Ditemukan 34180 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Restya Sri Sugiarti; Pembimbing: Helda, Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Hendrivand; Ananda
Abstrak:
Obesitas adalah kondisi gizi lebih yang jika terjadi selama kehamilan memiliki dampak besar pada kesehatan ibu dan bayi serta berisiko untuk terjadinya preeklampsia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur estimasi risiko obesitas kehamilan terhadap terjadinya preeklampsia. Penelitian ini merupakan studi case control dengan menggunakan data rekam medis pada ibu bersalin RSUD Pasar Minggu. Analisis data dilakukan dengan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian yang didapatkan adalah terdapat hubungan signifikan secara statistik antara obesitas kehamilan yang berinteraksi dengan umur terhadap kejadian preeklampsia setelah dikontrol variabel hipertensi gestasional pada ibu yang mengalami obesitas dan berusia ≤35 tahun untuk terjadinya preeklampsia dengan OR sebesar 2,81 (95% CI: 1.41-5.60; p 0.003). Risiko pada ibu yang berusia >35 tahun dengan OR 2,46 (95% CI: 1.02-5.93, p 0.043). Sementara risiko pada ibu obesitas dan berusia >35 tahun sebesar 0,80 (95% CI: 0.24-2.59; p 0,070). Ibu hamil diharpakan untuk menjaga berat badan normal untuk menghindari terjadinya preeklampsia
Read More
T-6413
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Melia Fatrani Rufaidah; Pembimbing: Helda, Ratna Djuwita; Penguji: Desty Wijayanti, Inggariwati
Abstrak:
Pada pertengahan tahun 2021, Indonesia mengalami lonjakan kasus COVID-19 dengan infeksi berat yang berdampak pada peningkatan jumlah kematian. Hipertensi diketahui menjadi salah satu penyakit penyerta yang paling banyak dimiliki oleh pasien COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh hipertensi secara independen terhadap mortalitas COVID-19 di RSUD Pasar Minggu periode tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan data yang digunakan berasal dari rekam medis pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19. Sampel terpilih dengan metode simple random sampling dan analisis yang digunakan adalah analisis survival Kaplan-meier dan analisis multivariat Cox proportional-hazards regression. Dengan demikian, seiring dengan perjalanan waktu pandemi COVID-19 ini diharapkan rumah sakit dapat tetap melakukan pemantauan yang lebih ketat terhadap pasien dengan komorbiditas terutama hipertensi sehingga dapat terus menurunkan angka kematian akibat COVID-19
Read More
T-6414
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Wira Hartiti; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Renti Mahkota, Lukas C. Hermawan, Yuslely Usman
Abstrak:
Preeklamsia/eklamsia merupakan salah satu penyebab utama penyumbangkematian ibu di Indonesia.Angka kematian ibu di Indonesia saat ini tergolongmasih tinggi di negara Asia.Salah satu penyebab terjadinya preeklamsia/eklamsiadiduga adalah adanya obesitas pada ibu. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui distribusi dan prevalensi faktor-faktor yang dapat mempengaruhiterjadinya preeklamsia/eklamsia serta mengetahui hubungan antara obesitasdengan kejadian preeklamsia/eklamsia pada ibu saat hamil atau bersalin diIndonesia tahun 2010 setelah dikendalikan oleh variabel usia ibu, jumlah paritas,pekerjaan ibu, tingkat pendidikan ibu, status ekonomi, berat badan lahir bayi,riwayat merokok, riwayat abortus, kunjungan pelayanan antenatal dan kualitaspelayanan antenatal. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalahcross sectional menggunakan analisis multivariat dengan uji regresi logisticganda. Sampel penelitian dengan mengambil semua sampel Riset KesehatanDasar tahun 2010 yang eligible dari 33 provinsi yaitu sebanyak 5.112 responden(obesitas sebanyak 680 responden dan tidak obesitas sebanyak 4.432 responden),yang diambil dengan metode stratified two stagecluster design. Hasil penelitianterlihat prevalensi obesitas sebesar 13,30% dan preeklamsia/eklamsia sebesar3,91%. Terdapat hubungan obesitas dengan kejadian preeklamsia/eklamsia dengan Odd Ratio (OR) sebesar 1,88 (95% CI 1,33-2,66) setelah dikontrol olehvariabel usia ibu, berat badan lahir dan riwayat merokok. Jadi obesitas merupakansalah satu faktor yang cukup penting dalam menyebabkan terjadinya preeklamsia/eklamsia.Oleh karena itu pemerintah dan masyarakat perlu berperanaktif dalam upaya pencegahan terjadinya preeklamsia/eklamsia dengan menjaga berat badan ideal sejak usia remaja sehingga tidak mengalami obesitas pada saathamil. Kata kunci : Preeklamsia/eklamsia, obesitas, Riset Kesehatan Dasar 2010
Preeclampsia/eclampsia is one of the major causes of maternal mortality inIndonesia. The maternal mortality rate in Indonesia is still relatively high in Asiancountries. One of the causes of preeclampsia/eclampsia is maternal obesity. Theaim of this studyis to know the distribution and prevalence of the factors thatcould affect the occurrence of preeclampsia/eclampsia and to know theassociation of the obesity and preeclampsia/eclampsia in the mother duringpregnancy or delivery in Indonesiain 2010,after controlled by maternal age,parity, mother's occupation, mother's education level, economic status, birthweight, history of smoking, history of abortion, antenatal visits and quality ofantenatal care variable. Study design is cross-sectional using multivariate analysiswith multiple logistic regression. The study sample by taking all sampled thateligible in 2010 Basic Health Survey are 5,112 respondents (680 respondentsobese and 4,432 respondents non-obese). Study result is shown the prevalence ofobesity was 13.30% and preeclampsia/eclampsia was 3.91%. There is arelationship of obesity and preeclampsia/eclampsia with Odds Ratios (OR) of1,88 (95% CI1,33 to 2,66) after controlled by maternal age, birth weight andsmoking history variable. So, obesity is a significant factor in the cause ofpreeclampsia/eclampsia. Therefore, the government and community should playan active role in the prevention of preeclampsia/eclampsia with maintaining ahealthy weight since their teens so not obese during pregnancy.Key word : Preeclampsia/eclampsia, obesity, 2010 Basic Health Survey
Read More
Preeclampsia/eclampsia is one of the major causes of maternal mortality inIndonesia. The maternal mortality rate in Indonesia is still relatively high in Asiancountries. One of the causes of preeclampsia/eclampsia is maternal obesity. Theaim of this studyis to know the distribution and prevalence of the factors thatcould affect the occurrence of preeclampsia/eclampsia and to know theassociation of the obesity and preeclampsia/eclampsia in the mother duringpregnancy or delivery in Indonesiain 2010,after controlled by maternal age,parity, mother's occupation, mother's education level, economic status, birthweight, history of smoking, history of abortion, antenatal visits and quality ofantenatal care variable. Study design is cross-sectional using multivariate analysiswith multiple logistic regression. The study sample by taking all sampled thateligible in 2010 Basic Health Survey are 5,112 respondents (680 respondentsobese and 4,432 respondents non-obese). Study result is shown the prevalence ofobesity was 13.30% and preeclampsia/eclampsia was 3.91%. There is arelationship of obesity and preeclampsia/eclampsia with Odds Ratios (OR) of1,88 (95% CI1,33 to 2,66) after controlled by maternal age, birth weight andsmoking history variable. So, obesity is a significant factor in the cause ofpreeclampsia/eclampsia. Therefore, the government and community should playan active role in the prevention of preeclampsia/eclampsia with maintaining ahealthy weight since their teens so not obese during pregnancy.Key word : Preeclampsia/eclampsia, obesity, 2010 Basic Health Survey
T-4154
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dian Kartika Irnayati; Pembimbing: Nuning M. Kiptiyah; Penguji: Ahmad Helmy
S-5907
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Oni Isnenti; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Oman Abdurohman
S-7582
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mohamad Ershad Al Annas; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Helda; Devi Surya Iriyani
S-6421
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Pujiwati Permata Rima; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Rakhmad Hidayat, Tiersa Vera Junita
Abstrak:
Read More
Stroke adalah penyakit penyebab kematian tertinggi setelah penyakit jantung di dunia. Analisis faktor yang mempengaruhi lama perawatan pada rawat inap dengan populasi Indonesia masih jarang dilakukan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional untuk mengevaluasi hubungan antara hiperglikemia dan hiperkloremia dengan lama perawatan pada pasien stroke iskemik akut di unit rawat inap RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Indonesia. Data sekunder rekam medis dari pasien stroke iskemik akut yang dirawat antara 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2022 digunakan untuk analisis. Metode non-probability sampling tipe purposive digunakan untuk merekrut sampel. Analisis statistik yang dilakukan termasuk analisis deskriptif, bivariat, stratifikasi, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi pasien dengan stroke iskemik akut yang masuk ke unit rawat inap RSUD Pasar Minggu adalah 84.5%. Proporsi hiperglikemia pada pasien tersebut adalah 27%, sedangkan proporsi hiperkloremia adalah 10.2%. Median lama perawatan pasien adalah 5 hari. Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara durasi perawatan ≥ 5 hari dengan lama perawatan setelah dikontrol dengan variabel kovariat, (adjusted PR 2.21, 95% CI 1.70-2.88, p-value 0.00). Sementara hubungan antara hiperkloremia dan lama perawatan tidak signifikan secara statistik (adjusted PR 1.02; 95% CI 0.66-1.45, p-value 0.56) setelah dikontrol dengan variabel kovariat. Diperlukannya kampanye kesehatan publik, program pemeriksaan berkala, serta penyediaan sistem monitoring pengobatan bagi pasien dengan gangguan metabolik seperti diabetes. Penting untuk memberikan edukasi, mengembangkan protokol penanganan yang jelas, dan melakukan pemantauan glukosa darah serta elektrolit secara teratur pada pasien stroke iskemik akut.
Stroke is the leading cause of death after heart disease in the world. Analysis of factors affecting the length of hospital stay among the Indonesian population is still rarely conducted. This study employed a cross-sectional design to assess the association between hyperglycemia and hyperchloremia with the length of stay in acute ischemic stroke patients at the inpatient unit of RSUD Pasar Minggu Hospital, South Jakarta, Indonesia. Secondary data from acute ischemic stroke patients admitted between January 1, 2022, and December 31, 2022, were analyzed. A purposive non-probability sampling method was used to recruit the sample. Statistical analyses included descriptive, bivariate, stratification, and multivariate analyses. The results revealed that 84.5% of patients admitted to the RSUD Pasar Minggu Hospital had acute ischemic stroke. The proportion of hyperglycemia among these patients was 27%, while hyperchloremia was 10.2%. The median length of stay was 5 days. After controlling for covariates, the association between hyperglycemia and length of stay remained statistically significant (adjusted PR 2.21, 95% CI 1.70-2.88, p-value 0.00), while the association between hyperchloremia and length of stay remained not statistically significant (adjusted PR 1.02; 95% CI 0.66-1.45, p-value 0.56). There is a need for public health campaigns, regular screening programs, and integrated treatment monitoring systems for patients with metabolic disorders such as diabetes. It is essential to provide education, develop clear treatment protocols, and regularly monitor blood glucose and electrolytes in acute ischemic stroke patients.
T-6923
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Elvi Nora Simanjuntak; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Helda, Zakiah, Eti Rohati
Abstrak:
Read More
Preeklampsia merupakan salah satu penyebab kasus kematian ibu terbesar di Kota Depok selama 5 tahun terakhir. Berdasarkan data tahun 2022 sampai 2024 tercatat jumlah kasus kematian ibu yang terjadi sebanyak 32 kasus dan sebagian besar terjadi pada masa nifas. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian terdahulu. Intervensi hasil dari riset operasional telah dilakukan terhadap 32 kader kesehatan yang mewakili masing-masing kelurahan yang mempunyai angka kasus kematian ibu dengan preeklampsia tahun 2022-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods. Studi kuantitatif menggunakan desain studi observasional dari studi sebelumnya dan cross sectional untuk ibu hamil sebagai hasil skrining. Jumlah responden untuk kader sebanyak 32 orang dan jumlah responden pada ibu hamil sebanyak 306 orang. Data kuantitatif diperoleh dari hasil pretest dan posttest kader dan hasil skrining ibu hamil oleh kader setelah diuji kembali oleh bidan sebagai gold standar. Data kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam dan focus grup discussion. Kader yang melakukan follow-up sebagai kader aktif (59,37%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan baik berpotensi 2,44 kali menjadi kader aktif. Usia berhubungan signifikan (p=0,0246) dengan keaktifan kader, Usia ≥ 45 tahun berpotensi 1,86 kali kemungkinan menjadi kader aktif. Nilai uji akurasi skrining menyatakan sensitivitas (90%; 95% CI 80,8% - 97,8%), spesifisitas (98%; 95% CI 95,5%-99,4%). Mayoritas ibu hamil hasil skrining kader sebagai ibu rumah tangga (93,14%). Penelitian kualitatif mengungkapkan skrining yang dilakukan mendukung program Delisa Kota Depok. Diperlukan pelatihan yang melibatkan kader yang lebih banyak dan penguatan lintas sektor serta edukasi di masyarakat mengenai preeklampsia.
Preeclampsia is one of the biggest causes of maternal mortality in Depok City over the past 5 years. Based on data from 2022 to 2024, there were 32 cases of maternal deaths that occurred and most of them occurred during the postpartum period. This study is a continuation of previous research. Interventions resulting from the operational research were conducted with 32 health cadres representing each urban village that had the highest number of maternal deaths with preeclampsia in 2022-2023. This study used a mixed methods approach. The quantitative study used an observational study design from previous studies and cross sectional for pregnant women as a result of screening. The number of respondents for cadres was 32 people and the number of respondents in pregnant women was 306 people. Quantitative data were obtained from the pretest and posttest results of cadres and the results of screening pregnant women by cadres after being retested by midwives as a gold standard. Qualitative data were obtained from in-depth interviews and focus group discussions. Cadres who did follow-up as active cadres (59.37%). The results of bivariate analysis showed that good knowledge had 2.44 times the potential to become active cadres. Age was significantly associated (p=0.0246) with cadre activeness, age ≥ 45 years had 1.86 times the likelihood of being an active cadre. Screening accuracy test values stated sensitivity (90%; 95% CI 80.8% - 97.8%), specificity (98%; 95% CI 95.5%-99.4%). The majority of pregnant women screened by cadres were housewives (93.14%). Qualitative research revealed that the screening supports the Delisa programme in Depok City. Training involving more cadres and cross-sectoral strengthening and education in the community regarding preeclampsia are needed.
T-7312
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anggun Pratiwi; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Ratna Djuwita Hatma, Cut Putri Arianie
Abstrak:
Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama karena berkontribusi pada angka kesakitan dan kematian dunia. Prevalensi hipertensi terus meningkat dan lebih banyak ditemukan pada kelompok wanita. Obesitas merupakan faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi. Masa menopause pada wanita diduga ikut berkontribusi terhadap kejadian hipertensi namun pengaruhnya masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi derajat 1 baik pada wanita premenopause dan postmenopause di Indonesia. Sebanyak 8.047 responden wanita yang berumur 18-57 tahun diteliti. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan sumber data dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5 Tahun 2014.
Hasil analisis multivariat dengan modifikasi cox regression menunjukkan bahwa risiko wanita obesitas untuk menderita hipertensi derajat 1 sebesar 1,80 kali (95% CI 1,57-2,06) dibandingkan wanita yang tidak obesitas. Pada wanita premenopause, obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi derajat 1 sebesar 1,67 kali (95% CI 1,43-1,94). Risiko yang lebih besar tampak pada kelompok wanita postmenopause dengan besar risiko obesitas terhadap kejadian hipertensi derajat 1 sebesar 2,32 kali (95% CI 1,69-3,19). Perlu dilakukan pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui program GERMAS dan pemaksimalan peran posbindu PTM. Masyarakat khususnya wanita perlu menerapkan pola hidup sehat dengan perilaku CERDIK sejak usia dini.
Read More
Hasil analisis multivariat dengan modifikasi cox regression menunjukkan bahwa risiko wanita obesitas untuk menderita hipertensi derajat 1 sebesar 1,80 kali (95% CI 1,57-2,06) dibandingkan wanita yang tidak obesitas. Pada wanita premenopause, obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi derajat 1 sebesar 1,67 kali (95% CI 1,43-1,94). Risiko yang lebih besar tampak pada kelompok wanita postmenopause dengan besar risiko obesitas terhadap kejadian hipertensi derajat 1 sebesar 2,32 kali (95% CI 1,69-3,19). Perlu dilakukan pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui program GERMAS dan pemaksimalan peran posbindu PTM. Masyarakat khususnya wanita perlu menerapkan pola hidup sehat dengan perilaku CERDIK sejak usia dini.
T-5682
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hasna Irbah Ramadhani; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Yovsyah, Dewi Kristanti
Abstrak:
Kardiovaskular merupakan penyakit yang menyumbang angka tertinggi kematian di dunia dan di Indonesia. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko beberapa penyakit kardiovaskular dengan angka kematian tertinggi, seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Obesitas sebagai faktor risiko dominan dalam terjadinya hipertensi, terus mengalami peningkatan prevalensi dari tahun ke tahun di Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi pada penduduk usia 19-64 tahun di Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional menggunakan data sekunder Riskesdas tahun 2018 yang diperoleh melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. Populasi penelitian ini merupakan seluruh anggota rumah tangga berusia 19-64 tahun di Provinsi Sulawesi Utara. Terdapat sebanyak 10.870 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di Sulawesi Utara tahun 2018 adalah sebesar 26,1% dan prevalensi obesitas adalah sebesar 28,8%. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara obesitas dengan kejadian hipertensi dengan nilai Prevalence Ratio (PR) sebesar 2,126 (95% CI 1,865-2,424) setelah di kontrol oleh variabel usia (PR= 2,144; 95% CI 1,935-2,376) dan interaksi obesitas*usia (PR= 0,687; 95% CI 0,585-0,806). Perlu dilakukannya promosi kesehatan yang mengedukasi masyarakat terkait obesitas dan hipertensi serta hubungan antara keduanya guna meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya penyakit tersebut
Read More
S-10902
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
