang harus dikelola dengan baik dan komprehensif sejak limbah dihasilkan hingga dikelola di tempat pembuangan akhir. Berdasarkan pengamatan , masih ada petugas kebersihan di Rumah Sakit Harapan Depok yang masih ditemukan belum mengenakan APD lengkap dan masih ditemukan ceceran di sekitar jalur pengangkutan yang berarti pengelolaan limbah masih belum optimal dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi petugas dan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem pengelolaan limbah medis padat sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan 1204 tahun 2014. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pendekatan kualitatif dilakukan untuk menganalisis sistem pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit Harapan Depok yang terdiri dari Input, Proses , dan Rekomendasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada faktor input produksi limbah tergolong besar yaitu 15 kg/hari . Pada faktor proses mulai dari pewadahan , tercampur antara limbah medis dan non medis , rumah sakit juga belum memiliki troli yang layak untuk mengangkut limbah medis sehingga masih ada yang tercampur . Oleh karena itu pemilahan (pewadahan) limbah medis yang dimulai dari sumbernya, perilaku petugas dan penyediaan sarana limbah medis menjadi faktor penentu di dalam pengelolaan limbah medis
Read More
S-10050
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatimah Syakura; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Dyah Prabaningrum
Abstrak: Skripsi ini membahas cakupan pengelolaan limbah medis Covid-19 yang sesuai standar dari RS Rujukan Covid-19 di DKI Jakarta pada Tahun 2020 berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 Tahun 2015 dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 537 Tahun 2020. Peneliti ini juga menganalisis potensi optimalisasi pemanfaatan sarana prasarana dalam rangka percepatan pemusnahan limbah medis Covid-19 di DKI Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain studi ekologi yang menggunakan metode analisis spasial. Analisis spasial yang digunakan mencakup analisis overlay, analisis buffer, dan analisis vektor distance to nearest hub.
Read More
S-10612
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erina Julia; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Entin Kartini
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui aspek yang akan diteliti meliputi karakteristik limbah B3 medis, aspek regulasi, aspek sumber daya, dan aspek teknis (pemilahan, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, penguburan, dan penimbunan). Metode penelitian ini merupakan penelitian campuran atau mixed methods, kuantitatif dan kualitatif dengan analisis deskriptif. Data yang digunakan berasal dari wawancara dan dokumen serah terima limbah PT X bulan November 2020 hingga Juni 2021.
Read More
S-10607
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive