Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 147 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Gusti Indah Lestari; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra
S-9720
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tika Rostika; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra
Abstrak: Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai VO2max,aktivitas fisik, status gizi (IMT) dan asupan gizi (energi, karbohidrat, protein danlemak) antara kelompok pesepeda dan bukan pesepeda. Penelitian ini menggunakan desain ecological study. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret-Mei 2013 pada komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia dan mahasiswa FKM UI angkatan 2009 dan 2010. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan proporsi nilai VO2 max pada secara signifikan antara kelompok pesepeda dan bukan pesepeda (p= 0,028). Rata-rata skor aktivitas fisik lebih tinggi secara bermakna pada kelompok pesepeda (p= 0,001). Kedua kelompok disarankan untuk meningkatkan aktivitas fisik agar dapat memelihara daya tahan kardiorespiratori.
Kata Kunci:VO2max, aktivitas fisik, IMT, asupan gizi, kelompok pesepeda, rockport walkingtest.
The purpose of this study is to compare VO2max, physical activity,nutritional status (BMI), and nutritional intake (energy, carbohydrate, protein, andfat) between cycling group and non-cycling group. This research is an ecologicalstudy. Data were collected from March-May 2013 in Bike to Work IndonesiaCommunity and colleges at FKM UI. The study showed that there weresignificant differences in VO2max between cycling group and non-cycling group(p= 0,028). The average of physical activity score is significantly higher (p=0,001) in cycling group. Both of group are suggested to increase their physicalactivity to maintenance cardiorespiratory fitness.
Kata Kunci:VO2max, physical activity , BMI , nutritional intake, cycling, rockport walkingtest.
Read More
S-7751
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Safrita Octaviana; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra
S-8006
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yurnila; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Dien Anshari, Hendri Putra, Eka Putra Pernanda
Abstrak:
Dalam dua tahun terakhir, terjadi peningkatan kasus campak rubella pada anak usia sekolah, yang disebabkan oleh penurunan cakupan imunisasi campak dan rubella. Imunisasi measles rubella perlu mendapat perhatian lebih dari orang tua, khususnya dari ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku ibu dalam penolakan imunisasi measles rubella (MR) berdasarkan teori Health Belief Model. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 200 responden. Terpilih 9 SDN umum dan 3 SD berbasis agama dengan teknik stratified random sampling. Jumlah sampel dihitung dengan rumus proportional sampling dan sampel diambil secara systematic random sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner yang dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% ibu menolak pemberian imunisasi MR kepada anak mereka. Persepsi individu yang berhubungan dengan perilaku ibu adalah persepsi kerentanan dan hambatan. Persepsi hambatan merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan perilaku ibu. Ibu dengan persepsi hambatan tinggi cenderung 2,5 kali lebih besar untuk memiliki perilaku penolakan dalam pemberian imunisasi measles rubella (MR) dibandingkan ibu dengan persepsi hambatan yang rendah, setelah dikontrol oleh persepsi kerentanan. Informasi yang akurat, ketakutan akan efek samping, dan kepercayaan pada informasi yang tidak tepat juga berperan dalam penolakan ini. Edukasi yang efektif, keterlibatan keluarga, komunitas, dan kampanye dengan tokoh masyarakat dan agama sangat diperlukan untuk mengurangi penolakan terhadap imunisasi MR. Dukungan dari tenaga kesehatan juga sangat penting dalam memberikan informasi yang tepat dan meyakinkan para orang tua akan pentingnya imunisasi ini untuk melindungi anak-anak dari penyakit campak dan rubella.

In the past two years, there has been an increase in cases of measles and rubella among school-aged children, caused by a decline in measles and rubella immunization coverage. Measles-rubella immunization needs more attention from parents, especially mothers. This study aims to determine the determinants of mothers' behavior in rejecting measles-rubella (MR) immunization based on the Health Belief Model theory. This research uses a cross-sectional design with 200 respondents. A total of 9 public elementary schools and 3 religion-based elementary schools were selected using stratified random sampling. The sample size was calculated using the proportional sampling formula, and the samples were taken using systematic random sampling. Data were collected through interviews using a questionnaire and analyzed using univariate, bivariate, and multivariate methods. The results showed that 65% of mothers refused to give MR immunization to their children. Individual perceptions related to mothers' behavior were perceived susceptibility and barriers. Perceived barriers were the most dominant factor associated with mothers' behavior. Mothers with high perceived barriers were 2.5 times more likely to exhibit rejection behavior toward MR immunization compared to mothers with low perceived barriers, after controlling for perceived susceptibility. Accurate information, fear of side effects, and trust in inaccurate information also played a role in this rejection. Effective education, family involvement, community engagement, and campaigns with community and religious leaders are essential to reduce rejection of MR immunization. Support from healthcare workers is also crucial in providing accurate information and convincing parents of the importance of this immunization to protect children from measles and rubella.
Read More
T-6987
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andini Septiani; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Angga Prathama Putra
Abstrak:
Anemia merupakan kelainan penurunan masa eritrosit. Indonesia termasuk dalam 10 besar tertinggi di Asia Tenggara pada tahun 2019 sebesar 31,2%. Kaum perempuan saat ini berperan ganda, sebagai ibu rumah tangga dan juga bekerja di luar rumah. Pekerja perempuan di perkebunan sawit umumnya mengalami masalah kesehatan yang sama seperti AKI, gizi buruk, layanan persalinan dan pemeriksaan kehamilan, resiko penyakit khusus seperti anemia dan lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan anemia pada pekerja perempuan di perusahaan perkebunan sawit pada tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional melibatkan 105 responden pekerja perempuan di perusahaan perkebunan sawit Kalimantan Tengah, Riau, dan Papua. Data sekunder diperoleh dari penelitian PKGK FKM UI, kemudian data diolah menjadi analisis data univariat, bivariat dengan uji Chi Square, dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 45,7% pekerja perempuan di perusahaan perkebunan sawit mengalami anemia. Hasil uji chi square terdapat hubungan yang signifikan antara anemia pada pekerja perempuan dengan asupan vitamin C (pvalue = 0.035; OR = 2,599) dan asupan zat besi (pvalue = 0.038; OR = 4,432). Hasil uji regresi logistik menunjukkan hasil asupan zat besi (OR= 13,591; 95%CI= 1,571 – 117,565). Kesimpulan yaitu pekerja perempuan di perusahaan perkebunan sawit berisiko 13,5 kali mengalami anemia jika asupan zat besi <100% AKG

Anemia is a disorder of decreased erythrocyte mass. Indonesia is included in the top 10 highest in Southeast Asia in 2019 at 31.2%. Women currently have a dual role, as housewives and also working outside the home. Women workers in oil palm plantations generally experience the same health problems as MMR, malnutrition, delivery services and pregnancy checks, risks of special diseases such as anemia and others. The purpose of this study to determine the factors associated with anemia among female workers in oil palm plantation companies in 2022. The research method used was a cross-sectional approach involving 105 female workers in oil palm plantation companies in Central Kalimantan, Riau and Papua. Secondary data from the PKGK FKM UI research, then the data was processed into univariate, bivariate data analysis using the Chi Square test, and logistic regression tests. The results showed that 45.7% of female workers in oil palm plantation companies experienced anemia. The results of the chi square test showed a significant relationship between anemia in female workers and vitamin C intake (pvalue = 0.035; OR = 2.599) and iron intake (pvalue = 0.038; OR = 4.432). The results of the logistic regression test showed the results of iron intake (OR = 13.591; 95% CI = 1.571 – 117.565). The conclusion is that female workers in oil palm plantation companies have a risk of 13.5 times suffering anemia if iron intake is <100% RDA
Read More
T-6791
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmi Dia Akhir Darta; Pembimbing: Hendra; Penguji: Milla Tejamaya, Hari Monanda Putra
Abstrak: Bandara Internasional Minangkabau secara geografis terletak pada wilayah barat pesisir pantai Pulau Sumatera. Secara geologis, Pulau Sumatera berada pada wilayah pergerakan dua lempeng, yaitu Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi tersebut menyebabkan Bandara Internasional Minangkabau memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana alam gempa bumi dan tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan Bandara Internasional Minangkabau dalam menghadapi bencana alam gempa bumi dan tsunami yang dinilai dari segi aspek sarana evakuasi, tempat evakuasi sementara (vertikal) tsunami dan airport emergency plan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan analisis komparasi. Proses pengumpulan data dilakukan di gedung terminal Bandara Internasional Minangkabau pada bulan April ? Mei 2022 melalui kegiatan observasi, wawancara, dan tinjauan dokumen. Pengolahan data dilakukan dengan analisis komparasi menggunakan checklist yang mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2017, Pedoman Teknis 2 Perencanaan TES Tsunami, ICAO Doc-9137, SNI 03-1746-2000, SNI 03-6574-2001, dan SNI 7743:2011. Berdasarkan hasil pengumpulan data terhadap variabel penelitian didapatkan bahwa pemenuhan aspek sarana evakuasi adalah 82%, aspek tempat evakuasi sementara (vertikal) tsunami adalah 52,2%, dan aspek airport emergency plan adalah 93,33%. Hasil perhitungan rata-rata pemenuhan aspek kesiapan Bandara Internasional Minangkabau dalam menghadapi bencana alam gempa bumi dan tsunami adalah sebesar 75,84%. Secara umum, kriteria setiap aspek telah terpenuhi cukup baik. Namun masih terdapat beberapa variabel dengan tingkat pemenuhan 0%, seperti pengecekan struktur bangunan TES dan rambu penunjuk evakuasi tsunami. Sehingga perlu dilakukan beberapa perbaikan, terutama pada aspek tempat evakuasi sementara (vertikal) tsunami sebagai aspek dengan persentase pemenuhan terendah. Pemeliharaan dan perbaikan dari aspek lainnya tetap perlu dilakukan untuk meningkatkan kesiapan Bandara Internasional Minangkabau dalam menghadapi bencana alam gempa bumi dan tsunami. Upaya untuk meningkatkan kesiapan Bandara Internasional Minangkabau dalam menghadapi bencana alam gempa bumi dan tsunami dapat dilakukan dengan memperbaiki dan melengkapi sarana evakuasi sesuai dengan standar dan peraturan, melakukan pengkajian ulang penetapan TES sesuai dengan alur pedoman perencanaan TES, dan memenuhi kriteria airport emergency plan sesuai dengan pedoman ICAO Doc-9137.
Minangkabau International Airport is geographically located on the west coast of West Sumatera. Geologically, West Sumatera is in the region of the movement of two plates, Indo-Australia and Eurasia. This condition causes Minangkabau International Airport to have a high level of vulnerability to earthquakes and tsunamis. This study aims to determine the level of preparedness of Minangkabau International Airport in dealing with earthquake and tsunami natural disasters which are assessed from three aspect, evacuation facilities, vertical evacuation from tsunamis and airport emergency plans. This study uses a descriptive observational method with a comparative analysis approach. The data collection process was carried out at the Minangkabau International Bandra terminal building in April ? May 2022 through observation, interviews, and document review. Data processing is carried out by comparative analysis using a checklist that refers to the Minister of Public Works and Public Housing Regulation Number 14 of 2017, Technical Guidelines 2 for Tsunami TES Planning, ICAO Doc-9137, SNI 03-1746-2000, SNI 03-6574-2001, and SNI 7743:2011. Based on the results of data collection on research variables, it was found that the fulfillment of the evacuation facility aspect was 82%, vertical evacuation from tsunamis aspect was 52.2%, and the airport emergency plan aspect was 93.33%. The results of the calculation of the average fulfillment of aspects of Minangkabau International Airport readiness in dealing with earthquake and tsunami natural disasters is 75.84%. In general, the criteria for each aspect have been met quite well. However, there are still several variables with a compliance rate is 0%, such as checking the structure of the TES building and tsunami evacuation signs. So, some improvements need to be made, especially in the aspect of vertical evacuation of tsunamis as the aspect with the lowest percentage of fulfillment. Maintenance and repairs from other aspects still need to be done to improve the preparedness of Minangkabau International Airport in dealing with earthquake and tsunami natural disasters. Efforts to improve the preparedness of Minangkabau International Airport in dealing with earthquake and tsunami natural disasters can be done by repairing and equipping evacuation facilities in accordance with standards and regulations, reviewing the determination of TES in accordance with the flow of TES planning guidelines, and fulfilling the criteria for an airport emergency plan in accordance with the ICAO Doc-9137.
Read More
S-11038
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fikriya Rusyda; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Putri Bungsu, Danu Indra Putra
Abstrak: Menurut WHO prevalensi status gizi lebih anak usia sekolah meningkat dari tahun ke tahun. Status gizi lebih pada anak usia sekolah dapat menimbulkan masalah kesehatan baik secara klinis, mental, maupun sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan karakteristik anak (jenis kelamin, usia, dan persepsi sehat), karakteristik orang tua (pendidikan dan pekerjaan), perilaku makan (kebiasaan konsumsi fast food serta buah dan sayur), dan perilaku sedentari (kebiasaan menonton TV, menggunakan handphone, dan bermain video games) dengan status gizi lebih pada siswa MI Yahya Bekasi. Sampel penelitian merupakan siswa kelas 3-6 MI Yahya. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, secca, microtoise, dan data sekunder milik sekolah.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat 27,8% siswa MI Yahya yang memiliki status gizi lebih. Tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi lebih dengan karakteristik anak, karakteristik orang tua, perilaku makan ataupun perilaku sedentari. Pihak sekolah disarankan mengadakan kegiatan pencegahan khusus bagi penderita status gizi lebih, memantau status gizi siswa secara rutin melalui program UKS, dan menyediakan makanan yang bergizi seimbang.

Kata Kunci : Status gizi lebih, anak usia sekolah, Bekasi, perilaku makan, perilaku sedentari

According to World Health Organization (WHO) the prevalence of over nutrition in school-age children has increased over the years. Over nutrition in school-age children can lead to clinical, mental, and social health problems. This research aims to analyze the relationship between child characteristics (sex, age, and health perception), parents characteristics (education and employment), pattern of food consumption (fast food, fruit, and vegetable consumption), and sedentary activities (watching TV, using handphone, and playing video games) with over nutrition on students at Madrasah Ibtidaiyah Yahya, Bekasi in 2018. The samples are the students from grade 3th - 6th MI Yahya, Bekasi. Data were taken by using quistionnaire, seca, microtoise, and secondary data from the school profile.

The result of the study showed that 27,8% students of MI Yahya are over nutrition. There is no independent variable that has a significant relationship with over nutrition. The school is advised to hold a special prevention activities for the students with over nutrition, monitor the nutritional status of MI Yahya students regularly through the UKS program, and provide the balance nutrition meal for the students.

Keywords : Over nutrition, school-age children, Bekasi, pattern of consumption, sedentary activities
Read More
S-9655
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novialiana Sari; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Suharyati
Abstrak: Dampak kesehatan yang dapat disebabkan oleh kegemukan saat remaja adalah meningkatnya risiko terkena diabetes, hipertensi, penyakit kardiovaskular, osteoarthritis, stroke, dan beberapa macam kanker. Prevalensi kejadian kegemukan remaja di DKI Jakarta tahun 2018 sebesar 13,5%. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian kegemukan pada siswa-siswi di SMAS Bunda Mulia Jakarta pada tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Jumlah responden yang terlibat sebanyak 150 siswa kelas X dan XI SMA. Data diambil dengan melakukan proses pengukuran tinggi badan dan berat badan, pengisian kuesioner serta wawancara recall makanan 2x24 jam. Data yang terkumpul akan diolah secara univariat, bivariat (chi square dan uji t independen), dan multivariat (uji regresi logistik ganda). Prevalensi kegemukan di SMAS Bunda Mulia Jakarta tahun 2019 sebesar 35,3%. Faktor dominan pada penelitian ini adalah aktivitas fisik. Siswa dengan tingkat aktivitas fisik kurang memiliki risiko 6,9 untuk kegemukan dibanding dengan siswa yang memiliki tingkat aktivitas fisik cukup. Perlu dilakukan upaya pemantauan status gizi rutin setiap 6 bulan sekali, pemberian edukasi gizi seimbang, meningkatkan aktivitas fisik di sekolah serta manajemen stres di sekolah.
Read More
S-10123
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rif`ah Mawaddati; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Fajrinayanti
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara stres, penggunaan media, tingkat kebosanan, dan faktor lainnya dengan eating styles pada mahasiswi selama masa pandemi COVID-19. Dengan melibatkan 285 mahasiswi S1 Reguler Universitas Indonesia didapatkan bahwa stres dan kecenderungan gangguan perilaku makan berhubungan dengan restrained eating (p-value=0,018 dan 0,0005), emotional eating (p-value=0,002 dan 0,0005), dan external eating (p-value=0,0005 dan 0,004). Sedangkan durasi penggunaan media sosial dan tingkat kebosanan hanya berhubungan dengan emotional eating (p-value=0,001 dan 0,0005) dan external eating (p-value=0,009 dan 0,0005). Sedangkan durasi penggunaan media sosial dan tingkat kebosanan hanya berhubungan dengan emotional eating (p-value=0,001 dan 0,0005) dan external eating (p-value=0,009 dan 0,0005) tidak dengan restrained eating (p-value=0,480 dan 0,053).
Read More
S-10618
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abi Agistiawin; Pembimbing: Kusharisupeni Djojosujono; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Syamsuddin
S-8362
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive