Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 60 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muhammad Tommy Fathurahman; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Mufti Wirawan, Iqro Glentar
Abstrak:
Process Safety Management (PSM) merupakan salah satu pendekatan untuk melakukan pengendalian risiko terhadap high hazard process dengan cara mengurangi Loss Of Primary Containment (LOPC) dari material berbahaya pada sebuah proses yang dapat berpotensi menjadi major event. Sebagai cara untuk mengurangi Loss Of Primary Containment (LOPC) dapat dilakukan dengan pencatatan terhadap informasi Process Safety Events (PSEs). Informasi ini kemudian direkam melalui program Process Safety Management (PSM) dan dapat menjadi persyaratan sebuah industri untuk beroperasi. Kerangka kerja untuk keselamatan proses, dan pengembangan indikator kinerja utama, diilustrasikan dalam Piramida Keselamatan Proses dan dibagi menjadi 4 tier. Keempat level Piramida Keselamatan Proses dapat menghasilkan berbagai langkah untuk keselamatan proses. Namun, penting untuk memilih KPI yang sangat relevan yang dapat mengukur integritas langkah - langkah pengendalian risiko dan memberikan peringatan dini (early warning system) terhadap penurunan sistem atau kegagalan sistemik. Key Performance Indicator (KPI) untuk Tier 4 adalah sebagai leading indicator yang disusun untuk memantau realisasi dari suatu program yang telah direncanakan, pemenuhan compliance dari regulasi, monitoring dan pencatatan, maupun upaya-upaya penyelesaian atau corrective action dari rekomendasi-rekomendasi yang muncul terkait aktivitas dalam 14 elemen. Oleh karena itu, KPI Tier 4 umumnya adalah untuk mengukur kegiatan yang direncanakan dan tujuannya adalah mencapai penyelesaian 100%. Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa PT.X sudah memperhitungkan PSM dalam operasinya, akan tetapi masih banyak ruang untuk dikembangkan lagi karena masih adanya hasil perhitungan beberapa elemen yang tergolong buruk. Kekurangan ini disebabkan karena kurangnya pemahaman terkait PSM baik dari top management hingga operator.

Process Safety Management (PSM) is one approach to controlling risk to the high hazard process by reducing the Loss Of Primary Containment (LOPC) of hazardous materials in a process that could potentially become a major event. As a way to reduce Loss Of Primary Containment (LOPC), it can be done by recording Process Safety Events (PSEs) information. This information is then recorded through the Process Safety Management (PSM) program and can become a requirement for an industry to operate. The framework for process safety, and the development of key performance indicators, is illustrated in the Process Safety Pyramid and is divided into 4 tiers. The four levels of the Process Safety Pyramid can provide various steps for process safety. However, it is important to choose highly relevant KPIs that can measure the integrity of risk control measures and provide an early warning system against system failures or systemic failures. Key Performance Indicator (KPI) for Tier 4 is a leading indicator designed to monitor the realization of a planned program, fulfillment of regulatory compliance, monitoring and recording, as well as efforts to resolve or corrective actions from recommendations that arise related to activities. in 14 elements. Therefore, a Tier 4 KPI is generally for measuring planned activities and the goal is to achieve 100% completion. In addition, Tier 4 indicators can also be used as an internal company tool for reporting and measuring the performance of each operating unit that needs to be continuously developed and adjusted to the actual conditions in the company (API 754). Based on the research that has been done, it can be concluded that PT.X has taken into account PSM in its operations, but there is still a lot of room for further development because there are still the results of calculating some elements that are classified as bad. This deficiency is caused by a lack of understanding regarding PSM from top management to operators.

Read More
T-5919
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Marhaeni Diah Herawati
JMPK Vol.11, No.04
Yogyakarta : FK UGM, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dedi Chandra; Pembimbing: Zulkifli Djunaedi; Penguji: Mufti Wirawan, Indri Hapsari Susilowati, Dimas Brilliant Sunarno, Robertus Wisnu Wijaya
Abstrak: Secara umum industri petrokimia merupakan industri dengan tingkat potensi bahaya kecelakaan proses sangat berbahaya bagi para pekerja, masyarakat dan lingkungan sekitar. PT. XYZ sebagai perusahaan produsen Pupuk Urea (NH₂)₂CO merupakan salah satu pabrik petrokimia di Indonesia dimana dalam menjalankan proses bisnis PT XYZ tidak terlepas dari berbagai ancaman risiko bahaya proses yang tinggi baik dari hulu (proses pengolahan bahan baku gas alam menjadi bahan baku setengah jadi) hingga hilir (proses produksi Pupuk). Maka dari itu dibutuhkan suatu sistem manajemen khusus untuk mengidentifikasi, mitigasi, mengendalikan hingga merepson bahaya dari semua aktifitas maupun proses produkti di tempat kerja. Process Safety Management (PSM) merupakan suatu sistem manajemen keselamatan berbasis proses proaktif dalam mengidentifikasi, mitigasi, mengendalikan serta merespon bahaya dari semua aktifitas ataupun proses produksi di tempat kerja yang banyak digunakan industry petrokimia yang diimplementasikan PT XYZ di salah satu pabriknya yaitu pabrik 2B. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tingkat maturitas penerapan PSM pada pabrik 2B PT XYZ yang terdiri dari 14 elemen yaitu Process Safety Information (PSI), Process Hazard Analysis (PHA), Operating Procedure (OP), Employee Participation (EP), Training (TRA), Contractor (CTR), Pre Startup Safety Review (PSSR), Mechanical Integrity (MI), Permit To Work (PTW), Management Of Change (MOC), Incident Investigation (II), Emergency Response and Planning (ERP), Compliance Audit (CA), dan Trade Secret (TS) dimana tingkat maturitas penerapan PSM penting bagi organisasi agar dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dari setiap elemen yang telah mereka terapkan agar dapat mengidentifikasi dan menetapkan tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penerapan elemen PSM sehingga dapat menurunkan potensi kecelakaan proses. Dalam melakukan penilaian tingkat maturitas PSM penelitian menggunakan metode mix methode analisis deskriptif semi kualitatif dengan melakukan pendekatan sumber informasi kunci yang diperoleh melalui kuesioner, wawancara, observasi lapangan dan tinjauan dokumen perusahaan dengan jumlah sample 93 orang. Hasil penelitian didapatkan penilaian terhadap 14 elemen PSM di pabrik 2B PT XYZ berada pada commited to excellence dimana dari 14 elemen tersebut hanya terdapat 4 elemen berada pada level compliant.
Commonly, petrochemical industry is the type of industry with a high level of potential process accident hazards that can affect workers, the community and the surrounding environment. PT. XYZ as a producer of Urea Fertilizer (NH₂)₂CO is one of the petrochemical industry in Indonesia and their business processes cannot be separated from upstream process hazards (processing natural gas raw materials into semi-finished raw materials) to downstream process hazards (fertilizer production process). Therefore, a special management system is needed to identify, mitigate, control and respond to hazards from all products and processes activity in the workplace. Process Safety Management (PSM) is a proactive process-based safety management system in identifying, mitigating, controlling and responding to hazards from all activities or production processes in the workplace that are widely used by the petrochemical industry which is implemented by PT XYZ in one of its factories, it?s 2B plants. The purpose of this study is to analyze the maturity level of PSM implementation at PT XYZ's 2B plants which consists of 14 elements, namely Process Safety Information (PSI), Process Hazard Analysis (PHA), Operating Procedure (OP), Employee Participation (EP), Training (TRA). ), Contractor (CTR), Pre Startup Safety Review (PSSR), Mechanical Integrity (MI), Permit To Work (PTW), Management Of Change (MOC), Incident Investigation (II), Emergency Response and Planning (ERP), Compliance Audit (CA), and Trade Secret (TS) where the maturity level of PSM implementation is to be able to identify the advantages and disadvantages of each element implemented in order to identify and determine actions that can be taken to improve the implementation of PSM elements so as to reduce the potential for the accident process. In conducting research to assess PSM implementation maturity level, the research uses a mixed method of semi-qualitative descriptive analysis by approaching the sources of information obtained through questionnaires, interviews, and observations field and research company documents with a sample of 93 people. The results of the assessment research on 14 PSM elements at PT XYZ's 2B factory are committed to excellence where from these 14 elements there are only 4 elements at the compliant level.
Read More
T-6494
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Septo Pawelas Arso; Promotor: Amal Chalik Sjaaf; Kopromotor: Anhari Achadi; Penguji: Purnawan Junadi, Mardiati Nadjib, Dumilah Ayuningtyas, Pujiyanto, Agus Suwandono, Sudiro, Slamet Riyadi Yuwono
Abstrak: Desertasi ini membahas tentang aplikasi metode AHP dalam pengembangan CSF kinerja rumah sakit daerah dalam penerapan PPK BLUD. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif (mix method) yang mengidentifikasi CSF dan melakukan prioritasi dengan metode AHP pada level manajerial. Hasil penelitian mendapatkan 5 CSF yaitu kepemimpinan, strategi bisnis, pengembangan SDM, pengembangan sumber daya dan pelayanan. Diketahuii terdapat perbedaan penilaian prioritas dan konsensus antara level direksi, manajer dan pelaksana. Hal ini menunjukkan konsep BLUD kurang dipahami oleh personel rumah sakit daerah di berbagai levelnya. Pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi dan koordinasi untuk meningkatkan penerapan PPK BLUD baik di internal RSUD maupun dengan institusi terkait. Direksi RSUD melakukan refreshing kemampuan berpikir strategis dan teknis tata kelola operasional RSUD serta optimalisasi fungsi pengawasan.
Kata kunci: BLUD, Critical Success Factor, Analytic Hierarchy Process

This dissertation discusses the application of AHP method in developing CSF of local hospital performance in applying PPK BLUD. This research is a qualitative and quantitative research (mix method) that identifies CSF and prioritizes by AHP method at managerial levels. The results obtained 5 CSF are leadership, business strategy, human resource development, resource development and service. It is known that there are differences in priority and consensus assessment between the level of directors, managers and operators. This reveals that the BLUD concept is poorly understood by regional hospital personnel at various levels. Local governments need to conduct evaluation and coordination to improve the implementation of PPK BLUD both in internal hospitals and with related institutions. Directors of RSUD hold refreshing strategic thinking and technical skills of operational governance of district hospital and optimization of supervisory function.
Key words: BLUD, Critical Success Factor, Analytic Hierarchy Process
Read More
D-380
Depok : FKM UI, 2018
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fini Fajrini: Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Kusdinar Achmad, Lussy Messiana, Mohammad Ihsan Ramdani
Abstrak:
Setiap wanita menginginkan persalinannya berjalan lancar dan dapat melahirkan bayi dengan sempurna. Persalinan bisa berjalan secara normal, namun sekarang tidak jarang dilakukan dengan Caesar. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara (umur, penghasilan keluarga, pengalaman bersalin, paritas, kepemilikan asuransi, pengetahuan ibu, dan psikologi ibu) dengan pemilihan proses persalinan. Jenis penelitian ini adalah cross sectional, menggunakan data primer dengan sampel 104 responden, dengan analisis univariat, bivariat. Penelitian dilakukan pada bulan Maret s/d Mei 2014 dan didapatkan 54% pasien melahirkan dengan proses persalinan caesar dan 46% melahirkan dengan proses persalinan normal. Faktor yang berhubungan dengan pemilihan proses persalinan adalah pengalaman bersalin sebelumnya yaitu p=0,002, dan psikologi ibu 0,001.

Every woman wants the birthing process goes smoothly and perfectly able to deliver the baby. Childbirth can walk normally, but now it is not uncommon done by caesarean. This study is aimed to know the relationship between (age, income families, maternity experience, parity, insurance ownership, mother's knowledge, and maternal psychological) with selection of delivery process. This is a cross sectional study, using primary data with 104 respondents, using univariate and bivariat. Research was conducted in March until May 2014. The result showed that 54% of caesarean deliveries and 46% normal birth process. Factors associated with the selection of delevery process are experience maternity that is p = 0.002 and maternal psychology p= 0.001.
Read More
T-7457
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maliana; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wachyu Sulistiadi, Suprijanto Rijadi, Ahmad Harijadi
Abstrak: Tesis ini membahas Proses Penetapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah di RSUD Dabo Tahun 2016 tentang kebijakan/regulasi pemerintah daerah, kesiapan Tim Penilai dan kesiapan Tim Persiapan PPK-BLUD RSUD Dabo, juga dari segi persyaratan substantif, teknis dan administratif. Penetapan BLUD di Tahun 2015 yang tidak beroperasional, menurunnya status BLUD di Tahun 2016 dan transisinya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kebijakan/regulasi dari pemerintah daerah dan Tim Persiapan PPK-BLUD RSUD masih belum maksimal; disarankan dibuat dokumen pendukung PPK-BLUD seperti Peraturan Daerah,Peraturan/Instruksi/Surat Keputusan Bupati, Surat Keputusan Direktur yang terkait dengan operasional RSUD BLUD tersebut; sosialisasi tata cara penilaian PPK-BLUD sesuai dengan SE/900/ 2759/SJ/2008 agar proses penetapan PPK-BLUD RSUD efektif dan efisien dan segera terimplementasinya RSUD BLUD dalam rangka peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Lingga. Kata kunci: Proses penetapan ;Kesiapan; PPK BLUD. This thesis sudied the process of the State Regional Hospital Dabo applies to the financial management system of the regional public service agency in 2016; about the policy/government regulations regionalgoverment, readiness of assessor team and the readiness of preparation team of applies the financial management system of the regional public service agency and also from the aspects of substantive technical and adminstratif rule ,the determined of Public Service Agency in 2015 was not operational, declined the Public Service Agency status in 2016 and the transition. This research is a qualitative research. The research concluded that the results the policy/government regulations from regional goverment, readiness of assessor team and the readiness of preparation team of applies the financial management system of the regional public service agency was not yet maximum; suggested made the supporting documents regional regulation, regulation/instruction/regent decree, hospital directur decree that related for the financial management system of the regional public service agency functioning; socialitation of system assessment of the financial management system of the regional public service agency based ciculate letter of the minister of home affairs number vii 900/2759/SJ/2008, in order that the financial management system of the regional public service agency effective and efficient and soon implemented public service agency due to increase performance and the quality of public health service of lingga regency. Key words: Process Determining; Readiness Process ;Public Service Agency
Read More
B-1847
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andri Teguh Yulian Timor; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Dadan Erwandi, Ajeng P. Pramayu, Devie Fitri Octaviani
Abstrak: Proses pengemasan merupakan kegiatan utama dalam industri manufaktur yang melibatkan banyak pekerja. Interaksi antara pekerja dan mesin pengemas memiliki bahaya yaitu anggota badan terjebak antara 2 benda (terjepit) yang porsinya mencapai 50% dari jenis kecelakaan kerja yang terjadi di area pengemasan, dengan penyebab langsung adalah perilaku tidak aman. Pemantauan terhadap penerapan pengendalian risiko pada proses pengemasan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap upaya menekan potensi kecelakaan kerja. Dari hasil kajian pada proses pengemasan di PT. XYZ diperoleh hasil bahwa pengendalian dilakukan pada sisi mesin dengan penggunaan safety cover, penyediaan tombol emergency stop dan penggunaan simbol peringatan bahaya pada mesin. Pengendalian pada sisi mesin memerlukan perhatian karena dalam observasi ditemukan beberapa mesin tidak memiliki safety cover dan simbol peringatan bahaya. Pengendalian pada sisi manusia (pekerja) berupa praktik perilaku aman berupa mematikan mesin jika terjadi permasalahan pada mesin dan anjuran menerapkan prosedur pengoperasian mesin. Informasi mengenai proses pelatihan formal dalam pengoperasian mesin sangat minim diperoleh dari penelitian ini. Faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan jari terjepit adalah terjadinya penumpukan kerak pada sisi horizontal sealer, dan target produksi. Pengaturan suhu sealer perlu dipertimbangkan untuk menghindari terjadinya penumpukan kerak yang berpotensi menyebabkan sachet gagal turun dan target produksi sebaiknya diimbangi dengan kinerja mesin pengemas.

The packaging process is a major activity in the manufacturing industry involving many workers. Interaction between the worker and the packaging machine has a danger that the limbs are trapped between 2 objects (pinched) that portion reaches 50% of the type of work accidents occurring in the packaging area, monitoring the implementation of risk control in the packaging process is a factor that is very influential on efforts to suppress the potential of occupational accidents. From the results of the study on the packaging process at PT. XYZ obtained the result that the control is done on the side of the machine which required attention because in observation found some machines do not have safety cover and warning symbols. Control on the human side (workers) in the form of safe behavior practices and the suggestion to apply the operating procedures of the machine. Information on the formal training process in machine operation was minimal obtained from this study. Factors causing the occurrence of pinched finger crash is the occurrence of crust buildup on the horizontal side of the sealer, and production targets. Sealer temperature settings should be considered, and production targets should be considered to engine reliability.
Read More
T-4928
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Paul Cairney
320.6 CAI t
London : Springer Nature, 2016
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hairudin Bangun Prasetyo; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Muhammad Ragil Suryoputro
Abstrak: Komunikasi yang efektif antara pemimpin dan anggota merupakanaspek penting dari organisasi. Komunikasi keselamatan yang efektif harusmencakup: komunikasi yang terbuka dan jelas ; mendorong perilaku yangaman; menerapkan pembelajaran yang diprogram untuk keselamatan. PT.XYZ adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan,pemasangan dan perawatan elevator atau lift (Procurement, Constructionand Service). Dalam mengelola komunikasi yang ada di dalam perusahaan,manajemen banyak menggunakan komunikasi downward (dari ataskebawah), dimana komunikasi ini lebih banyak bersifat direktif atau arahandan dilakukan secara formal. Untuk komunikasi dari bawah (karyawan)sendiri memang di wadahi, akan tetapi tidak banyak ditemukan. Sehinggadilakukan penelitian dengan tujuan Mengetahui gambaran proses dan alurkomunikasi keselamatan di PT. XYZ. Metode yang digunakan adalahkualitatif yang bersifat deskriptif dan observasional melalui wawancaramendalam dan observasi data sekunder. Hasil penelitian menunjukkanbahwa masih terdapat banyak masalah yang menghambat dalam proseskomunikasi keselamatan di PT.XYZ, baik yang berasal dari sumber, pesan,saluran maupun penerima komunikasi. Manajemen sebagai sumber pesanbelum mampu menyampaikan pesan secara obyektif. Pesan keselamatandisampaikan dalam Bahasa yang jelas. Telah tersedia saluran komunikasitetapi belum layak dan menjangkau semua pekerja. Pengetahuan penerimacukup tetapi belum punya kesadaran melaksanakan pesan keselamatan.Kata kunci: Komunikasi, Perilaku, Proses, Manajemen, Saluran.
Read More
T-4555
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nayamanto Namu Natu; Pembimbing : Wachyu Sulistiadi; Penguji : Rachmadi Purwana, Dumilah Ayuningtyas, Irfan, Dafroyati, Yuliana
Abstrak: Perguruan tinggi ditantang meningkatkan kualitasnya melalui penerapan sistem penjaminan mutu. Program Studi Keperawatan Waingapu merupakan salah satu perguruan tinggi keperawatan yang telah mengikuti akreditasi LAMPTKes, namun belum optimal melaksanakan sistem penjaminan mutu. Diperlukan kepemimpinan yang kuat dan kinerja organisasi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu pendidikan Program Studi Keperawatan Waingapu dengan menggunakan kriteria ekselen Baldrige. Metode penelitian deskriptif melalui telaah dokumen pendidikan dan non pendidikan dan meminta pendapat dari pemimpin senior sebanyak 10 orang dan 132 orang mahasiswa untuk mengetahui tingkat kepuasan mereka terhadap kinerja pendidikan berdasarkan kriteria ekselen Baldrige, yaitu kepemimpinan, strategi, pelanggan, pengukuran, analisa dan manajemen pengetahuan, tenaga kerja, operasi dan hasil kinerja organisasi. Hasil penelitian menunjukkan hasil 388,75 dari 1000 poin. berada pada kelompok early improvement dengan global image average. Hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan dengan hasil- hasil kinerja organisasi dengan OR tertinggi pada operasi dengan hasil kinerja. Saran meningkatkan dan mngembangkan operasi manajemen dan pengelolaan tenaga kerja dengan membangin tim yang kuat dan perencaaan strategis. Disarankan untuk uji coba kriteria Baldrige mengembangkan dan peningkatan mutu sehingga mencapai sistem penjaminan mutu internal yang baik. kata kunci: Baldrige, kinerja, mutu, proses, hasil Universities are challenged to improve their quality through the implementation of quality assurance system. Nursing Study Program Waingapu is one of nursing universities that have followed LAMPTKes accreditation, but not yet optimal to implement quality assurance system. Strong leadership and organizational performance is needed to improve the quality of education. This study aims to determine the quality of education Waingapu Nursing Study Program using Baldrige ekselen criteria. Descriptive research method through the study of education and non-education documents and asked the opinion of senior leaders as many as 10 people and 132 students to know their level of satisfaction on education performance based on Baldrige's excellent criteria, leadership, strategy, customer, measurement, analysis and knowledge management, labor, operations and organizational performance results. The results showed 388.75 out of 1000 points. is in the early improvement group with global image average. The statistical test results have a significant relationship with the organizational performance results with the highest OR on the operation with the performance results. Suggestions to improve and develop management and management operations by building strong teams and strategic planning. It is recommended to test the criteria Baldrige develops and improves the quality so as to achieve a good internal quality assurance system. keywords: Baldrige, performance, quality, process, results
Read More
T-5107
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive