Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 84 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Astrina Aulia; Pembimbing: Meily Kurniawidjaja; Penguji: Dadan Erwandi, Indri Hapsari Susilowati, Raymos Hutapea, Wahyu Suprapti
Abstrak: Tujuan: Penelitian WHO telah menetapkan burnout sebagai fenomena kelelahan bekerja dan mengklasifikasikannya ke dalam penyakit internasional terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor psikososial dan kejadian Burnout pada perawat unit rawat jalan dan rawat inap di RS A.A. tahun 2019.
Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional untuk menganalisis hubungan faktor demografi (jenis kelamin, masa kerja, unit kerja dan status pernikahan) dan faktor psikososial (komitmen organisasi, gaya kepemimpinan, kepuasan kerja, dukungan sosial, kontrol kerja, beban kerja dan beban emosional) dengan kejadian burnout. Sampel terdiri dari 93 perawat rawat jalan dan rawat inap yang diambil dengan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Penelitian berlangsung dari bulan November hingga Desember 2019.
Hasil: Burnout pada perawat unit rawat jalan dan rawat inap sebesar 50,5%. Terdapat dua variabel yang berhubungan dengan burnout yaitu jenis kelamin (p = 0,04) dan beban kerja dengan (p = 0,005).
Simpulan: Hasil telitian mendapatkan laki-laki berisiko 3,8 kali mengalami burnout dibandingkan rekan kerjanya yang wanita. Diduga sebagai penyebabnya yaitu laki-laki jarang menyalurkan rasa stres mereka dan sulit untuk bersosialisasi atau terbuka ketika membicarakannya. Faktor psikososial hanya beban kerja berhubungan dengan burnout, di mana beban kerja berat sebagai faktor risiko.

Objectives
WHO has designated burnout as a phenomenon of work fatigue and classifies it into the
latest international disease. This study aims to determine psychosocial factors and the
incidence of burnout in outpatient and inpatient nurses at A.A. Hospital in 2019.
Methods
Quantitative research methods with cross sectional study design to analyze the
relationship between demographic factors (gender, years of service, work units and
marital status) and psychosocial factors (organizational commitment, leadership style, job
satisfaction, social support, work control, workload and emotional burden ) with a burnout
event. The sample consisted of 93 outpatient and inpatient nurses taken by the
Proportional Stratified Random Sampling technique. The research took place from
November to December 2019
Results
Burnout in outpatient and inpatient nurses by 50.5%. There are two variables related to
burnout, namely gender (p = 0.04) and workload with (p = 0.005).
Conclusions
The results of a study found that men had a risk of experiencing burnout 3.8 times
compared to their female colleagues. It is suspected that the cause is that men rarely
channel their stress and find it difficult to socialize or be open when talking about it.
Psychosocial factors only workload associated with burnout, where heavy workload is a
risk factor.
Read More
T-5854
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Awang Joko Purnomo; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Fatma Lestari, Mila Tejamaya, Samy Awaludin, Dody Hartawan
Abstrak: Sebagian besar perusahaan-perusahaan di berbagai industri yang mempunyai Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) mengimplementasikan Job Safety Analysis (JSA). Penelitian-penelitian merekomendasikan agar JSA harus mempunyai kualitas yang tinggi. Penyebab kecelakaan paling tinggi pada operasi pengeboran dan perawatan sumur minyak di PT XYZ berhubungan dengan kualitas JSA. Pada bulan Februari sampai Juli 2019 PT XYZ melakukan pelatihan analisis bahaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pelatihan yang diberikan kepada pemimpin kerja operasi perawatan sumur minyak di PT XYZ dalam meningkatkan kualitas JSA. Pelatihan dilakukan dengan jumlah peserta per sesi adalah 10-11 orang, interaktif di dalam kelas, materi merujuk pada prosedur internal PT XYZ tentang analisis bahaya, macro horizon dalam membuat JSA, dan positioning dari risk assessment dalam JSA dengan Risk Register. Peserta dilatih melakukan analisis bahaya sesuai dengan pekerjaan, termasuk mengidentifikasi bahaya, mengidentifikasi proteksi yang diperlukan, mengetahui peran dan tanggung jawab setiap pekerja, diskusi dua arah, praktik membuat JSA, dan mendiskusikannya. Data kualitas JSA diambil dengan observasi secara langsung di tempat pekerjaan dilakukan. Data kemampuan pemimpin kerja diambil dengan meminta mereka membuat JSA dari pekerjaan saat itu dengan diawasi oleh konsultan keselamatan yang ditunjuk oleh peneliti. Untuk menjaga standarisasi penilaian oleh konsultan keselamatan, tahapan yang dilakukan adalah perencanaan, pembekalan, pelaksanaan, dan evaluasi. Konsultan yang sama menilai JSA sebelum dan setelah pelatihan dengan judul sama. Pemimpin kerja yang dinilai sebelum dan setelah pelatihan adalah orang yang sama termasuk tim dan rignya. Hasil perhitungan SPC XL menunjukkan nilai-p (probabilitas kesalahan) dari Uji-t terhadap data sebelum dan setelah pelatihan sebesar 0,000 atau lebih kecil dari dari tingkat signifikansi yang ditetapkan oleh peneliti yaitu α=0,05 yang berarti hipotesis alternatif menyimpulkan terjadi perubahan mean yang signifikan. Dengan keyakinan lebih dari 99% telah terjadi perubahan mean yang signifikan karena (1-p) X 100 = 100 atau hampir 100. Skor pemimpin kerja setelah mendapatkan pelatihan menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum dilakukan. Skor rata-rata 75 orang pemimpin kerja sebelum pelatihan adalah 44,93 dan skor rata-rata setelah pelatihan mengalami kenaikan menjadi adalah 87,43.
Most companies in various industries that have Occupational Safety and Health Management Systems implement Job Safety Analysis (JSA). Studies recommend that JSA must has high quality. The highest cause of incidents in drilling and workover operations of PT XYZ was related to JSA quality. From February to July 2019, PT XYZ conducted hazard analysis trainings. This study was conducted to determine the effect of training provided for workover operations leaders at PT XYZ in improving the quality of JSA. Training was conducted with 10-11 participants, interactive in classroom, referred to PT XYZ's procedures on hazard analysis, macro horizon in making JSA, and positioning of risk assessment in JSA with the Risk Register. Participants were trained to do hazard analysis in accordance with work, including identifying hazards and safeguards, knowing roles and responsibilities of each worker, two-way discussion, practice to develop JSA, and discussion. JSA quality data was taken by direct observation at work area. Ability of work leaders data was taken by asking them to make JSA from current work, supervised by a safety consultant appointed by the researcher. To maintain the standardization of assessments by safety consultants, the steps taken were planning, briefing, implementation, and evaluation. The same consultant assessed JSA before and after training with the same title. Work leaders who were assessed before and after training are the same people including team and rig. The SPC XL calculation results show the p-value (probability of error) of the t-Test on data before and after training is 0,000 or smaller than the significance level set by the researcher of α = 0.05 which means that the alternative hypothesis concludes that there is a change in the mean significantly. With a confidence level more than 99%, there is a significant change in the mean because (1-p) X 100 = 100 or almost 100. The work leader's score after training shows higher than before. The average score of 76 work leaders before training was 44.93 and the average score after training increased to 87.43.
Read More
T-5996
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Sugiharto; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Estina Nainggolan, Wajong, Boy E.E.
B-1346
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diesty Eka Kurnia Wati; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Chandra Satrya, Delvi Yolanda
Abstrak: Bahaya psikososial kerja adalah salah satu bahaya yang ada di tempat kerja, namun karena sifatnya yang abstrak sehingga sulit untuk diidentifikasi. Dengan menggunakan referensi dan model-model stress kerja, kesulitan ini dapat teratasi. Dalam skripsi ini, penulis membahas persepsi bahaya psikososial di tempat kerja pada pekerja di bagian direct service PT.Trakindo Utama Cabang Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa perusahaan perlu lebih mensosialisasikan tentang bahaya psikososial kerja ini dengan memasukkan ke dalam program-program Safety Health Environment (SHE) yang telah berjalan, seperti training, IBPR, Family gathering, dan sebagainya. Hal ini penting untuk diperhatikan agar dampaknya dapat dicegah dan dikendalikan sedini mungkin, seperti meningkatnya angka absensi dan resign, timbulnya stress kerja, atau bahkan kecelakaan kerja.
Read More
S-5617
Depok : FKM UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Qurratul Aini, Sito Meiyanto, Andreas Meliala
JMPK Vol.07, No.04
Yogyakarta : UGM, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Yana; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Amila Megraini, Enie Rochaeni, Sumijatun
Abstrak: Tesis ini membahas tentang stres kerja serta faktor yang mempengaruhi stres kerjapada perawat IGD RSUD Pasar Rebo Tahun 2014. National Institute forOccupational Safety and Health (NIOSH) membagi faktor yang mempengaruhistres kerja menjadi faktor kondisi pekerjaan, non pekerjaan, individu dandukungan. Penelitian dilakukan pada 24 perawat IGD. Desain penelitian yangdigunakan adalah deskriptif observasional dengan metode cross sectional.
Padapenelitian ditemukan 45,8% perawat mengalami stres yang tinggi. Perbedaanproporsi terbesar ditemukan pada faktor individu (kepercayaan diri) dan dukungan(dukungan atasan). Hasil merekomendasikan perbaikan deskripsi kerja yang lebihjelas dan akurat serta pelatihan komunikasi terkait upaya manajemendalammengelola stres kerja.
This study discusses work stress and the factors that affect work stress amongnurses In Emergency Room in RSUD Pasar Rebo 2014. National Institute forOccupational Safety and Health (NIOSH)categorizes the factors that influencework stress, which are as job stressor, non-work, individual, and support factors.This study was conducted among 24 emergency room nurses at RSUD PasarRebo. Descriptive observational cross-sectional method was used in this study.
The results found that 45.8% of nurses experienced high stress. The largestproportionswere found in individual factor (self-esteem) and support (supervisorsupport). This study recommend improvements on clearer job descriptions andaccurate communication and training related to management efforts in managingwork stress.
Read More
B-1628
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ismail Batjun, Hari Kusnanto, Eko Nugroho
JMPK Vol.03, No.03
Yogyakarta : UGM, 2000
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosaline Darwis; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Doni Hikmat Ramdhan, Irawan Mayarni, Agung Surya
Abstrak:

ABSTRAK

Awak kapal feri mempunyai karakteristik kerja yang unik, jadwal kerja 24 jamterus menerus di kapal dengan libur hanya 3 hari sebulan, terpajan risiko kondisilingkungan kerja yang dapat menjadi penyebab timbulnya stres kerja. Stres kerjaawak kapal jika tidak ditanggulangi akan berpengaruh terhadap kesehatannya sertakeselamatan kapal dan penumpang. Tujuan penelitian adalah untuk memperolehgambaran faktor pekerjaan (job content-job context), yang berhubungan denganstres kerja pada awak kapal feri non perwira di pelabuhan Telaga Punggur.Metode yang digunakan adalah Cross Sectional Descriptive Research, pengukurandata menggunakan kuesioner, analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat.Dari hasil penelitian didapatkan 35 % responden mengalami stres kerja dan 65 %tidak mengalami stres kerja. Hasil uji statistik menunjukkan faktor yangmempunyai hubungan bermakna dengan stres kerja adalah kondisi lingkungankerja, dimana awak kapal yang mempunyai persepsi bahwa kondisi lingkungankerja di kapal berbahaya mempunyai peluang lebih besar mengalami stres kerjadibanding awak kapal yang menganggap lingkungan kerja di kapal tidakberbahaya.

ABSTRACT

The ferry's crew has a unique job characteristics, 24 hours work schedulecontinuously on the ship with only three days off a month, being exposed to the riskof working environment conditions that can cause an incidence of work stress.Work stress of the crew will have an effect on their health and also to the safety ofthe ship and its passengers. The purpose of the research was to gain an overview ofwork factors (job content-job context) related to work stress on the ferry crew inThe Telaga Punggur Port 2013. The method used is Cross Sectional DescriptiveResearch, measurement data using questionnaires, analysis of the data done byunivariate and bivariat. Research results obtained 35% of ferry crew experienced astressful job and 65% are not subjected to the stress of work. Results of statisticaltests indicate factor that have a meaningful relationship with work stress is acondition of the work environment, where the crew had the perception that theenvironmental conditions of work on board is harmfull has a chance of greaterstress than crew who consider the work environment on board is not harmfull.

Read More
T-4001
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yunita Fenilho; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Sutomo
Abstrak:
Kebanyakan studi tidak berfokus secara primer kepada strategi apa dan bagaimana yang dapat dilakukan untuk menurunkan turnover karyawan, melainkan fokus pada identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi turnover karyawan yang tinggi. Indeks GETO Rumah Sakit Nirlaba X Palembang tahun 2022 tercatat melebihi target (9,3%) dan patut menjadi perhatian yang perlu dipelajari lebih lanjut. Penelitian ini berangkat dari sebuah pendekatan positif, yakni berfokus primer untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi faktor-faktor links, fit, dan sacrifice masing-masing on-the-job (organizational) ataupun off-the-job (community) yang mempengaruhi job embeddedness karyawan unggul bertahan di Rumah Sakit Nirlaba X Palembang. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakan kuesioner yang melibatkan 88 orang karyawan unggul. Job embededdness karyawan unggul di Rumah Sakit Nirlaba X Palembang pada tahun 2024 kuat yakni 88,6%. Analisis univariat menunjukkan bahwa faktor on-the-job (organizational) mempengaruhi job embededdness secara positif, khususnya fit pada jaring-jaring nilai-nilai organisasi, relasi kerja, dan otoritas serta tanggung jawab yang diberikan organisasi. Analisis menggunakan chi square, faktor on-the-job (organizational) dan off-the-job (community) menunjukkan korelasi yang tidak bermakna terhadap job embededdness.

Previous literatures were not focused primarily on strategies lowering employee turnover, instead of identified factors that contribute in increasing employee turnovers industriously. Non-profit Hospital X Palembang rang up good employee turnover (GETO) at 9,8% in 2022 which brought deep concern for further explanation. This study was set forth with positive approach and designed to explore factors that contribute embedding good employee in hospital; on-the job (organizational) and off-the-job (community) factors. This study was designed in quantitative using modified job embededdness questionaire that involved 88 good employees. Job embededdness among good employee is strong (88,9%) in Non-profit Hospital X Palembang. Univariat analysis shows that on-the-job (organizational) factors have positive correlation with job embededdness, especially fit, which are on organization’s values, positive work relations, and authority was given to employee. Further, chi square analysis’s result indicates that there is no correlation each on-the-job (organizational) and off-the-job (community) factors to job embeddedness.
Read More
B-2456
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Noviandi Sayuti; Pembimbing; Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Yuli Prapancha Satar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara lingkungan kerja dankepuasan kerja dengan kinerja karyawan Instalasi Farmasi RSUD Dr. M. YunusBengkulu. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode cross sectionalmenggunakan kuesioner dan lembar penilaian oleh atasan. Penelitian dilakukan diInstalasi Farmasi RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu pada bulan April 2014 dengansampel berjumlah 64 orang. Analisis hubungan menggunakan uji somers'dgamma dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan lingkungan kerja fisikdan non fisik serta kepuasan kerja mempunyai hubungan signifikan dengankinerja karyawan. Instalasi Farmasi RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu harusmeningkatkan lingkungan kerja dan kepuasan kerja agar kinerja karyawanmeningkat.
This study aims to determine the relationship between the work environment andjob satisfaction and employee performance at the Hospital Pharmacy Dr. M.Yunus Bengkulu. This type of quantitative research with cross sectional methodusing questionnaires and assessment form by the supervisor. The study wasconducted at Hospital Pharmacy Dr. M. Yunus Bengkulu in April 2014, with asample totaling 64 employees. Analysis of the relationship using gammasomers'd test and logistic regression. The results showed the physical and nonphysical work environment and job satisfaction has a significant relationshipwith employee performance. The Hospital Pharmacy should improve the workenvironment and job satisfaction in order to increase employee performance.
Read More
B-1650
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive