Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26279 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Christanti Triradiani; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Ronnie Rivany, Amila Megraini, Agus Wahyudi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kerjasama pelayanan kesehatan denganperusahaan pelanggan di RSPI Pondok Indah pada era Jaminan Kesehatan Nasional.Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan analisis kontenmelalui wawancara mendalam dan telaah dokumen terhadap delapan narasumberperusahaan pelanggan, satu orang perwakilan BPJS Kesehatan, dan dua orang dari RSPIPondok Indah. Dari hasil penelitian didapatkan bentuk pola kerjasama koordinasimanfaat antara RSPI Pondok Indah , perusahaan pelanggan dan BPJS dalam era JaminanKesehatan Nasional . Koordinasi manfaat ini dapat memenuhi keinginan masyarakatuntuk memperoleh kenyamanan dan layanan kesehatan yang lebih tinggi dari hak nyasebagai peserta BPJS Kesehatan..Kata kunci :Jaminan Kesehatan Nasional, Pola kerjasama, Koordinasi Manfaat.
Read More
B-1639
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ameria Paramita; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: H.M Hafizurrachman, Wiku Bakti Bawono Adisasmita, Yuli Prapanca Satar
B-879
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Rahmah; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Pujiyanto, Suharno, Heru Sutopo
B-1946
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elfi Yennie; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Adang Bachtiar, Vetty Yuylianty Permansari, Djoni Darmadjaja, Hermina M. Basrie
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komite medik dalam tata kelola klinis rumah sakit era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Provinsi Jambi pada tahun 2016. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai Desember 2016 di tiga RSUD kelas C dengan pendekatan studi kualitatif. Teknik untuk memperoleh data adalah dengan wawancara mendalam, telaah dokumen dan focused group discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komite medik secara umum belum berperan optimal dalam tata kelola klinis rumah sakit era JKN pada RSUD Kelas C Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi, baik dari sisi struktur, proses maupun output meskipun ada pula peran dan fungsi Komite Medik yang telah tertunaikan dengan baik. Kinerja Komite Medik sudah cukup optimal dilihat dari aspek sumber daya dan struktur organisasi. Komite Medik belum berperan optimal dalam proses kredensialing, pemeliharaan mutu profesi dan penjagaan disiplin/etika profesi. Sistem Jaminan Kesehatan Nasional memberi pengaruh baik terhadap peran komite medik dalam tata kelola klinis rumah sakit, karena terdapat beberapa regulasi atau peraturan pelaksana tentang JKN yang terintegrasi dengan peran komite medik, khususnya pada aspek kendali mutu kendali biaya. Peningkatan kompetensi, etika dan disiplin profesi medik serta peningkatan kapasitas pengurus Komite Medik maupun Direktur Rumah Sakit merupakan upaya yang dapat meningkatkan peran Komite Medik. Demikian juga halnya dengan pengelolaan organisasi dan penyempurnaan regulasi terpadu terkait tata kelola klinis rumah sakit era JKN. Kata kunci: Komite Medik, tata kelola klinis, RSUD, Era JKN This research aims to know the role of the medical committee in the hospital clinical governance of National Health Guarantee (JKN) era on Regional Government Hospital (RSUD) in Jambi Province in the year 2016. The research done on September until December 2016 in three RSUD class C with qualitative study approach. The technique to obtain data is with the in-depth interviews, examine the document and focused group discussions. The results of the study showed that the medical Committee in general has not been optimal role in clinical governance JKN era hospital on RSUD Class C District in the Province of Jambi, from the sides of the structure, process and output even though there is also the role and function of the Medical Committee that has been obeyed well. The performance of the Medical Committee for optimal enough already seen from the aspect of the resources and organizational structure. Medical Committee has not been optimal role in the process of credensialing, keeping the quality of the profession and the guard discipline/professional ethics. JKN system has a good influence on the role of medical committee in the hospital clinical governance because there are some regulation or implementing regulations about JKN integrated with the role of the medical committee, especially in the aspect of cost control quality control. Competency Improvement, the ethics and discipline of the Medical profession and the improvement of the capacity of the Medical Committee and the Director of the hospital is an effort that can increase the role of the Medical Committee. So also with the management of the organization and enhancements to the integrated regulations related to the hospital clinical governance JKN era. Key Words: Medical Committee, clinical governance, Regional Government Hospital (RSUD), JKN Era
Read More
B-1856
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Nadia; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Anhari Achadi, Wachyu Sulistiadi, Suharno ; Akmal Yadi
Abstrak: Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Rumah Sakit memerlukan obat-obatanyang aman, berkhasiat, bermutu dan terjangkau dalam jenis dan jumlah yang cukup. RSXYZ telah menjadi provider program pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional sejak bulanMei 2017 dan terjadi lonjakan pasien yang cukup signifikan. Rumah sakit perlu berbenahdiri dalam melakukan perbaikan untuk pengelolaan persediaan obat di instalasi farmasidemi tercapainya efektifitas dan efisiensi persediaan obat di farmasi. Tujuan daripenelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi pengelolaan persediaan obat instalasifarmasi Rumah Sakit XYZ dalam Era Jaminan Kesehatan Nasional dalam rangkapenyusunan Rencana Kebutuhan Obat Rumah Sakit XYZ. Penelitian ini menggunakanmetode deskriptif cross-sectional yang bersifat kualitatif dan kuantitaif denganwawancara mendalam, observasi, telaah dokumen dan penghitungan klasifikasi analisaABC obat di instalasi farmasi. Penelitian in menunjukkan bahwa RS XYZ belummemiliki metode perencanaan dan pengadaan obat khususnya di era JKN. Perencanaanobat melihat trend pemakaian 1 minggu ke belakang untuk penggunaan 10 hari kedepan.Peneliti melakukan analisa ABC untuk melihat pengelolaan persediaan obat di RS XYZ.Analisa ABC yang dilakukan pada penggunaan obat di instalasi farmasi menunjukkanbahwa terdapat 1024 jenis obat yang digunakan dimana analisa ABC pemakaiankelompok C yang termasuk slow moving memiliki jumlah yang paling tinggi yaitu 70 %.Hasil analisa ABC investasi kelompok A memiliki jumlah investasi paling besar yaitu4.445.922.485. Hasil analisa ABC indeks kritis didapatkan hanya 55 % obat indeks kritisyang masuk kedalam formularium. Terdapat 30 % dokter yang belum patuh terhadapperesepan sesuai formularium. RS XYZ belum memiliki Rencana Kebutuhan Obat(RKO) dalam rangka memenuhi syarat untuk ikut dalam proses e-purchasing. RS XYZbelum memiliki sistem pengelolaan persediaan obat yang sesuai standar. RS XYZdiharapkan dapat membuat Rencana Kebutuhan Obat yang menerapkan prinsip efisiensikendali mutu kendali biaya. RS XYZ diharapkan memiliki penghitungan jumlah obatyang harus di pesan, safety stock dan juga titik pemesanan kembali obat.Kata Kunci : Jaminan Kesehatan Nasional, Persediaan Obat, Analisa ABC, Formularium,Rencana Kebutuhan obat.
Read More
B-1938
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mutiara Arcan; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Ferdy Dani Tiwow, Mohamad Ihsan Ramdani
Abstrak: Tesis ini membahas kelayakan dan kesiapan Rumah Sakit (RS) Awal Bros Panam di Pekanbaru menjadi RS Kelas B di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Standar pelayanan, SDM, peralatan dan sarana prasarana yang dimiliki RS saat ini telah melebihi standar RS kelas C. Perubahan sistem pembayaran fasilitas kesehatan menjadi prospective payment dengan Indonesian Case based group (INACBG), menetapkan tarif INACBG RS kelas B lebih tinggi daripada RS kelas C. Desain penelitian adalah operasional (operational research) dengan mengumpulkan data primer dan sekunder dari RS Awal Bros Panam, RS Awal Bros Pekanbaru dan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Cabang Pekanbaru. Tahap pertama penelitian adalah penilaian kelayakan perubahan kelas RS dengan menggunakan standar Permenkes no 56 tahun 2014. Kemudian tahap kedua menilai kesiapan rumah sakit melalui analisis situasi era JKN dengan membandingkan jumlah kasus dan klaim INACBG antara RS Kelas C dan Kelas B. Hasil penelitian menunjukkan RS Awal Bros Panam telah layak dan siap untuk berubah menjadi RS kelas B berdasarkan standar pelayanan, SDM, peralatan dan bangunan serta sarana prasarana. Namun masih tetap harus melengkapi beberapa kekurangan pada standar-standar tersebut. Ruang lingkup analisis situasi masih berfokus pada aspek internal sehingga perlu dipertimbangkan lebih lanjut analisis kondisi eksternal RS seperti kebijakan Pemerintah dan Kebijakan BPJS Cabang Pekanbaru untuk benar-benar memastikan kelayakan dan kesiapan RS. Kata kunci : Rumah sakit, kelayakan dan kesiapan, Rumah sakit kelas C, Rumah sakit kelas B, Jaminan Kesehatan Nasional. This thesis discusses the feasibility and ability of Awal Bros Panam Hospital to become class B hospital by considering National Health Insurance era. The current standard of services, human resources, equipment and infrastructure owned by hospital has exceeded the standard of class C hospital. Changes in payment system with prospective payment known as INACBG, determine INACBG rate for class B Hospital is higher than the class C hospital. This study is an operational research, by collecting primary and secondary data from Awal Bros Panam Hospital, Awal Bros Pekanbaru Hospital and Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Pekanbaru branch. The first stage of the study is by assessing the feasibility of the changes using the regulation from Ministry of Health number 56, 2014. The second stage is by assessing the ability of hospitals through the situational analysis which comparing the number of cases and claims INACBG between Class C hospital and Class B hospital. The results showed Awal Bros Panam hospital has been feasible and able to become class B hospital based on the standard of services, human resources, equipment, buildings, and infrastructure. However there are some standards that still must be completed. The further analysis of external conditions such as the Government and BPJS policies must be considered to ascertain feasibility and ability of Awal Bros Panam Hospital to become class B hospital. Keywords: Hospitals, feasibility and ability, class C Hospital, class B Hospital, the National Health Insurance.
Read More
B-1851
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juanna Soehardy; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Vetty Yulianty Permanasari, Muhammad Baharuddin, Risa
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Juanna Soehardy Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul Tesis : Analisis KesiapanRumah Sakit Budi Kemuliaan dalam Perubahan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut Jaminan Kesehatan Nasional. Untuk melihat kesiapanRumah Sakit Budi Kemuliaan dalam Perubahan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL) Jaminan Kesehatan Nasional(JKN), maka peneliti mengadakan penelitian dengan analisis kualitatif dari tahun 20142016. Dilakukan wawancara mendalam dengan 8 informan yaitu : Pemilik Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Komite Medik, Ketua Tim Pengendali Jaminan Kesehatan Nasional, Kepala Unit MPKR Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Cabang Batam dan verifikator Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Selain itu dilakukan telaah dokumen yang relevan mengenai kesiapan organisasi, kesiapan sistem Administrasi, kesiapan Manajemen Keuangan, dan kesiapan manajemen Medis. Penelitian ini menemukan Rumah Sakit Budi Kemuliaan sudah melakukan beberapa kesiapan, yaitu : kesiapan organisasi (Keputusan Direksi, terbentuk Tim Pengendali Jaminan Kesehatan Nasional), kesiapan administrasi (Persyaratan menjadi FKTL dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), kesiapan manajemen keuangan (Sistem Tarif INA-CBG’s, keterlambatan klaim ke BPJS, Klaim yang direvisi, Pembayaran Jasa Medis Dokter), kesiapan manajemen medis  (Penyusunan clinical pathway), dan yang masih perlu dilakukan yaitu  pengurusan akreditasi baru, pengiriman klaim yang tepat waktu serta pengisian klaim yang tepat waktu, menyusun clinical pathway Staf Medik Fungsional Penyakit Dalam, Staf Medik Fungsional Anak, Staf Medik Fungsional Mata , Staf Medik Fungsional Saraf. Penelitian ini mengusulkan adanya kebijakan dari Direksi mengenai dokter-dokter harus mau mengisi resume medis tepat waktu, membuat diagnosa yang tepat, menyusun clinical pathway,  adanya Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang terintegrasi, mengurus akreditasi baru versi 2012. Kata kunci : Keterlambatan klaim, Klaim yang direvisi, clinical pathway.


ABSTRACT Name : Juanna Soehardy Study Programe : Hospital Administration Public Health Faculty University of Indonesia Thesis Title : Readiness Analysis Hospital Budi Kemuliaan in changes as anAdvanced Health Facilities National Health Insurance To see the readiness Hospital Budi Kemuliaan in the Amendment as Advanced Health Facilities National Health Insurance, the researchers conducted research with a qualitative analysis of the years 2014-2016. Conducted in-depth interviews with eight informants: Own Hospital Budi Kemuliaan, Director, Deputy Director, Chairman of the Medical Committee, Chairman of the National Health Security Control Team, Head of Unit MPKR Social Security Agency and Health Branch Batam verifier Social Security Agency of Health. Additionally conducted study of relevant documents concerning the readiness of the organization, system readiness Administration, Financial Management preparedness and readiness of medical management. This study found the Hospital Budi Kemuliaan already done some preparation, namely: the readiness of the organization (Decision of the Board of Directors, formed Control Team National Health Insurance), the readiness of administration (Conditions become FKTL of BPJS), readiness of financial management (System Rates INA-CBG's, delay claims to BPJS, claims revised, Payment Services medical Doctor), readiness of medical management (preparation of clinical pathways), and that still needs to be done, namely the maintenance of a new accreditation, sending claims on time and charging claims timely, compiling clinical pathways SMF Disease , SMF Child, Eyes SMF, SMF Neuroscience. This study proposes a policy of the Board of Directors of the doctors have to fill in a timely medical resume, make a proper diagnosis, compiling clinical pathways, their SIMRS integrated, the new 2012 version takes care accreditation. Keywords: Delay claims, claims revises, clinical pathway

Read More
B-1843
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Regina Frety Veronica; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Fenderia Laorensi S.
Abstrak: Era JKN sudah menjadi isu nasional bagi Negara Indonesia sejak lama. Rumahsakit sebagai penyedia layanan kesehatan harus segera berbenah diri. Denganskema pembayaran yang berubah dari fee for services menjadi Case based groupmenuntut rumah sakit untuk berlaku efisien dalam menggunakan sumber dayaseperti: obat dan tindakan medis maupun penunjang medis. Siloam HospitaslBalikpapan mengalami selisih dalam penagihan oleh karena itu dilakukan analisaterhadap faktor-faktor yang merugikan keuangan dengan metode perbandinganpada clinical pathway dan metode kualitatif pada informan. Didapatkan bahwaclinical pathway yang ada belum menjadi pengendali mutu dan biaya. Sehinggaharus dilakukan review terhadap penggunaan clinical pathway karena dibutuhkanpengendali biaya dan mutu dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit khususrumah sakit dengan skema pembayaran Case based group.Kata kunci:JKN, Clinical Pathway, Tarif, Efisiensi
JKN era has become a national issue for the State Indonesia since long time .Hospital as a health care provider must immediately improve itself . By changingthe scheme of payment of fees for services became Case -based group requireshospitals to apply efficient use of resources such as drugs and medical proceduresand medical support . Siloam Hospitals Balikpapan has difference in billingtherefore conducted an analysis of the factors that the financial adverse by themethod of comparison on clinical pathways and qualitative methods to informant .It was found that the existing clinical pathways have not become a controllingquality and costs . So it should be a review of the use of clinical pathways becauseit takes control of cost and quality in health care in special hospitals hospitals withCase payment scheme based group.Key words :JKN , Clinical Pathway , Tariff , Eficiency
Read More
B-1737
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syah Benny Putra; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Jaslis Ilyas, Anhari Achadi, Amila Megraini, Budi Hartono
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang hubungan komponen quality of work lifedengan kinerja perawat di bagian keperawatan Rumah Sakit Budi KemuliaanBatam Era Jaminan Kesehatan Nasional Tahun 2015.Metodologi penelitian bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitianini untuk melihat hubungan antara sembilan komponen variabel independenQuality of Work Life yaitu : keterlibatan karyawan, kompensasi, rasa amanterhadap pekerjaan, keselamatan lingkungan kerja, rasa bangga terhadap institusi,pengembangan karir, fasilitas, penyelesaian masalah dan komunikasi dengankinerja perawat di Bagian Keperawatan Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam.Responden berjumlah 100 perawat.Karakteristik responden dari umur terbanyak usia 20-29 tahun (40%) dan30-39 tahun (39%), pendidikan rata-rata D3 keperawatan (87%), status pegawaiterbanyak adalah pegawai tetap (88%) dan lama bekerja terbanyak diatas3 tahun (59%). Analisis bivariat dengan Chi Square dan uji korelasiSpearman didapatkan hubungan yang signifikan dengan kinerja perawatadalah komponen keterlibatan karyawan, kompensasi dan keselamatan lingkungankerja. Analisis lanjut regresi logistik didapatkan komponen yang mempunyaihubungan signifikan adalah keterlibatan karyawan, kompensasi, rasa amanterhadap pekerjaan, keselamatan lingkungan kerja, pengembangan karir.
Kata kunci : QWL, Kinerja
This Research assess the relationship between Quality Of Work Life(QWL) components and the performance of nurses in the Budi KemuliaanHospital Batam Era National Health Insurance 2015.Research metodology : quantitative, cross-sectional design. These QWLcomponents are employee participation, compensation, job security, workenvironment safety, a sense of pride in the institution, career development,facilities, conflict resolution and communication.Respondents were amounted to 100 nurses.The age of majority of respondents is 20-29 years (40%) and 30-39 years(39%) average education is Diploma o f n u r s i n g (87%), the statusof most employees are permanent employee (88%) and working periode isover 3 years (59%). Bivariate analysis with Chi Square and Spearmancorrelation test found a significant relationship between components ofemployee participation, compensation and work environment safety with thenurses performance. Further multiple logistic analysis found asignificant relationship between components of employee participation,compensation, job security, work environment safety and career development withthe performance of nurses.
Keywords : Quality of Work Life, Performance
Read More
B-1828
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Weny Rinawati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Andi Basuki Prima B., Kemal Imran
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Weny Rinawati Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Analisis biaya perawatan stroke berdasarkan Clinical Pathway di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta dalam pelayanan pasien Jaminan Kesehatan Nasional Latar belakang. Masalah yang sering dihadapi pada pelayanan pasien Jaminan Kesehatan Nasional adalah kesenjangan biaya perawatan pasien stroke dengan tarif INA-CBGs. Hal ini terkait dengan biaya perawatan dan Clinical Pathway. Tujuan. Mengetahui biaya perawatan pasien stroke di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional. Metoda. Penelitian kuantitatif deskriptif mengikutsertakan 277 subjek penyakit stroke yang diperoleh di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta selama Januari – Juni 2015. Biaya perawatan stroke dihitung berdasarkan biaya satuan (unit cost) dengan menggunakan metode activity based costing dan Clinical Pathway. Hasil. Biaya satuan perawatan stroke iskemik dan stroke hemoragik berdasarkan Clinical Pathway, dengan memperhitungkan biaya investasi dan biaya gaji, tanpa memperhitungkan jasa medis berturut-turut adalah Rp 311,860,860.83 dan Rp 585,083,610.01; dengan memperhitungkan biaya investasi, biaya gaji, dan jasa medis berdasarkan tarif rumah sakit adalah Rp 321,682,940.73 dan Rp598,929,450.01; dengan memperhitungkan biaya investasi, biaya gaji, dan jasa medis berdasarkan tarif IDI adalah Rp 318,360,860.73 dan Rp 594,333,610.01; tanpa memperhitungkan biaya investasi, biaya gaji, dan jasa medis adalah Rp30,361,681.00 dan Rp25,698,199.46; tanpa memperhitungkan biaya investasi dan biaya gaji, tetapi memperhitungkan jasa medis berdasarkan tarif rumah sakit adalah Rp 40,183,761.00 dan Rp 39,544,199.46; tanpa memperhitungkan biaya investasi dan biaya gaji, tetapi memperhitungkan jasa medis berdasarkan IDI adalah Rp 36,861,681.00 dan Rp 34,948,199.46. Simpulan: Dijumpai selisih biaya perawatan berdasarkan biaya satuan dan Clinical Pathway, baik yang memperhitungkan biaya investasi, gaji, dan jasa medis, maupun tanpa memperhitungkan biaya investasi, gaji, dan jasa medis, dengan tarif layanan existing dan tarif INA-CBGs Kata kunci : biaya, Clinical Pathway, INA-CBGs, stroke


ABSTRACT Name : Weny Rinawati Study Program : Hospital Administration Title : Cost of stroke treatment based on Clinical Pathway in National Brain Center Hospital, Jakarta Background. Problem often encountered in patient care National Health Insurance is the gap between the cost of stroke treatment with INA-CBGs tariff. This is related to the cost of treatment and the Clinical Pathway. Aim. Knowing the cost of stroke treatment in the National Brain Center Hospital Jakarta. Methods. Descriptive quantitative study involving 277 subjects stroke obtained at the National Brain Center Hospital Jakarta during January - June 2015. The cost of stroke treatment are calculated based on the unit cost using activity-based costing method and Clinical Pathway. Results. The unit cost of ischemic stroke and hemorrhagic stroke treatment by Clinical Pathway, taking into account investment costs and salary costs, regardless of medical services is IDR 311,860,860.83 and IDR 585,083,610.01; taking into account investment cost, salary cost, and medical services tariff based hospital is IDR 321,682,940.73 and IDR 598,929,450.01; taking into account investment cost, salary cost, and medical services tariff based IDI is IDR 318,360,860.73 and IDR 594,333,610.01; without taking into account investment cost, salary cost, and medical services are IDR 30,361,681.00 and IDR 25,698,199.46; without taking into account the investment cost and salary cost, but taking into account medical services tariff based hospital is IDR 40,183,761.00 and IDR 39,544,199.46; without taking into account the investment cost and salary cost, but taking into account medical services tariff based IDI is IDR 36,861,681.00 and IDR 34,948,199.46. Conclusion. Found difference in the cost of stroke treatment is based on unit cost and Clinical Pathway, both of which take into account the investment, salaries, and medical services cost, and without taking into account investment, salaries, and medical services cost, with existing services and tariff rates INA-CBGs Keywords: Clinical Pathway, cost, INA-CBGs, stroke

Read More
B-1786
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive