Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39366 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rayhanah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Triyanti, R. Danu Ramadityo
Abstrak: Journaling merupakan kegiatan menulis perasaan atau ekspresi emosional, pemikiran,dan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan seseorang yang dituangkan dalam sebuahjurnal atau diari. Pada bidang kesehatan, journaling digunakan sebagai alat intervensi,salah satunya dengan membuat food journal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiperubahan aktivitas fisik dan pemilihan makan beragam pada pengguna WhatsApp usiadewasa muda di DKI Jakarta dengan melakukan journaling. Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi quasi eksperimen denganpemberian materi gizi sebagai kontrol. Penelitian dilakukan pada 45 responden selama14 hari. Kelompok kontrol berjumlah 23 orang dan kelompok perlakuan yangmelakukan journaling berjumlah 22 orang. Data aktivitas fisik dan pemilihan makanberagam diambil sebanyak 2 kali, yakni sebelum penelitian dan setelah penelitianmenggunakan kuesioner mandiri online. Uji statistik yang digunakan untukmenganalisis hasil perubahan pada setiap kelompok adalah uji beda rata-rata. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perubahan bermakna pada keduakelompok (p>0,05).
Read More
S-9909
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisa Nurul Jannah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Asih Setiarini, Adhi Dharmawan Tato
Abstrak: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perubahan pengetahuan,sikap, dan perilaku gizi seimbang pada pengguna Facebook Indonesia denganmedia teks, komik dan video. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimendengan teks sebagai kontrol. Penelitian ini dilakukan kepada 84 respondenterpilih. Kelompok teks berjumlah 25 orang, kelompok komik berjumlah 28orang, dan kelompok video berjumlah 31 orang. Pengambilan data dilakukansebanyak 3 kali selama 4 minggu yang terdiri dari 1 kali pre test dan 2 post test.Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis hasil perubahan pada setiapkelompok adalah ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatanpengetahuan pada kelompok teks, peningkatan pengetahuan pada kelompokkomik, dan peningkatan pengetahuan dan sikap pada kelompok video (p<0,05).
Kata Kunci : Gizi Seimbang, Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Teks, Komik, Video.
Read More
S-9146
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rofiiah Darajat Nurfadhilah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Fajrinayanti
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pola makan pada masyarakat dewasa DKI Jakarta selama pandemi COVID-19 dibandingkan dengan sebelum pandemi COVID-19 berdasarkan variabel usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, anggota rumah tangga, dan pendapatan menggunakan kuesioner online. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan crosssectional dengan subjek pada penelitian ini masyarakat dewasa di DKI Jakarta yang berusia 20-45 tahun dengan menggunakan teknik purposive dan snowballing sampling. Hasil menunjukkan sebagian besar masyarakat dewasa di DKI Jakarta memiliki perubahan pola makan menjadi tidak sehat selama pandemi COVID-19 (41,8%).
Read More
S-10636
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Nur Sarah Sudrajat; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Endang L. Achadi, Agus Triwinarto
Abstrak: Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian hipertensi dengan berbagai faktor risiko yang mencakup karakteristik demografi, status gizi, gaya hidup, pola diet, dan stres di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2018. Desain penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan menggunakan data sekunder Riskesdas 2018. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juli 2021. Populasi pada penelitian ini adalah dewasa muda usia 19-24 tahun di Provinsi Kalimantan Selatan. Total sampel yang termasuk dalam kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 1.459 sampel.Kejadian hipertensi dianalisis untuk diketahui prevalensi hipertensi sistolik, diastolik, dan gabungan (sistolik dan diastolik) dan ditemukan hipertensi diastolik memiliki prevalensi paling tinggi (14,1%).
Read More
S-10711
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ariel Javelin; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Fatmah, Ekowati Rahajeng
S-9590
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Selvia Amelya; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Fathimah Sulistyowati Sigit, Kusharisupeni Djokosujono
S-11898
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yenny; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Sandra Fikawati, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Hera Nurlita, Satyawira Aryawan Deng
Abstrak:

Obesitas sentral yang merupakan kondisi kelebihan lemak yang terpusat pada daerah perut (visceral/intra-abdominal fat), menjadi salah satu masalah kesehatan yang penting karena merupakan faktor risiko utama sindrom metabolik seperti peradangan sistemik, hiperlipidemia, resistensi insulin, dan penyakit kardiovaskular yang termasuk di dalamnya penyakit jantung iskemik dan stroke. Prevalensi obesitas sentral sangat tinggi di Indonesia dan meningkat terus termasuk di DKI Jakarta. Berbagai penelitian menunjukkan diet nabati atau vegetarian memiliki risiko lebih rendah mengalami obesitas sentral dibandingkan dengan diet non-vegetarian. Penelitian mengenai obesitas sentral pada kelompok vegetarian masih terbatas di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian dan faktor risiko obesitas sentral pada vegetarian dan non-vegetarian usia dewasa 18-59 tahun di DKI Jakarta tahun 2025. Desain penelitian menggunakan cross-Sectional dengan metode penelitian kuantitatif. Total sampel adalah 161 orang yang terdiri dari vegetarian dan non-vegetarian berusia 18 – 59 tahun yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan di DKI Jakarta pada bulan Maret 2025.
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah obesitas sentral dan variabel independennya adalah jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan status pernikahan, jenis diet, asupan energi, asupan protein, asupan lemak, asupan karbohidrat, asupan serat, aktivitas fisik, durasi tidur, tingkat stres. Data antropometri yang diambil dalam penelitian ini adalah lingkar pinggang atau waist circumference (WC).
Hasil penelitian ini menunjukkan prevalensi kejadian obesitas sentral pada responden sebesar 59,6%, dengan prevalensi obesitas sentral pada responden non-vegetarian sebesar 71,7%, lebih tinggi dibandingkan dengan responden vegetarian 52,5%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas sentral dengan jenis kelamin (p-value = 0,033), jenis diet vegetarian dan non-vegetarian (p-value = 0,026), aktivitas fisik (p-value = 0,000) dan durasi tidur (p-value = 0,000). Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang paling paling dominan berhubungan dengan obesitas sentral adalah aktivitas fisik dengan nilai OR = 4,680 (95% CI: 2,001 – 10,948) setelah dikontrol oleh jenis kelamin, usia, jenis diet, asupan energi, asupan protein, asupan lemak, asupan karbohidrat, asupan serat dan durasi tidur.
Prevalensi obesitas sentral pada responden vegetarian menunjukkan angka cukup tinggi. Walaupun diet vegetarian kaya akan serat, antioksidan, fitokimia dan mikronutrien, dan cenderung lebih rendah kalori dan lemak jenuh dibandingkan dengan diet non-vegetarian, namun diet vegetarian belum menjamin pasti sehat bila pemilihan makanan dan juga gaya hidup yang dijalankan tidak sehat.


Central obesity, also known as abdominal obesity, is a condition characterized by excessive fat accumulation around the abdominal area (visceral/intra-abdominal fat). It has become a significant public health issue as it is a major risk factor for metabolic syndrome including systemic inflammation, hyperlipidemia, insulin resistance, and cardiovascular diseases including ischemic heart disease and stroke. Its prevalence in Indonesia is increasing, particularly in DKI Jakarta. Various studies indicate that plant-based or vegetarian diets are associated with a lower risk of central obesity compared to non-vegetarian diets. However, research on central obesity among vegetarians in Indonesia remains limited. This study aims to describe the incidence and risk factors of central obesity among vegetarian and non-vegetarian adults aged 18–59 in DKI Jakarta in 2025. This research uses a cross-sectional design with a quantitative approach. The total sample consists of 161 vegetarians and non-vegetarians selected through purposive sampling. Data collection was conducted in DKI Jakarta in March 2025. The dependent variable is central obesity, while the independent variables include sex, age, education level, marital status, type of diet, energy intake, protein intake, fat intake, carbohydrate intake, fiber intake, physical activity, sleep duration, and stress level. The anthropometric data measured were waist circumference (WC). The results showed that the prevalence of central obesity among respondents was 59.6%, with a higher prevalence in non-vegetarians (71.7%) compared to vegetarians (52.5%). Bivariate analysis indicated significant associations between central obesity and sex (p = 0.033), dietary type (vegetarian vs. non-vegetarian) (p = 0.026), physical activity (p = 0.000), and sleep duration (p = 0.000). Multivariate analysis revealed that physical activity was the most dominant factor associated with central obesity, with an OR = 4.680 (95% CI: 2.001–10.948) after controlling for sex, age, dietary type, energy intake, protein intake, fat intake, carbohydrate intake, fiber intake, and sleep duration. The relatively high prevalence of central obesity among vegetarian respondents suggests that although vegetarian diets are typically rich in fiber, antioxidants, phytochemicals, and micronutrients and tend to be lower in calories and saturated fat than non-vegetarian diets, they do not automatically guarantee health benefits if poor food choices and unhealthy lifestyle habits persist.

Read More
T-7395
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Damai Lestari; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Ahmad Syafiq, Trini Sudiarti, Eka Rosiyati, Putri Wardhani
Abstrak: Obesitas pada anak-anak telah menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat global paling serius yang mempengaruhi setiap negara di dunia di abad ke-21 ini. Dalam kurun waktu 40 tahun, terdapat peningkatan jumlah kegemukan dan obesitas pada anak usia sekolah dan remaja sebanyak lebih dari 10 kali lipat. Obesitas pada anak dapat menimbulkan berbagai dampak pada kesehatan fisik, kesejahteraan sosial dan emosional, kepercayaan diri, prestasi akademik, dan kualitas hidup anak. Obesitas pada anak berkaitan dengan berbagai kondisi seperti penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, hiperkolesterol, penyakit hati berlemak, asma, dan lain-lain. Obesitas pada anak juga berdampak pada kesehatan sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan kegemukan dan obesitas pada anak pra-sekolah dan anak sekolah usia 5-12 tahun di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan 1.136 sampel yang diperoleh dari total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pada kelompok usia 5-9 tahun, terdapat perbedaan proporsi status gizi ibu, status gizi ayah, dan perilaku konsumsi makanan gorengan/berlemak terhadap kejadian kegemukan dan obesitas. Pada kelompok usia 10-12 tahun dan 5-12 tahun, terdapat perbedaan proporsi jenis kelamin, status gizi ibu, dan status gizi ayah terhadap kejadian kegemukan dan obesitas. Faktor dominan kegemukan dan obesitas pada kelompok usia 5-9 tahun adalah perilaku konsumsi makanan gorengan/berlemak (OR=1,490, 95% CI=1,039-2,135). Faktor dominan kegemukan dan obesitas pada kelompok usia 10-12 tahun dan 5-12 tahun adalah status gizi ayah (OR= 1,956, 95% CI=1,339-2,857 dan OR=1,674, 95% CI=1,301-2,155). Edukasi gizi seimbang perlu digalakkan kepada orang tua dan anak untuk pencegahan dan pengendalian obesitas anak usia 5-12 tahun.
Childhood obesity has become one of the most serious global public health challenges affecting every country in the world in the 21st century. In a period of 40 years, the number of school-age children and teenagers increased more than 10-fold. Obesity in children has various impacts on children's physical health, social and emotional well-being, self-confidence, academic achievement and quality of life. Obesity in children is related to various conditions such as cardiovascular disease, type 2 diabetes, hypercholesterolemia, acute heart disease, asthma, and others. Obesity in children also has an impact on social and emotional health. This study aims to determine the dominant factors of overweight and obesity in pre-school children and school children aged 5-12 years in DKI Jakarta Province. This research uses secondary data sourced from the 2018 Basic Health Research (Riskesdas). The research design used was cross sectional with 1.136 samples obtained from total sampling based on inclusion and exclusion criteria. Bivariate analysis shows that in the 5-9 year age group, there are differences in the proportion of mother’s nutritional status, father’s nutritional status, and fried/fatty food consumption behavior on the incidence of overweight and obesity. In the 10-12 year and 5-12 year age groups, there are differences in the proportion of gender, mother's nutritional status, and father's nutritional status in the incidence of overweight and obesity. The dominant factor of overweight and obesity in the 5-9 year age group is the behavior of consuming fried/fatty foods (OR=1,490, 95% CI=1,039-2,135). The dominant factor for overweight and obesity in the 10-12 year and 5-12 year age groups is the father's nutritional status (OR= 1,956, 95% CI=1,339-2,857 and OR=1,674, 95% CI=1,301-2,155). Education on balanced nutrition needs to be encouraged for parents and children to prevent and control obesity in children aged 5-12 years.
Read More
T-6943
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Layra Azkadzkiya Arradhin; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Sandra Fikawati, Khoirul Anwar
Abstrak:
Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah yang terus menerus tinggi di atas batas normal. Data saat ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan prevalensi hipertensi pada dewasa muda usia 25-34 tahun di Indonesia, tetapi banyak dewasa muda yang kurang menyadari jika mereka mengalami hipertensi sehingga hipertensi menjadi tidak terkontrol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran prevalensi hipertensi, hubungan antara hipertensi dengan faktor risiko hipertensi, serta mengetahui faktor dominan kejadian hipertensi pada dewasa muda usia 25-34 tahun di Provinsi Jawa Barat tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional menggunakan data sekunder SKI 2023 dengan sampel aktual sebanyak 6.105 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18,9% dewasa muda usia 25-34 tahun mengalami hipertensi. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin, status pekerjaan, konsumsi buah dan sayur, Indeks Massa Tubuh, lingkar perut, status konsumsi rokok, dan stres memiliki hubungan yang signifikan dengan hipertensi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa konsumsi buah dan sayur merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan hipertensi pada dewasa muda usia 25-34 tahun di Provinsi Jawa Barat tahun 2023 dengan nilai OR = 2,741 (95%CI: 1,449 – 5,182). Berdasarkan temuan tersebut, pemenuhan konsumsi buah dan sayur harian penting dalam pencegahan hipertensi pada dewasa muda, serta diperlukan lingkungan yang mendukung penerapan perilaku konsumsi buah dan sayur melalui implementasi program CERDIK, optimalisasi program Cek Kesehatan Gratis dan Posyandu ILP, serta kolaborasi lintas sektor untuk melaksanakan program pencegahan hipertensi di lingkungan kerja. 

Hypertension is a condition of continuously elevated blood pressure above the normal  threshold. Current data shows an increasing prevalence of hypertension among young adults  aged 25–34 years in Indonesia. However, many young adults are unaware if they have  hypertension, resulting in uncontrolled blood pressure. The purpose of this study was to  determine the prevalence of hypertension, the association between hypertension and its  various risk factors, and to determine the dominant factor contributing to hypertension  among young adults aged 25–34 years in West Java Province in 2023. The research design  used was cross-sectional using secondary data from SKI 2023 with an actual sample of 6.105  samples. The results showed that 18,9% of young adults aged 25-34 years had hypertension.  The results of bivariate analysis showed that gender, employment status, fruit and vegetable  consumption, Body Mass Index, abdominal circumference, cigarette consumption, and  stress had a significant association with hypertension. Multivariate analysis showed that fruit  and vegetable consumption was the dominant factor associated with hypertension in young  adults aged 25-34 years in West Java Province in 2023, with an odds ratio (OR) of 2,741  (95% CI: 1,449–5,182). Based on these findings, adequate daily consumption of fruits and  vegetables is essential for hypertension prevention among young adults. It is also necessary  to create supportive environments to implement fruit and vegetable consumption behavior  through the implementation of the CERDIK program, optimization of Integrated Primary  Health Services (ILP) through Posyandu, and collaboration to implement workplace-based  hypertension prevention programs.
Read More
S-11957
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiyani Rahmawati; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Ida Ruslita
S-8030
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive