Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Andi Rinaldi Zulfikar; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf, Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Muhammad Soffiudin
S-8481
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sutarno; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Hikmat Doni Ramdhan, Baiduri Widanarko, Made Sudarta, Chandra Prijanahadi
Abstrak: industri konstruksi merupakan salah satu industri yang mempunyai potensi bahaya tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan, dimana menempati urutan jumlah kecelakaan tertinggi bila dibandingkan dengan sektor lain. PT. XYZ merupakan kontraktor pembangunan gedung ABC yang telah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, namun masih terdapat kasus kecelakaan. Berdasarkan data analisa kecelakaan PT. XYZ, penyebabnya sebagian besar adalah perilaku tidak aman pekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku tidak aman pekerja konstruksi pada proyek pembangunan gedung ABC Jakarta. Desain penelitian cross sectional, menggunakan kuesioner, analisis data mengunakan uji chi square dan uji regresi logistik ganda. Hasil uji chi square menunjukkan ada hubungan pengetahuan, persepsi, motivasi dan dukungan teman kerja dengan perilaku tidak aman pekerja, sedangkan pengawasan dan ketersediaan sarana prasarana tidak ada hubungan dengan perilaku tidak aman. Berdasarkan analisa regresi logistik ganda, variabel persepsi mempunyai nilai OR paling besar yaitu 4,328 sehingga persepsi merupakan faktor paling dominan mempengaruhi terjadinya perilaku tidak aman. Disarankan bagi PT. XYZ untuk mengembangkan pendekatan yang sistematis dan aplikatif dalam rangka pencegahan perilaku tidak aman, salah satunya dengan program Behaviour Base Safety (BBS); melaksanakan pelatihan berkala untuk meningkatkan pengetahuan, persepsi dan motivasi sehingga menumbuhkan kepedulian pekerja terhadap keselamatan kerja; meningkatkan keterlibatan mandor dalam mengawasi pekerja berorientasi keselamatan pekerja.
Kata kunci : Perilaku tidak aman, Konstruksi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Read More
T-4468
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kautsar Rizky; Pembimbing: Hendra; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Robiana Modjo, Grace S. Rumengan, Triovva Elsya Ermita
Abstrak: Perawat merupakan sumber daya manusia terpenting di rumah sakit, dikarenakan jumlahnya dominan. Pekerjaan perawat yang bervariasi, menyebabkan perawat memiliki beban kerja relatif tinggi, sehingga berisiko terjadinya kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kelelahan kerja pada perawat di RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor. Desain penelitian ini adalah semi- kuantitatif (cross-sectional). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 91,1% perawat mengalami kelelahan kerja tingkat rendah hingga sedang, dimana variabel kualitas tidur dan masa kerja memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan kerja (p- value < 0,05). Faktor dominan yang berpengaruh terhadap kelelahan kerja adalah kualitas tidur, dimana kualitas tidur buruk berisiko 2,367 kali lebih tinggi untuk mengalami kelelahan, dibandingkan dengan kualitas tidur baik, setelah dikontrol variabel masa kerja dan shift kerja. Saran yang dapat diberikan adalah perlunya pengkajian penempatan tenaga keperawatan sesuai dengan kompetensinya dan kebutuhan pasien, meningkatkan manajemen waktu bagi perawat serta penerapan fatigue management program untuk mencegah tingginya kelelahan kerja pada perawat. Kata Kunci : Analisis Determinan, Kelelahan Kerja, Perawat
Nurse is the most important human resource in the hospital because of their dominant ammount. Nurse has various jobs, causing they have relatively high workload, so that would improve the risk of fatigue. The aim of the study is to analyze the determinants of work fatigue among nurses in Cibinong Regional Public Hospital, Bogor District. The design of this study is semi-quantitative, (cross-sectional). The results showed that 91.1% of nurses have low to moderate type of work fatigue, which is the sleep quality and working period variables have a significant relationship with work fatigue (p-value < 0.05). The dominant factor affecting work fatigue is sleep quality, that the poor sleep quality respondents risk is 2,367 times higher to feels fatigue, compared with the good sleep quality, after controlled by working period and work shift variables. Advices that can be given are need for assesment of the placement of nursing personnel based on their competence and patient needs, increase time managemet for nurse and also the application of fatigue management program to prevent high work fatigue among nurses. Keyword : Determinant Analysis, Work Fatigue, Nurse
Read More
T-4883
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diwanto; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Hikmat Doni Ramdhan, Alfajri Ismail, Soehatman Ramli
Abstrak:

Thesis ini membahas tentang  Analisa resiko keselamatan pada sistem rem mobil X. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan desain studi analitik yang menggunakan dua jenis data, yaitu pata primer yang didapatkan dengan cara wawancara dan observasi, serta data sekunder dengan telaah dokuman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai risiko keselamatan yang mungkin terjadi pada saat sistem rem mobil X dioperasikan oleh pengemudi, antara lain pada komponen brake fluid, brake pipe, vacuum booster, master cylinder, brake pedal, brake hose, rear wheel brake, dan front wheel brake. Dalam penelitian ini didapatkan identifikasi bahaya, penilaian resiko, dan pengendalian bahaya yang diambil dari pendekatan Failure moda and Effect Analysis (FMEA). Didalam penelitian ini didapatkan rata-rata level resiko berada pada level high. Diharapkan dari penelitian ini pengemudi bisa mengetahui bahaya dan pengendaliannya pada sistem rem mobil Kata kunci : Sistem Rem, Failure Mode and Effect Analysis.


 ABSTRACT Name : Diwanto Study Program :  Master of Occupational Health and Safety Title :  Safety Risk Analysis On Brake System of  X Car This thesis discusses the analysis of safety risks on brake system of X Car. This study is qualitatively by analytic study designs that use two types of data, which is primary data obtained by interview and observation, as well as secondary data by document review. The purpose of this study was to obtain information about the safety risks that may occur during the X car brake system operated by the driver, among others, the components of brake fluid, brake pipe, vacuum booster, master cylinder, brake pedal, brake hose, rear wheel brake, and front wheel brake. In this study obtained hazard identification, risk assessment, and control of hazards from the approach taken by Failure mode and Effect Analysis (FMEA). In this study obtained the average level of risk is at high level. Expected from the research diver can know hazards and control of the vehicle brake system Key Word : Brake system, Failure Mode and Effect Analysis

Read More
T-3515
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suparni; Promotor: Fatma Lestari; Kopromotor: Ede Surya Darmawan, Robiana Modjo; Penguji: Meily LK Widjaja, Doni Hikmat Ramdhan, Baiduri Widanarko, Julianto Witjaksono, Alfajri ismail
Abstrak: Indonesia sebagai negara yang memiliki risiko bencana dengan skala tinggi perlu menyiapkan fasilitas kesehatan yang memiliki tingkat kesiapsiagaan yang baik.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesiapsiagaan RS menghadapi bencana di provinsi Jawa Barat tahun 2017 - 2018. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian ini adalah semua RS pemerintah tipe A dan B di Provinsi Jawa Barat. Sampel RS penelitian sebanyak 15 RS. Penilaian kesiapsiagaan RS menghadapi bencana dilakukan dengan menggunakan instrumen Hospital Safety Index (HSI) edisi kedua yang dikeluarkan oleh WHO tahun 2015. Kesiapsiagaan RS menghadapi bencana berhubungan dengan faktor internal yaitu pengetahuan, pendidikan dan sikap serta faktor eksternal yaitu kebijakan, pendapatan perkapita dan keterlibatan komunitas. Penilaian faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan kesiapsiagaan RS menghadapi bencana dilakukan dengan menggunakan analisis multilevel dengan menggunakan software pengolahan data. Hasil penilaian HSI dianalisis berdasarkan elemen struktural, nonstruktural, dan manajemen kegawatdaruratan dan bencana, serta wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan instrumen HSI untuk mengukur kesiapsiagaan RS menghadapi bencana yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia valid dan reliabel untuk digunakan dalam penilaian. Penilaian kesiapsiagaan RS menghadapi bencana di Provinsi Jawa Barat, 14 RS (93%) berada pada level B, yaitu berisiko dalam menghadapi bencana, RS tidak dapat berfungsi dengan normal dan segera beroperasi pada saat terjadi bencana dan 1 RS (7%) dalam level A yaitu siap menghadapi bencana. Elemen penilaian yang perlu ditingkatkan di semua RS adalah elemen nonstruktural dan elemen manajemen. Faktor internal yang berhubungan dengan kesiapsiagaan RS menghadapi bencana adalah pengetahuan dan sikap. Faktor eksternal yang berhubungan dengan kesiapsiagaan RS menghadapi bencana adalah keterlibatan komunitas. Meningkatkan pengetahuan serta memiliki SDM yang kompeten dalam penanggulangan bencana merupakan implementasi dalam kesiapsiagan. Peraturan daerah diperlukan sebagai kebijakan pemerintah dalam melakukan pengurangan risiko bencana. Keterlibatan masyarakat menjadi penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan RS menghadapi bencana.
Read More
D-404
Depok : FKM-UI, 2019
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive