Ditemukan 39205 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nurulaidha Marlyana Dekatia; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Avep Disasmita
Abstrak:
Literasi gizi adalah kapasitas individu untuk memperoleh, memproses, dan memahami informasi gizi dasar yang diperlukan untuk membuat keputusan gizi yang tepat. Literasi gizi dibagi menjadi tiga kelompok yaitu literasi gizi fungsional, interaktif, dan kritikal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran tingkat literasi gizi dan perbedaan proporsi tingkat literasi gizi berdasarkan usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, paritas, dukungan petugas kesehatan dan keterpaparan informasi pada ibu hamil di Kecamatan Racaekek Kabupaten Bandung Jawa Barat Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis desain studi cross-sectional. Data diambil menggunakan kuesioner mandiri pada 100 ibu hamil yang sehat dan bisa membaca serta menulis di Desa Jelegong dan Desa Bojongloa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi gizi fungsional, interaktif, maupun kritikal pada responden secara umum tergolong masih kurang. Terdapat perbedaan proporsi antara pendidikan dan pendapatan dengan tingkat literasi gizi total dan tidak terdapat perbedaan bermakna antara variabel independen dengan tingkat literasi gizi fungsional, interaktif, dan kritikal.
Nutritional literacy is an individual's capacity to acquire, process, and understand the basic nutritional information needed to make informed nutritional decisions. Nutritional literacy is divided into three groups, namely functional, interactive, and critical nutritional literacy. This study aims to describe the level of nutritional literacy and the difference in the proportion of nutritional literacy based on age, education, occupation, income, parity, support from health workers and information exposure to pregnant women in Racaekek District, Bandung Regency, West Java in 2022. This study uses a quantitative approach with type of cross-sectional study design. Data were taken using an independent questionnaire on 100 healthy pregnant women who could read and write in Jelegong Village and Bojongloa Village. The results showed that the level of functional, interactive, and critical nutritional literacy of the respondents in general was still low. There is a difference in the proportion between education and income with the level of total nutritional literacy and there is no significant difference between the independent variables and the level of functional, interactive, and critical nutrition literacy.
Read More
Nutritional literacy is an individual's capacity to acquire, process, and understand the basic nutritional information needed to make informed nutritional decisions. Nutritional literacy is divided into three groups, namely functional, interactive, and critical nutritional literacy. This study aims to describe the level of nutritional literacy and the difference in the proportion of nutritional literacy based on age, education, occupation, income, parity, support from health workers and information exposure to pregnant women in Racaekek District, Bandung Regency, West Java in 2022. This study uses a quantitative approach with type of cross-sectional study design. Data were taken using an independent questionnaire on 100 healthy pregnant women who could read and write in Jelegong Village and Bojongloa Village. The results showed that the level of functional, interactive, and critical nutritional literacy of the respondents in general was still low. There is a difference in the proportion between education and income with the level of total nutritional literacy and there is no significant difference between the independent variables and the level of functional, interactive, and critical nutrition literacy.
S-11079
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Afifah; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Trini Sudiarti, R. Giri Wurjandaru
S-9820
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jaime Theophania; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Fatmah, Marudut
Abstrak:
ABSTRAK Tingkat literasi gizi menggambarkan derajat seseorang memiliki kapasitas untuk memperoleh, memproses, dan memahami informasi dasar. Literasi gizi terdiri dari 3 bentuk, yaitu fungsional, interaktif, dan kritikal. Tingkat literasi gizi yang rendah pada ibu balita dapat berdampak pada praktik pemberian makan yang keliru kepada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengukuran literasi gizi pada ibu balita, dan mengetahui perbedaan proporsi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pentingnya dilakukan pengukuran literasi gizi pada ibu balita agar dapat diketahui tipe intervensi terkait gizi apa yang cocok dilakukan untuk sasaran di lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan dengan cara door-to-door membagikan kuesioner ke rumah-rumah ibu balita yang dibantu oleh ibu kader. Jumlah responden yang didapatkan adalah 100 responden, yang tersebar di 3 kelurahan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan tingkat literasi gizi responden secara umum masih kurang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan literasi gizi kritikal bermakna berdasarkan tingkat pendapatan keluarga, dengan nilai p=0,004 dan nilai OR=3,42. Kata kunci: Ibu balita, tingkat literasi gizi Nutritional literacy level describes the degree of capacity to acquire, process, and understand basic nutrition information. Nutrition literacy consists of 3 forms, namely functional, interactive, and critical. Low nutritional literacy rates in underfive mothers can have an impact on the erroneous feeding practices. This study aims to measure nutritional literacy in pre-school children mothers, and to know the difference in the proportion of factors that influence it. The importance of measuring nutritional literacy in underfive mothers is to know what type of nutrition-related intervention is appropriate for the target in the study sites. This research is done with quantitative approach and cross-sectional design. The research was done by door-to-door distributing questionnaires to the homes of mother-to-mother assisted by mothers cadres. The number of respondents obtained is 100 respondents, spread over 3 different urban villages. The result of the research shows that the level of nutritional literacy of respondents in general is still less. The results showed that there was significant critical nutritional literacy difference based on family income level, with p value = 0,004 and OR = 3,42. Keyword: Mother of Pre-school Children, nutrition literacy level
Read More
S-9867
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sitihajar Imanuddin; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Trini Sudiarti, R. Giri Wurjandaru
Abstrak:
abstrak
Tingkat literasi gizi dapat menggambarkan kemampuan individu dalam menerima,
memproses, dan memahami informasi terkait gizi untuk membuat suatu keputusan yang
tepat terkait gizi. Literasi gizi terdiri dari tiga tingkat, yaitu tingkat literasi gizi
fungsional, interaktif, dan kritikal. Tingkat literasi gizi pada ibu baduta dapat
mempengaruhi praktik pemberian makan pada anak, yaitu pemberian ASI Eksklusif dan
Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat
perbedaan proporsi tingkat literasi gizi berdasarkan tingkat pendapatan keluarga, tingkat
pendidikan, usia, dan paritas pada ibu baduta di Jakarta Timur. Penelitian dilakukan
dengan menggunakan desain studi potong lintang pada Bulan April hingga Juni 2018 di
Kecamatan Cakung dan Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Responden pada penelitian
ini yaitu ibu yang memiliki anak di bawah dua tahun (baduta) dengan jumlah 102
responden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner literasi gizi
yang diisi secara mandiri. Uji chi square menunjukkan bahwa terdapat perbedaan
proporsi tingkat literasi gizi fungsional berdasarkan tingkat pendidikan (p=0,040).
Kata kunci:
Ibu baduta, tingkat literasi gizi, tingkat pendidikan
Nutritional literation level can describe an individual‟s ability to receive, process, and
understand nutritional information to make a nutrition related decision. Nutrition
literacy consists of three levels, namely functional, interactive, and critical nutrition
literacy. The nutritional literation level at mother of toddler may influence feeding
practices in children, namely Exclusive Breastfeeding and Complementary Food (MPASI).
The purpose od this study is to see the difference proportion of nutritional
literation level based on family income level, educational level, age, and parity rate in
mother of toddler in East Jakarta. The study was conducted using cross sectional study
design from April to June 2018 in Cakung and Makasar Subdistrict, East Jakarta.
Respondents in this study are mothers who have children under two years (baduta) with
total of 102 respondents. Data were collected using a self-administered nutrition literacy
questionnaire. Chi square test showed that there was a differences proportion of
functional nutritional literation level based on educational level (p=0,040).
Keywords:
Educational level, mother of toddler, nutritional literation level
Read More
S-9866
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Zakiyah Fahiroh; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Asih Setiarini, R. Giri Wurjandaru
Abstrak:
ABSTRAK
Skripsi ini meneliti tingkat literasi gizi fungsional, interaktif dan kritikal yang dapat menggambarkan tingkatan kemampuan individu untuk memperoleh, menerima dan membuat keputusan gizi yang sesuai pada ibu siswa sekolah dasar. Faktor-faktor yang duji beda proporsinya adalah usia ibu, tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, dan paritas. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Data diambil menggunakan kuesioner dengan metode self administered pada 108 responden yang bersedia berpartisipasi dan tidak mengalami kesulitan membaca dan menulis. Variabel yang memiliki perbedaan proporsi yang signifikan adalah tingkat literasi gizi fungsional dengan usia (p value = 0,012) dan tingkat pendapatan keluarga (p value = 0,02), literasi gizi interaktif dengan usia (p value = 0,024) dan pendidikan (p value = 0,035).
Kata kunci:
Literasi gizi, ibu siswa sekolah dasar, usia, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, paritas.
ABSTRACT
This thesis examines the level of functional, interactive and crticical nutrition literacy that can describe the level of individual ability to obtain, receive, anda make appropriate nutritional decisions on tthe mother of elementary school students. Factors analyzed for different proportions were mother‟s age, education level, family income and parity. This research is a quantitative research with cross-sectional study design. Data were colected using quetionnaires with self administered method on 108 respondents who were willing to participate and had no troubling reading and writing. The variables that have significant difference of the proportion are the functional literacy with age (p value = 0,012), and family income (p value = 0,02), the interactive nutritional literacy with age (p value = 0,024) and education (p value = 0,035).
Keyword:
Nutrition literacy, mother of elementary school students, age, educational level, income level, parity.
Read More
S-9857
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Vania Erika Efitreswari; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Fitri Nursanti
Abstrak:
Literasi gizi merupakan kapasitas kemampuan seseorang untuk mendapatkan,memproses, dan memahami informasi dasar mengenai gizi serta kemampuan yangdibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat terkait informasi yang didapat.Penelitian terkait literasi gizi sudah mulai banyak dikembangkan untuk meningkatkankualitas pengetahuan gizi yang dimiliki. Namun di Indonesia, penelitian terkait literasigizi masih sangat terbatas, terutama pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui gambaran tingkat literasi gizi dan faktor terkait yang mempengaruhinya.Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif pada 231 siswa/i menggunakandesain studi cross-sectional menggunakan data primer dari penelitian Literasi KesehatanMasyarakat di Indonesia yang dilakukan bersama dengan Pusat Kajian Gizi danKesehatan (PKGK) FKM UI. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan pengisiankuesioner yang bersifat self-administered. Hasil penelitian menunjukkan tingkat literasigizi pada remaja di Indonesia masih tergolong terbatas dan terdapat perbedaan proporsiyang bermakna antara tingkat literasi gizi fungsional dengan jenis kelamin, tingkatpendidikan orang tua, dan tingkat pendapatan keluarga (p<0.05). Literasi gizi interaktifjuga memiliki perbedaan proporsi yang bermakna dengan jenis kelamin (p<0.05).Kata kunci:Gizi, literasi gizi, remaja, pendidikan orang tua, pendapatan keluarga.
Read More
S-9682
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Arifa Rachma; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Triyanti, Efi Fatimah
Abstrak:
Kalsium merupakan zat gizi yang berperan penting dalam pertumbuhan khususnya pada remaja. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan proporsi asupan kalsium berdasarkan kebiasaan konsumsi susu, kebiasaan sarapan, konsumsi soft drink, literasi gizi, pengetahuan mengenai kalsium, pendidikan ayah, pendidikan ibu, penghasilan orang tua/wali serta jenis kelamin. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan total sampel 142 siswa SMAN 34 Jakarta selama bulan April 2019. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner dan asupan kalsium diukur melalui SQ-FFQ. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 67.6% siswa memiliki asupan kalsium kurang dengan rata-rata 808.1±454 mg. Analisis bivariat menunjukkan adanya perbedaan proporsi asupan kalsium yang signifikan berdasarkan konsumsi susu (p=0.000, OR=6.05), konsumsi soft drink (p=0.013, OR=0.18), dan literasi gizi kritikal (p=0.049, OR=3.05).
Kata kunci: Asupan Kalsium, Remaja, Literasi Gizi.
Read More
Kata kunci: Asupan Kalsium, Remaja, Literasi Gizi.
S-10076
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fathimah Zahro Aidina Afliansa; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Suparno
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Prevalensi KEK Ibu Hamil di Indonesia dan beberapa daerah masih cukup tinggi dengan angka bervariasi dari 11,6 – 57,6%. Tujuan: memperoleh perbedaan proporsi kejadian KEK berdasarkan asupan zat gizi makro dan faktor lainnya pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas terpilih di Kota dan Kabupaten Bogor tahun 2025. Metode: cross-sectional kuantitatif menggunakan data sekunder dari penelitian utama milik Prof. Dr. Ratu Ayu Dewi Sartika, MSc., dengan 124 ibu hamil. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: 11,3% ibu hamil di seluruh wilayah, dengan 10,9% di Kota dan 11,7% di Kabupaten yang mengalami KEK. Terdapat perbedaan proporsi kejadian KEK yang signifikan berdasarkan konsumsi lauk pauk di kota; IMT pra-hamil, anemia, dan status PMT di seluruh wilayah penelitian. Tidak terdapat perbedaan proporsi kejadian KEK yang signifikan berdasarkan asupan (energi, protein, lemak, dan karbohidrat), konsumsi lauk pauk, frekuensi makan, jarak kehamilan, paritas, kunjungan ANC, pengetahuan gizi, dan wilayah tempat tinggal. Kesimpulan: IMT pra-hamil dan anemia meningkatkan risiko KEK ibu hamil dan PMT sesuai diberikan kepada ibu KEK. Efek risiko dari konsumsi lauk pauk di wilayah kota tidak cukup kuat. Optimalisasi ANC, edukasi gizi, pemantauan status gizi sebelum hamil, hingga pencegahan dan penanggulangan anemia penting sebagai langkah pencegahan KEK pada ibu hamil.
Background: The prevalence of CED among pregnant women in Indonesia and several areas remains relatively high, ranging from 11.6% to 57.6%. Objective: To determine the differences in the proportion of CED based on macronutrient intake and other factors among pregnant women in selected public health center (Puskesmas) areas in Bogor City and Regency in 2025. Method: A quantitative cross-sectional study using secondary data from a primary research project led by Prof. Dr. Ratu Ayu Dewi Sartika, MSc., involving 124 pregnant women. Data were analyzed using the Chi-Square test. Results: CED prevalence was 11.3%, with 10.9% in City and 11.7% in Regency area. Significant differences in the proportion of CED were found based on animal-based food consumption in the city area; pre-pregnancy BMI, anemia, and nutritional supplementation (PMT) status in overall areas. No significant differences were found based on energy, protein, fat, and carbohydrate intake, animal-based food consumption, meal frequency, birth spacing, parity, ANC visits, nutrition knowledge, or residential area. Conclusion: Pre-pregnancy BMI and anemia increase the risk of CED among pregnant women, and PMT has been appropriately distributed to mothers with CED. The risk effect of animal-based food consumption in the city area was not strong enough. Optimizing ANC visits, nutrition education, pre-pregnancy nutritional status monitoring, and prevention and management of anemia are essential in preventing CED in pregnant women.
S-11927
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maydiva Al`caesar Basty Putri Qadr; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Trini Sudiarti, Amilia Sari Ghani
Abstrak:
Literasi pangan dan gizi adalah kemampuan individu dalam memperoleh, memproses,dan memahami informasi pangan dan gizi yang dibutuhkan, sehingga mampu mengambilkeputusan yang tepat. Pada remaja, tanpa tingkat literasi pangan dan gizi yang cukup,dapat terbentuk perilaku makan yang tidak sehat dan berlanjut hingga masa dewasa.Penelitian secara lokal maupun internasional, menunjukan masih rendahnya tingkatliterasi pangan dan gizi pada remaja. Literasi pangan dan gizi dapat dipengaruhi olehbanyak faktor, seperti jenis kelamin, uang saku, tingkat pendidikan ayah dan ibu, peranguru, penggunaan media, dan lainnya. Untuk mengetahui perbedaan proporsi literasipangan dan gizi berdasarkan faktor-faktor tersebut, dilakukan penelitian denganpendekatan kuantitatif pada 218 siswa/i SMK-SMAK Bogor yang menggunakan desainstudi cross-sectional dan metode quota sampling. Hasil penelitian menunjukan mayoritassiswa/i memiliki tingkat literasi pangan dan gizi yang baik (52,8%). Setelah melakukananalisis statistik menggunakan uji chi-square, ditemukan bahwa terdapat perbedaanproporsi yang bermakna pada literasi pangan dan gizi siswa/i berdasarkan jenis kelamin(p-value = 0,046), peran guru (p-value = < 0,001), dan penggunaan media (p-value = <0,001).Kata kunci:Bogor, Faktor-faktor, Literasi gizi, Literasi pangan, Remaja.
Read More
S-10517
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Adila Naura Iftinan Sugiharto; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Trini Sudiarti, Trulyana Tantiyani
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan perbedaan proporsi kecenderungan PMM berdasarkan faktor risikonya seperti literasi gizi, self-esteem, citra tubuh, pengaruh social networking sites (SNS), tingkat stres, uang saku, dan jenis kelamin pada siswa-siswi SMAN 5 Malang tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan 134 responden. Pengambilan data penelitian dilakukan pada bulan Desember 2020 dan didapatkan dari pengisian kuesioner secara daring.
Read More
S-10549
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
