Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36285 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Berly Nisa Srimaryati; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar, Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Tris Eryando; Fajrinayanti
Abstrak: Diabetes melitus merupakan salah satu dari empat Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi prioritas di dunia. Kasus diabetes di dunia terus meningkat, kebanyakan terjadi pada diabetes melitus tipe 2. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), bahwa prevalensi nasional diabetes tipe 2 di Indonesia pada usia >15 tahun, terjadi peningkatan yaitu dari 5,7% (2007), menjadi 6,9% (2013) dan terus meningkat menjadi 8,5% (2018). Sekitar 70% penyandang diabetes tipe 2 sering tidak menyadari penyakitnya, bahkan 25% baru menyadari bahwa sudah mengalami komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat perancangan prototipe Personal Health Records (PHR) dalam rangka pencegahan dan pengendalian faktor risiko diabetes melitus tipe 2. Metode penelitian ini menggunakan metode Systems Development Life Cycle (SDLC), melalui pendekatan Rapid Application Development (RAD) dengan teknik prototyping. Prototipe ini menyediakan informasi terkait diabetes, tersedianya menu data umum bagi pengguna, adanya data riwayat kesehatan, faktor risiko diabetes melitus tipe 2, dan rekomendasi kesehatan dalam bentuk kalimat dan video. Personal Health Record (PHR) berbasis android ini bisa menjadi salah satu tools untuk melakukan pencegahan dan pengendalian faktor risiko diabetes melitus tipe 2, pengguna bisa mengetahui lebih dini potensi terhadap penyakit diabetes melitus tipe 2, karena output yang muncul dapat melihat pengguna termasuk berisiko atau tidak, sesuai dengan kategori yang di inputkan. Penggunaan aplikasi ini sangat mudah dipahami dan berpusat pada individu, sehingga dapat mendorong perubahan perilaku kesehatan bagi pengguna
Read More
T-5709
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dedy Irawan; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Ratna Djuwita, Laurentia, Muhammad NoorFarid
Abstrak: Diabetes melitus tipe 2 telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius dan merupakan penyebab penting dari angka kesakitan, kematian, kecacatan dan kerugian ekonomi di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi prevalensi, faktor-faktor risiko dan model prediksi kejadian diabetes melitus tipe 2 di daerah urban Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Survei Riset Kesehatan Dasar 2007. Kriteria diagnostik menggunakan metode Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) menurut World Health Organization (WHO) 1999 dan American Diabetes Association (ADA) 2003. Dari 19.960 responden berusia 15 tahun keatas hanya 18.746 responden yang dianalisis. Analisis data menggunakan regresi logistik dengan desain sampel dua tahap.
 
Dari analisis data didapatkan prevalensi diabetes melitus sebesar 5,98% (95%CI 5,40% - 6,62%), prevalensi diabetes melitus tertinggi pada kelompok umur diatas 45 tahun sebesar 12,41% (95%CI 11,13% - 13,81%). Dengan mengontrol tingkat pendidikan, pekrjaan dan umur didapatkan odds ratio kegemukan sebesar 1,52 (OR = 1,52; 95%CI 1,27 - 1,82), odds ratio obesitas sebesar 2,40 (OR = 2,40; 95%CI 1,80 - 3,19) dan odds ratio obesitas sentral sebesar 1,92 (OR = 1,92; 95%CI 1,62 - 2,26). Dengan menghindari kejadian obesitas sentral dapat mencegah 22,6% (95% CI 18,2% - 26,5%) kejadian diabetes melitus tipe 2 di populasi, atau sekitar 474.922 kasus diabetes melitus dapat dicegah jika obesitas sentral diintervensi.
 

Diabetes mellitus type 2 is a serious public health problem in the world. Diabetes mellitus is also the main cause of morbidity, mortality, disability, and economic loss all over the world include development countries. The research objective is to estimate the diabetes mellitus prevalence, risk factors, and prediction model in urban areas of Indonesia. By analyzed The Indonesia Basic Health Research Survey 2007 that consist of 19,960 respondents aged above 15 years old who had Oral Glucose Tolerance Test (OGTT). Only 18,746 respondents had been analyzed. Logistic regression with two stage design sampling was used to analyze the data.
 
The result showed that diabetes mellitus prevalence was 5.98% (95%CI 5.40% - 6.62%), and the highest prevalence was 12.41% (95%CI 11.13% - 13.81%) in an above 45 year-old age group. We estimate odds ratio by adjusted education level, occupation and age. The odds ratio of overweight is 1.52 (OR = 1.52; 95%CI 1.27 - 1.82), the odds ratio of general obesity is 2.40 (OR = 2.40; 95%CI 1.80 - 3.19) and the odds ratio of central obesity is 1.92 (OR = 1.92; 95%CI 1.62 - 2.26). By prevent central obesity we could prevent 22.6% (95% CI 18.2% - 26.5%) the expected diabetes mellitus cases in the population, or above 474,922 diabetes mellitus cases could prevent.
Read More
T-3220
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriyani; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Yovsyah, Robert Meison Saragih
S-7380
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Latifatul Khoiriyah; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Wahyu Septiono, Iqbal Ridzi Fahdri Elyazar
Abstrak:
Latar belakang: Diabetes melitus tipe 2 masih menjadi masalah kesehatan global yang serius. Prevalensi DMT2 selalu meningkat dari tahun 2000-2021 yakni dari 4,55% menjadi 10,6%. Angka kematian DMT2 juga mengalami peningkatan sebanyak 57,94% dari tahun 2011 ke tahun 2021. Walaupun pemerintah sudah berupaya dalam mengendalikan DMT2, beban penyakit ini diproyeksikan meningkat hingga tahun 2045. DMT2 merupakan penyakit dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Beban penyakit DMT2 ini dapat tercermin dalam ukuran DALYs. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tren DALYs penyakit DMT2 dan faktor risikonya di Indonesia tahun 1990-2021. Metode: Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan data sekunder Global Burden of Disease 2021. Populasi dari penelitian ini adalan penduduk usia ≥ 35 tahun di 34 provinsi di Indonesia dengan unit analisis provinsi. Variabel dalam penelitian ini adalah DALYs DMT2, DALYs DMT2 akibat IMT tinggi, dan DALYs DMT2 akibat perilaku merokok. Hasil: Penelitian menjukkan DALYs DMT2 mengalami kenaikan sebesar 59,6% dari tahun 1990-2021. Faktor yang paling berkontribusi dalam DALYs DMT2pada tahun 2021 yaitu IMT tinggi (41,7%) dan perilaku merokok (15,8%). DALYs DMT2 yang disebabkan oleh faktor risiko tersebut juga mengalami kenaikan, dengan rincian 133,21% untuk IMT tinggi dan 69,2% untuk perilaku merokok. Kesimpulan: DALYs DMT2, DALYs DMT2 akibat IMT tinggi, dan DALYs DMT2 akibat perilaku merokok selalu meningkat dari tahun 1990-2021. Hal ini menunjukkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampak DMT2 yang masih rendah.

Background: Type 2 diabetes mellitus remains a serious global health problem. The prevalence of T2DM has always increased from 2000-2021, from 4.55% to 10.6%. The mortality rate of T2DM also increased by 57.94% from 2011 to 2021. Despite the government's efforts to control T2DM, the disease burden is projected to increase until 2045. T2DM is a disease with high mortality and morbidity. The disease burden of T2DM can be reflected in the DALYs measure. This study aims to examine the trend of T2DM disease DALYs and its risk factors in Indonesia from 1990 to 2021. Methods: This study used systematic review methods with secondary data from the Global Burden of Disease 2021. The population of this study was the population aged ≥ 35 years in 34 provinces in Indonesia. The variables in this study were T2DM DALYs, T2DM DALYs due to high BMI, and T2DM DALYs due to smoking behaviour. Results: The study showed that T2DM DALYs increased by 59.6% from 1990-2021. The most contributing factors to T2DM DALYs in 2021 were high BMI (41.7%) and smoking behaviour (15.8%). T2DM DALYs caused by these risk factors also increased, with 133.21% for high BMI and 69.2% for smoking behaviour. Conclusion: T2DM DALYs, T2DM DALYs due to high BMI, and T2DM DALYs due to smoking behaviour always increased from 1990-2021. This shows that public awareness of the impact of T2DM is still low.
Read More
S-11583
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyana Santika Sari; Pembimbing: Besral; Penguji: Iwan Ariawan, Artha Prabawa, Nita Mardiah, Eva Sulistiowati
Abstrak: Penderita obesitas di dunia terus meningkat tidak hanya di negara maju namun negara berkembang seperti Indonesia. Peningkatan kejadian obesitas ternyata juga sejalan dengan peningkatan kejadian Sindrom Metabolik (SM) salah satunya adalah Diabetes Mellitus Tipe 2. Pengukuran obesitas yang selama ini dilakukan belum akurat. ABSI menggabungkan hasil ukur lingkar pinggang dengan IMT dan tinggi badan sebagai upaya mencari indikator antropometri baru yang lebih valid dalam menggambarkan bahaya dari kegemukan dan obesitas. Sedangkan untuk memperkiraan kejadian Diabetes agar menjadi lebih akurat diperlukan durasi obesitas. Aktivitas fisik diduga menjadi faktor utama yang mempengaruhi kejadian obesitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain studi kohor retrospektif. Analisis penelitian menggunakan survival dengan regresi cox. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 2.591 orang dewasa dengan obesitas di 5 Kelurahan di Kota Bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan ketahanan terhadap DM Tipe 2 paling rendah terjadi pada orang obesitas yang melakukan aktivitas fisik rendah dibandingkan dengan yang beraktifitas sedang dan tinggi. Faktor lain yang mempengaruhi survival time antara lain umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, asupan karbohidrat, dan asupan lemak.
Read More
T-5712
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bangga Agung Satrya; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji: Artha Prabawa, Popy Yuniar, Ryza Jazid Baharuddin Nur, Umar Ruswandi
Abstrak:
Obesitas dapat dicegah, tetapi prevalensi obesitas di Indonesia terus meningkat. Saat ini telah berkembang kesehatan digital dan pemerintah Indonesia sudah memiliki program Gerakan Nusantara Tekan Angka Obesitas (GENTAS) Membuat rancang bangun prototipe aplikasi pencegahan dan pengendalian obesitas berbasis android untuk menekan prevalensi/insiden obesitas di Indonesia. Rancang bangun ini menggunakan pendekatan penelitian secara kualitatif dan menggunakan model pengembangan perangkat lunak System Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan prototyping dalam perancangan sistem informasi berbasis android. Basis data dan rancang bangun prototipe aplikasi berbasis android untuk pencegahan dan pengendalian obesitas yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat dan tenaga kesehatan (Konsultan Ahli Gizi dan Olahraga, Puskesmas dan Kementerian Kesehatan). Pada role untuk masyarakat terdapat fitur profile sehat ku untuk melihat status kesehatan pengguna, konsultasi, rekomendasi, artikel kesehatan, video dan kalkulator BMI. Dan role untuk tenaga kesehatan/admin terdapat fitur untuk mengakses dashboard, jawab konsultasi dan membuat artikel kesehatan. Data role masyarakat terhubung dengan role tenaga kesehatan. Rancang bangun prototipe ini memungkinkan masyarakat dan tenaga kesehatan untuk dapat melakukan pencegahan dan pengendalian obesitas di Indonesia.

Obesity is preventable, but obesity prevalence in Indonesia continues to increase. Currently, digital health has developed, and the Indonesian government already has Gerakan Nusantara Tekan Angka Obesitas (GENTAS) program. Create a prototype design and development for an Android-based application for obesity prevention and management to reduce the prevalence/incidence of obesity in Indonesia. This design uses a qualitative research approach and uses the System Development Life Cycle (SDLC) software development model with a prototyping approach in designing Android-based information systems. Database and prototype design of android-based application for obesity prevention and control that can be accessed by the whole community and health workers (Consultants of Nutrition and Sports Experts, Community Health Centers, and the Ministry of Health). In the community role, there is a health profile feature to see the user's health status, consultations, recommendations, health articles, videos, and a BMI calculator. And the health workers/administrator role has features to access the dashboard, answer consultations and create health articles. Community role data is connected with the role of health workers. The design and development of this prototype allows the public and health workers to be able to prevent and control obesity in Indonesia.
Read More
T-6558
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfiyana Yuliasari; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Rico Kurniawan, Emi Nurjasmi, Ario Baskoro
Abstrak:
Masalah kesehatan mental maternal merupakan tantangan utama dalam masalah kesehatan masyarakat secara global. Wanita secara umum lebih berisiko mengalami depresi selama kehamilan karena perubahan hormonal dan peran dalam hidupnya. Depresi antenatal yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko depresi postpartum dan komplikasi lain pada ibu dan bayi. Beberapa gejala depresi antenatal mirip dengan keluhan ketidaknyamanan yang dialami oleh ibu hamil sehingga gejala tersebut sering terabaikan dalam pemeriksaan antenatal care. Tidak adanya instrumen penilaian skrining depresi pada kehamilan juga membuat pelayanan kesehatan mental ibu hamil tidak dilakukan oleh bidan pada saat melakukan antenatal care di fasilitas kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem deteksi depresi antenatal dalam pelayanan kesehatan mental ibu hamil berbasis website. Penelitian ini dilakukan di UPT Puskesmas Rawat Inap Panjang Bandar Lampung dengan menggunakan metode pengembangan sistem prototyping. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan mental pada ibu hamil belum dilakukan dalam pelayanan antenatal care terpadu. Hasil akhir penelitian ini berupa prototipe sistem informasi yang mampu mendeteksi adanya risiko depresi pada ibu hamil dan mengkaji faktor risiko yang mungkin menjadi penyebab depresi pada ibu hamil. Dengan diketahuinya faktor risiko tersebut, bidan dapat memberikan intervensi yang tepat dalam mengurangi depresi antenatal.

Maternal mental health problem is a major challenge in global public health problems. Women are generally more at risk for depression during pregnancy because of hormonal changes and their role  changes in life. Untreated antenatal depression can increase the risk of postpartum depression and other complications for both mother and baby. Some symptoms of antenatal depression are similar to discomfort in pregnancy experienced by pregnant women so that these symptoms are often considered as normal discomfort in pregnancy. The absence of depression screening assessment instruments in pregnancy also makes mental health services for pregnant women not performed by midwives when conducting antenatal care in primary health facilities. This study aims to design an antenatal depression detection system in website-based mental health services for pregnant women. This research was conducted at the UPT Puskesmas Rawat Inap Panjang Bandar Lampung using a prototyping system development method. The results of this study indicate that mental health services for pregnant women have not been carried out in integrated antenatal care services. The final result of this research is a prototype of an information system that is able to detect the risk of depression in pregnant women and assess the risk factors that might be the cause of depression in pregnant women. By knowing these risk factors, midwives can provide appropriate interventions in reducing antenatal depression.

Read More
T-5951
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mujtahid; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Popy Yuniar, Rico Kurniawan, Umar Ruswandi
Abstrak:
"Penelitian pengembangan rancang bangun prototipe sistem informasi partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan penularan Coronavirus Disease (Covid-19) bertujuan dapat menyajikan data dan informasi pada tingkat kelurahan atau pemerintahan desa mengenai kesiapsiagaan mitigasi munculnya kasus Covid-19. Dengan situasi status pandemi Covid-19 belum berakhir sehingga perjuangan pencegahan dan penanggulangan penularan Covid-19 harus terus dilakukan. Semangat gotong royong dengan kebersamaan dari semua kalangan dan semua wilayah di Indonesia menjadi modal untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Kebijakan pemerintah yang fleksibel berdasarkan perkembangan kasus Covid-19 yang bertujuan untuk menekan kasus Covid-19 mendorong pelibatan partisipasi masyarakat pada tingkat individu dan masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan penularan Covid-19. Wujud upaya partisipasi masyarakat yaitu kesiapsiagaan pada tingkat kelurahan atau pemerintahan desa dalam pencegahan dan penanggulangan penularan Covid-19 merupakan upaya mitigasi munculnya kasus Covid-19. Rancang bangun prototipe sistem informasi partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan penularan Covid-19 menyediakan data dan informasi sebagai evidance bases aspek determinan kesehatan yang dapat memberikan gambaran tingkat partisipasi masyarakat dalam kesiapsiagaan pada tingkat kelurahan atau pemerintahan desa menjadi pelengkap tersedianya data dan informasi secara utuh dan kompherensif untuk dasar melakukan pemantau dan evaluasi dengan data layanan kesehatan yaitu data kasus Covid-19. Pada rancang bangun prototipe sistem informasi tersebut, kejadian kasus Covid-19 dapat dianalisa berdasarkan distribusi dan sebaran kesiapsiagaan upaya partisipasi masyarakat pada tingkat kelurahan/desa. Rancang bangun prototipe sistem informasi partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan penularan Covid-19 dapat menjadi acuan pengembangan sistem informasi mengukur partisipasi masyarakat pada kondisi kegawatdaruratan.

The research on the development of the design of an information system prototype for community participation in the prevention and control of coronavirus disease (Covid-19) transmission aims to provide data and information at the urban village or village level regarding preparedness to mitigate the emergence of the Covid-19 case. With the status of the Covid-19 pandemic that has not ended yet, the struggle to prevent and control the transmission of Covid-19 must continue. The spirit of mutual cooperation with togetherness from all levels of society in all regions in Indonesia is the capital to end the Covid-19 pandemic. A flexible government policy based on the development of the Covid-19 case aims to suppress the Covid-19 case by encouraging the involvement of the community at the individual and society levels to make efforts to prevent and control the transmission of Covid-19. The form of community participation efforts is preparedness at the urban village or village level in preventing and controlling the transmission of Covid-19 as a mitigation of the emergence of Covid-19 cases. The design of a prototype information system for community participation in the prevention and control of the transmission of Covid-19 is to provide data and information as evidence bases on aspects of health determinants that can provide an overview of the level of community participation in preparedness at the sub-district or village level to complete the availability of data and information as a whole and comprehensive as a basis for conducting monitoring and evaluation which is juxtaposed with health service data, namely data on Covid-19 cases. In the design of the information system prototype, the incidence of Covid-19 cases can be analyzed based on the distribution and spread of preparedness efforts for community participation at the urban village or village level. The design of the information system prototype for public participation in the prevention and control of the transmission of Covid-19 can be used as a reference for the development of an information system to measure community participation in emergency situations.
Read More
T-6549
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maritsa Putriniandi Az-Zahra; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Popy Yuniar, Uswatun Hasanah
Abstrak:
Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit tidak menular yang dapat diobati dan konsekuensinya dapat dihindari atau ditunda dengan pola makan, aktivitas fisik, pengobatan, serta skrining dan pengobatan komplikasi secara teratur. Namun, penyakit ini didiagnosis beberapa tahun setelah timbul sehingga komplikasi dan komorbid telah muncul dan menjadi kasus penyakit yang sering sekali masuk dalam daftar 10 besar penyakit yang menjalani rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keparahan dan komorbiditas terhadap lama rawat inap pasien diabetes melitus tipe 2 di FKRTL pada peserta BPJS Kesehatan tahun 2023, dengan dikontrol oleh variabel tipe FKRTL, kepemilikan FKRTL, segmentasi, kelas rawat, usia, dan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan data sampel BPJS Kesehatan 2023 dengan studi potong-lintang. Analisis yang dilakukan mencangkup analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat menghasilkan hubungan yang signifikan antara tingkat keparahan terhadap lama rawat inap (p-value= 0,001) dan hasil yang tidak signifikan untuk komorbiditas dengan lama rawat inap (p-value= 0,285). Tingkat keparahan sedang dan berat dan komorbiditas dengan skor CCI lebih dari sama dengan 1 beresiko lebih tinggi untuk menjalani lama rawat inap panjang dan beresiko lebih rendah untuk menjalani rawat inap pendek daripada ideal (RRR=4,95; 95%CI=0,82–29,85; RRR=0,46; 95%CI=0,29–0,72 | RRR=1,11; 95%CI= 0,25–4,92; RRR=0,67; 95%CI=0,41–1,10). Analisis multivariat untuk mengontrol variabel tipe FKRTL, kepemilikan FKRTL, segmentasi, kelas rawat, usia, dan jenis kelamin didapatkan hasil yang tetap signifikan antara tingkat keparahan dengan lama rawat inap setelah dikontrol oleh variabel tipe FKRTL dan kepemilikan FKRTL dan komorbiditas tetap tidak signifikan walaupun setelah dikontrol oleh variabel kontrol. Upaya peningkatan program deteksi dini klinis derajat tingkat keparahan dan komorbid DM tipe 2 agar tidak memperpanjang durasi rawat inap akibat komplikasi dan keparahan yang menimbulkan beban kesehatan yang berarti.


Type 2 diabetes mellitus is a non-communicable disease that can be treated, and its consequences can be prevented or delayed through proper diet, physical activity, medication, as well as regular screening and treatment of complications. However, this disease is often diagnosed several years after onset, by which time complications and comorbidities may have developed, making it one of the top 10 causes of hospitalizations. This study aims to determine the effect of severity and comorbidity on the length of hospital stay among patients with type 2 diabetes mellitus in advanced referral health facilities (FKRTL) among BPJS Kesehatan participants in 2023, controlled for variables such as FKRTL type, FKRTL ownership, segmentation, care class, age, and gender. This research used 2023 BPJS Kesehatan sample data with a cross-sectional study design. The analysis included univariate, bivariate, and multivariate methods. Bivariate analysis showed a significant relationship between severity and length of stay (p-value = 0.001), while comorbidities were not significantly associated with length of stay (p-value = 0.285). Moderate to severe severity and comorbidities with a CCI score of ≥1 were associated with a higher risk of prolonged hospitalization and a lower risk of short hospitalization compared to the ideal length of stay (RRR = 4.95; 95% CI = 0.82–29.85; RRR = 0.46; 95% CI = 0.29–0.72 | RRR = 1.11; 95% CI = 0.25–4.92; RRR = 0.67; 95% CI = 0.41–1.10). Multivariate analysis controlling for FKRTL type, FKRTL ownership, segmentation, care class, age, and gender showed that the association between severity and length of stay remained significant after controlling for FKRTL type and FKRTL ownership, while the association between comorbidity and length of stay remained insignificant even after adjusting for control variables. Efforts to enhance clinical early detection programs for the severity level and comorbidities of type 2 diabetes mellitus are necessary to prevent prolonged hospital stays due to complications and disease severity, which contribute to a significant healthcare burden.
Read More
S-12078
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fenny Virginia Sandra Dewi; Pembimbing: Meiwita Budiharsana; Penguji: R. Sutiawan, Yulia
Abstrak: Latar belakang: Diabetes Melitus tipe 2 tidak dapat disembuhkan. Edukasimerupakan salah satu penanganan DM tipe 2. Edukasi atau Diabetes SelfManagement Education (DSME) di rumah sakit tidak optimal berdampak padalama hari rawat yang panjang.
Tujuan: untuk mengetahui karakteristik pasienDM tipe 2 di RSUP NTB tahun 2012-2013, serta mengukur asosiasi sederhana DSME terhadap lama hari rawat pasien di RSUP NTB. Desain dan
Metode: Tinjauan secara retrospektif terhadap 199 rekam medis pasien DM tipe 2.
Hasil: DSME disampaikan oleh perawat dan ahli gizi. Akan tetapi, tidak seluruh pasien mendapat edukasi. Di RSUP NTB, yang tercatat edukasi tentang: diet (53%),aktivitas fisik (33%), tentang obat (8%), komplikasi (1%), edukasi lainnya (6%),dan 27% pasien yang tidak mendapat edukasi apapun oleh perawat. Sebanyak 43.7% pasien yang mendapat konseling gizi oleh ahli gizi. Pasien yang mendapatDSME memiliki lama hari rawat yang lebih singkat dibandingkan dengan yang tidak mendapat edukasi.
Kesimpulan: berdasarkan catatan rekam medis DSMEdi RSUP NTB belum optimal dan DSME berperan mempersingkat lama harirawat pasien.
Kata kunci: Diabetes Self Management Education, DM tipe 2, lama hari rawat,rawat inap, RSUP NTB.

Background: Type 2 Diabetes Mellitus (type 2 DM) is a disease that can not becured. An adequate education is one of way management of type 2 DM. DiabetesSelf Management Education (DSME) in hospitals not adequate and impact onlength of stay.
Purpose: this study to describe characteristics of patients withtype 2 DM at General Hospital West Nusa Tenggara 2012-2013, and measuredassociation of DSME to length of stay.
Design and Method: Descriptiveresearch method with retrospective design. Number of samples involved in thisstudy is 199 medical records of patients with type 2 DM.
Result: DSMEdelivered by nurses and nutritionists. But, not all patients get DSME. DSMErecorded was about: diet (53%), exercises (33%), medicines (8%),complications of type 2 DM (1%), other education (6%), and 27% of patients donot get any DSME. Patients with DSME has shorter length of stay than patientwithout DSME.
Conclusion: according to medical records, DSME at GeneralHospital West Nusa Tenggara 2012-2013 is not optimal and DSME role inlength of stay of patients with type 2 Diabetes Mellitus.
Keywords: Diabetes Self Management Education; type 2 DM; length of stay,inpatient, RSUP NTB.
Read More
S-8468
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive