Ditemukan 36447 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nissa Thoyyiba Oktavia; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Anies Irawati
Abstrak:
Menyusui adalah kegiatan dimana bayi menerima ASI langsung dari payudara maupun ASI perah. Ibu yang sedang menyusui sebaiknya meningkatkan asupan gizinya karena terjadi peningkatan kebutuhan gizi ibu saat menyusui dibandingkan saat hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan perilaku makan ibu hamil dan menyusui dalam rangka pemenuhan kebutuhan gizinya. Penelitian yang dilakukan di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok tahun 2015 ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode RAP (Rapid Assessment Procedure). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi ibu menyusui yang memberikan ASI predominan secara umum lebih tinggi dibanding ibu menyusui yang memberikan ASI parsial, meski keduanya cenderung mengalami penurunan konsumsi saat menyusui dibanding saat hamil. Faktor individu yang membedakan antara ibu menyusui yang memberikan ASI predominan dan parsial adalah umur, pengetahuan, motivasi, dan keadaan kesehatan selama menyusui. Sedangkan, faktor lingkungan yang mempengaruhi adalah perawatan pranatal, kurangnya peran tenaga kesehatan dalam menyampaikan informasi, pentingnya peran keluarga, keterpaparan terhadap media dan kemudahan dalam mengakses makanan. Kata Kunci : Perilaku Makan, Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Metode Kualitatif
Read More
S-8683
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sispa Nuradiana; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Endang Laksiminingsih Achadi, Doddy Izwardy
Abstrak:
Tujuan umum peneltian ini untuk mengetahui Konsumsi Energi Ibu Saat Hamilsebagai Faktor Dominan terhadap Konsumsi Energi Ibu selama Menyusui diKecamatan Beji, Depok Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif dengan desain studi cross-sectional, menggunakan data primer dansekunder terhadap 146 responden di Kecamatan Beji, Depok. Hasil penelitianmenujukkan rata-rata konsumsi ibu menyusui 1949,56 kkal/hari dan 71,2% ibumenyusui mengonsumsi energi < 80% AKG. Analisis bivariat menunjukkanadanya hubungan karakteristik ibu (usia, paritas, dan pengetahuan tentang ASI),konsumsi energi saat hamil, status gizi postpartum, dan karakteristik sosialekonomi (pendidikan, status bekerja, dan biaya makan keluarga) terhadapkonsumsi energi ibu menyusui. Analisis multivariat menunjukkan konsumsienergi ibu saat hamil sebagai faktor dominan terhadap konsumsi energi ibu selamamenyusui. Terlihat konsistensi rendahnya pola konsumsi ibu saat hamil danmenyusui. Peneliti menyarankan agar pemerintah mempromosikan pentingnyapeningkatan konsumsi energi ibu saat periode kehamilan sampai periodemenyusui.Kata kunci: konsumsi energi, ibu menyusui
Literature describing energy intake of lactating mothers in Indonesia is still lowand does not meet the nutritional needs based on the Recommended DietaryAllowances. The first objective of this study was to determine energycomsumption of pregnant women as a dominant factor on energy consumption oflactating women in beji district, depok 2016. The study included 146 lactatingmother in Beji District. The results showed association between maternalcharacteristics (age, parity and breastfeeding knowledge), energy consumptionduring pregnancy, postpartum nutritional status, and socio-economics status(education, maternal work status, and family meal expenses) towards maternalenergy consumption during lactation, as energy consumption during pregnancy isthe dominant factor.Keywords: energy consumption, lactating women.
Read More
Literature describing energy intake of lactating mothers in Indonesia is still lowand does not meet the nutritional needs based on the Recommended DietaryAllowances. The first objective of this study was to determine energycomsumption of pregnant women as a dominant factor on energy consumption oflactating women in beji district, depok 2016. The study included 146 lactatingmother in Beji District. The results showed association between maternalcharacteristics (age, parity and breastfeeding knowledge), energy consumptionduring pregnancy, postpartum nutritional status, and socio-economics status(education, maternal work status, and family meal expenses) towards maternalenergy consumption during lactation, as energy consumption during pregnancy isthe dominant factor.Keywords: energy consumption, lactating women.
S-9157
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Puji Triwijayanti; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Endang L. Achadi, Tri Handari
S-7471
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ratih Puspitaningtyas Purbaningrum; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Ruri Harini
Abstrak:
Kebutuhan gizi busui meningkat tetapi busui kerap gagal untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi penurunan asupan makan busui. Penelitian ini bertujuan untuk menggali berbagai faktor predis posisi,pemungkin, dan pendorong yang berkaitan dengan penurunan asupan makan busui di Puskesmas Beji, Depok. Disain studi adalah kualitatif. Informan yang dipilih adalah 24 ibu bayi yang berusia >6 bulan dan dibagi berdasarkan pola menyusuinya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam serta dilakukan triangulasi sumber data pada suami/ibu, bidan, dan petugas gizi serta triangulasi metode dengan observasi. Ibu yang ASI predominan asupan makannya lebihbanyak. Umumnya busui tidak mengkonsumsi susu dan suplemen. Ibu yang ASI predominan umurnya lebih tua, lebih tinggi paritasnya, dan lebih sedikit mempunyai pantangan makan daripada ibu yang ASI parsial. Pengetahuan,motivasi, sikap, dan kepercayaan ibu adalah faktor predisposisi yang berpengaruh pada penurunan asupan makan ibu menyusui sedangkan perawatan kehamilan menjadi faktor pemungkin yang tampak menyebabkan asupan makan busui menurun. Dari faktor pendorong, tenaga kesehatan dan media tampak berpengaruh pada penurunan asupan makan busui. Orang tua memberikan pengaruh yang besar terkait kepercayaan dan pola makan makan busui. Perlubantuan tenaga kesehatan untuk memberikan informasi peningkatan kebutuhan gizi kepada busui dan keluarganya serta melakukan promosi tentang gizi menyusui lewat berbagai media.Kata kunci: asupan makan; gizi menyusui; ibu menyusui; laktasi
Read More
S-7754
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rheta Veda Nugraha; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Triyanti, Zakiah
Abstrak:
Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor dominan terhadap kejadian obesitas balita usia 25-59 bulan di Kelurahan Kukusan Kecamatan Beji Kota Depok. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional.Uji statistik menggunakan ujichi-square untuk analisis bivariat dan uji regresi logistik ganda untuk analisis multivariat.Besar sampel yang diteliti sejumlah 96 balita. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 10,4% balita usia 25-59 bulan mengalami obesitas. Variabel yang memiliki hubungan bermakna yaitu ASI eksklusif, waktu pemberian MPASI pertama, durasi pemberian ASI, asupan energi, dan obesitas orangtua. Variabel yang menjadi faktor dominan pada kejadian obesitas balita usia 25-59 bulan di Kelurahan Kukusan adalah obesitas orangtua.
The aim was to determine the most dominant factor on the incidence of childhood obesity aged 25-59 months in Kukusan, Beji,Depok. Cross-sectional design was used in this study. The statistical test used is chi-square for bivariate analysis and multiple logistic regressions for multivariate analysis. Total samples were 96 children. Results showed that 10,4% children aged 25-59 months are obese. Variables that significantly related were exclusive breastfeeding, timing of the first complementary foods, breastfeeding duration, energy intake, and parental obesity. Variable which became the dominant factor in childhood obesity incidence aged 25-59 months in Kukusan was parental obesity.
Read More
S-8865
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bonnita Nur Kamila; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Trini Sudiarti
Abstrak:
Read More
Status gizi ibu menyusui berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) penting untuk diperhatikan karena hal ini berimplikasi pada kesehatan ibu dan anak. Status gizi ibu menyusui merupakan faktor risiko penting pada produksi Air Susu Ibu (ASI) yang penting terhadap pemenuhan gizi bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proporsi status gizi ibu menyusui serta karakteristik dan asupan ibu menyusui dan analisis hubungannya di kelurahan terpilih Kecamatan Sawangan, Kota Depok tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang menggunakan data sekunder. Pengambilan data primer dilakukan pada bulan Juli 2022 hingga Februari 2023. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebagian besar ibu menyusui berada dalam kategori status gizi gemuk (52,9%) dan disusul ibu dengan status gizi tidak gemuk (47,1%). Tidak ada hubungan signifikan antara status gizi ibu menyusui dengan usia ibu, tingkat pendidikan, status bekerja, kecukupan asupan energi, kecukupan asupan protein, kecukupan asupan lemak, kecukupan asupan karbohidrat, riwayat penyakit selama kehamilan, paritas, pendapatan rumah tangga, dan pengetahuan ibu. Terdapat hubungan signifikan antara status gizi ibu menyusui dan dukungan suami terhadap konsumsi ibu (p-value = 0,049). Hal ini menunjukkan diperlukan penguatan edukasi gizi berbasis keluarga serta peningkatan keterlibatan suami dalam mendukung pola makan dan kesehatan ibu menyusui guna mencegah risiko status gizi gemuk dan dampaknya terhadap kesehatan ibu dan bayi.
The nutritional status of breastfeeding mothers based on Body Mass Index (BMI) is important to note as it has implications for the health of the mother and child. The nutritional status of breastfeeding mothers is an important risk factor for the production of breast milk which is important for fulfilling infant nutrition. This study aims to describe the proportion of nutritional status among breastfeeding mothers, as well as their characteristics and dietary intake, and to analyze the associated factors in several selected sub-districts in Sawangan District, Depok City in 2023. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design using secondary data. The data was collected from July 2022 to February 2023. Data analysis showed that most breastfeeding mothers were in the category of overweight nutritional status (52,9%) dan followed by mothers with non-overweight nutritional status (47,1%). There was no significant relationship between the nutritional status of breastfeeding mothers and the mother's age, education level, employment status, adequacy of energy intake, protein intake, fat intake, & carbohydrate intake, history of illness during pregnancy, parity, household income, and mother’s knowledge. There was significant relationship between husband's support for maternal consumption and the nutritional status of breastfeeding mothers (p-value = 0,049). These findings indicate the need to strengthen family-based nutrition education and increase husbands’ involvement in supporting the dietary practices and health of breastfeeding mothers to prevent the risk of overweight nutritional status and its impact on maternal and infant health.
S-12187
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Emalia Suryani; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Endang Laksminingsih, Anies Irawati, Yosnelli
Abstrak:
Rekomendasi angka kecukupan gizi menunjukan lebih tingginya kebutuhan energi dan protein saat laktasi dibandingkan saat hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi energi dan protein pada ibu menyusui di Kecamatan Beji Depok tahun 2016. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari studi intervensi gizi (Fikawati, 2015) yang menggunakan design penelitian kohort prospective pada ibu menyusui di Kota Depok. Sampel penelitian berjumlah 201 ibu menyusui yang dipantau hingga 6 bulan postpartum sejak Juni 2015-Juli 2016. Penelitian ini dilakukan secara cross sectional menggunakan analisis uji chi-square. Variabel yang diteliti adalah usia ibu, paritas, jumlah balita, frekuensi menyusui, konsumsi energi ibu saat hamil, status gizi ibu postpartum, pendidikan, status bekerja ibu, dan pengeluaran biaya makanan keluarga. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan bermakna antara konsumsi energi ibu hamil dengan konsumsi ibu menyusui dan konsumsi protein ibu hamil dengan konsumsi ibu menyusui. Ibu yang konsumsi energi saat hamilnya rendah beresiko 6 kali lebih besar untuk mengonsumsi energi yang rendah selama menyusui setelah dikontrol dengan variabel status gizi ibu postpartum dan status ibu bekerja ibu yang konsumsi protein saat hamilnya rendah beresiko 2 kali lebih besar untuk mengonsumsi protein yang rendah selama menyusui. Direkomendasikan perlunya informasi kepada ibu tentang pentingnya konsumsi energi dan protein saat menyusui karena kebutuhannya yang tinggi penting dalam produksi ASI selama periode menyusui. Kata kunci : konsumsi energi dan protein, ibu menyusui Recommended nutritional adequacy rates show higher energy and protein requirements during lactation than during pregnancy. In fact, lactating mothers consumed lower energy and protein. This study aims to determine factors related to energy and protein consumption in lactating mothers in Beji Depok sub-district in 2016. This study used secondary data from a nutrition intervention study (Fikawati, 2015) using a prospective cohort study design in lactating mothers in Kota Depok. The sample of the study were 201 breastfeeding mothers who were monitored for up to 6 months postpartum from June 2015-July 2016. This study was conducted cross sectional using chi-square test analysis. The variables studied were maternal age, parity, number of infants, breastfeeding frequency, maternal energy consumption during pregnancy, postpartum maternal nutritional status, education, mother's working status, and family food expenses. The results showed a significant relationship between energy consumption of pregnant women with the consumption of breastfeeding mothers and protein consumption of pregnant women with breastfeeding mothers consumption. Mothers with low energy consumption during pregnancy are 6 times more likely to consume low energy during breastfeeding after controlled by maternal postpartum status variables and maternal working mother status when protein consumption at low pregnancy is twice as likely to consume low protein during breastfeeding . It is recommended that mother be informed of the importance of energy and protein consumption while breastfeeding because of the high importance of breast milk production during the breastfeeding period. Keywords : energy and protein consumption, lactating mothers
Read More
T-4991
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nuha Mufidah; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Endang Laksminingsih Achadi, Doddy Izwardi
Abstrak:
Target cakupan ASI eksklusif oleh Kemenkes RI sebesar 50% masih sulit
dilaksanakan. Berbagai studi menunjukkan bahwa prevalensi ASI eksklusif di
Indonesia masih rendah. Pada kenyataannya, jumlah bayi yang benar-benar
mendapat ASI eksklusif jauh lebih sedikit dari angka nasional sehingga dalam
penelitian ini digunakan istilah ASI predominan. Namun, kampanye ASI eksklusif
perlu terus dilanjutkan karena setidaknya akan meningkatkan prevalensi ASI
predominan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang
berhubungan dengan lama pemberian ASI predominan di Kecamatan Beji, Depok
tahun 2016. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross
sectional yang dilakukan pada 140 orang ibu menyusui. Uji yang dilakukan
adalah uji chi-square untuk analisis bivariat, serta uji regresi logistik ganda untuk
analisis multivariat. Hasil menunjukkan bahwa ibu dengan tingkat pendidikan
yang rendah, status ekonomi kurang mampu, asupan energi <80% AKG (<2080
kkal/hari), serta asupan protein dan lemak <80% AKG akan berisiko untuk
memberikan ASI predominan kurang dari 6 bulan. Asupan energi ibu menyusui
merupakan faktor dominan (OR = 5,42) terhadap lama pemberian ASI
predominan. Selama 6 bulan pertama menyusui, ibu yang asupan energinya <80%
AKG (<2080 kkal/hari) berisiko 5 kali lebih besar untuk memberikan ASI
predominan kurang dari 6 bulan dibandingkan dengan ibu yang asupan energinya
≥80% AKG (≥2080 kkal/hari). Sangat penting melakukan peningkatan asupan
energi selama menyusui sesuai anjuran, sebab gizi pada ibu menyusui sangat erat
hubungannya dengan produksi ASI. Hasil ini diharapkan dapat memberikan
masukan untuk program dan kebijakan promosi kesehatan, khususnya yang
berkaitan dengan pemberian ASI eksklusif di Indonesia serta memberi masukan
kepada ibu menyusui untuk meningkatkan asupan energinya selama menyusui
agar semua ibu bisa memberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan.
Kata kunci: asupan energi, ibu menyusui, ASI predominan
Read More
S-9099
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Novia Choiri Insani; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Salimar
S-8863
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anisa Ilhami Irgananda; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Eka Rosiyati, Fadila Wirawan
Abstrak:
Read More
Pada masa kehamilan terjadi peningkatan kebutuhan gizi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil asupan energinya belum mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecukupan energi ibu hamil di kelurahan terpilih di Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional menggunakan data sekunder dan analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik ganda. Terdapat 225 orang ibu hamil dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil di kelurahan terpilih di Kecamatan Sawangan mengalami ketidakcukupan energi (63,1%). Asupan energi dan zat gizi makro dari makanan (p-value 0,000), konsumsi minuman khusus ibu hamil (p-value 0,026), pengetahuan ibu (p-value 0,006), frekuensi makan (p-value 0,001), dan keragaman makan (p-value 0,019) merupakan faktor yang berhubungan dengan kecukupan energi ibu hamil. Faktor dominan yang berhubungan dengan kecukupan energi ibu hamil adalah konsumsi minuman khusus ibu hamil. Ibu hamil yang tidak mengonsumsi minuman khusus ibu hamil berisiko 9,086 kali lebih tinggi untuk mengalami ketidakcukupan energi dibandingkan dengan ibu yang tidak mengonsumsi setelah dikontrol oleh variabel asupan energi dan zat gizi makro, pengetahuan ibu, frekuensi makan, dan keragaman makan. Oleh karena itu perlu dilakukan intervensi berupa pemberian edukasi untuk mengonsumsi makanan secara teratur dan menerapkan gizi seimbang dalam kebiasaan makan.
During pregnancy, energy and nutrient requirements increase. Several studies have shown that pregnant women have inadequate energy intake. This study aims to determine factors with energy adequacy of pregnant women at selected village in Sawangan Sub District, Depok City. This quantitative research with cross-sectional study design used secondary data, and data analysis was conducted using Chi-square test and multiple logistic regression. There were 225 pregnant women in this study. The results of this study showed that the majority of pregnant women in selected villages in Sawangan Subdistrict experienced energy deficiency (63.1%). Energy and macronutrient intake from meal (p-value 0,000), consumption of commercial milk formula-pregnant (p-value 0.026), maternal knowledge (p-value 0.006), meal frequency (p-value 0.001) and dietary diversity (p-value 0.019) were factors associated with energy adequacy of pregnant women. The dominant factor associated with energy adequacy in pregnant women is consumption of commercial milk formula-pregnant. Pregnant women who did not consume commercial milk formula-pregnant had a 9.086 times higher risk of energy inadequacy compared to those who did, after controlled by energy and macronutrient intake from meal, maternal knowledge, meal frequency, and dietary diversity. For this reason, pregnant women need education about eating regularly and the importance of a balanced diet.
T-6891
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
