Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 21 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lingga Zahran Celestio; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Andhini Indah Noviari
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor individu dan risiko ergonomi dengan keluhan subjektif MSDs pada pekerja yang menggunakan komputer di Kampus X. Metode yang dipakai adalah desain studi cross sectional dengan menggunakan Nordic Musculoskeletal Questionaire dan Rapid Office Strain Assessment. Penelitian ini dilakukan pada 60 pekerja di Kampus X. Variabel yang digunakan adalah umur, jenis kelamin, IMT, masa kerja, durasi kerja, status merokok, postur kerja, dan keluhan subjektif dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil univariat didapati 48 responden memiliki keluhan dan keluhan terbanyak dibagian atas leher, bawah leher, punggung, bahu kanan, dan pergelangan tangan kanan. Hasil bivariat didapatkan yaitu variabel yang berhubungan dengan keluhan subjektif MSDs ialah umur dan postur kerja (tingkat risiko ergonomi).
Read More
S-10696
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Arif Dalimunthe; Pembimbing: Doni Hikmat Ramadhan; Penguji: Hendra, Fani Syafani
Abstrak: Aktivitas mengendarai sepeda motor sangat erat kaitanya dengan ketidaknyamanan akibat posisi duduk atau dalam istilah lain disebut sebagai risiko ergonomi. Aktifitas mengendarai sepeda motor yang terus menerus setiap harinya menimbulkan risiko mengalami musculoskeletal disorder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko ergonomi dan keluhan subjektif MSDs pada pengendara ojek online di Kota Depok. Variabel yang diteliti dalam peneltian ini adalah tingkat risiko ergonomi, usia, jenis kelamin, masa kerja, durasi kerja, indeks massa tubuh, aktifitas olahraga, kebiasaan merokok, jenis sepeda motor, dan keluhan musculoskeletal disorder. Penelitian ini dilakukan kepada 150 pengendara ojek online dengan desain studi crossectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kecenderungan antara usia, masa kerja, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, durasi kerja, masa kerja, dan jarak tempuh terhadap keluhan subjektif MSDs
Read More
S-10139
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bobby Januari Saragi; Pembimbing: Hendra; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Sulastri
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan subjektif akibat tekanan panas pada pekerja produksi di area melting PT Jakarta Cakratunggal Steel Mills. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 65 orang. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 40 responden mengalami kejadian tekanan panas. Selain itu, hasil penelitian ini pun menunjukkan bahwa beberapa keluhan yang dirasakan oleh responden yaitu banyak mengeluarkan keringat (44,6%) dan sering haus (30,8%),untuk keluhan sering cepat lelah(33,8%), suhu tubuh meningkat(23,1%), jarang kencing(35,4%) Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan pengendalian baik dari segi teknis, administratif, maupun personal untuk meminimalisir keluhan subjektif dan risiko kesehatan akibat tekanan panas.
Read More
S-10203
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meriza Wulandari; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Yuni Kusminanti
Abstrak: TEKANAN PANAS DI TAMBANG BAWAH TANAH PT CIBALIUNG SUMBERDAYA TERJADI KARENA KOMBINASI DARI TEMPERATUR LINGKUNGAN KERJA, PANAS METABOLIK TUBUH, PAKAIAN KERJA, DAN KARAKTERISTIK PEKERJA. TEKANAN PANAS DAPAT MENIMBULKAN BERBAGAI KELUHAN KESEHATAN YANG DIRASAKAN SECARA SUBJEKTIF OLEH PEKERJA. PENELITIAN DILAKUKAN PADA52 PEKERJA DENGAN DESAIN STUDI CROSS-SECTIONAL. DARI 9 TITIK PENGUKURAN DI UNDERGROUNDMENUNJUKKAN INDEKS WBGT INDOOR BERKISAR ANTARA 29,1OC HINGGA 35,5OC. SETELAH DILAKUKAN ANALISIS BERDASARKAN PERMENKES NO. 70 TAHUN 2016, DIDAPATKAN HASIL BAHWA DARI 52 RESPONDEN, TERDAPAT 48 RESPONDEN (92,3%) MENGALAMI TEKANAN PANAS. SEBANYAK 50 RESPONDEN (96,2%) MERASA TEMPERATUR LINGKUNGAN KERJA MEREKA PANAS DAN 46 RESPONDEN (88,5%) MERASA TIDAK NYAMAN DENGAN KONDISI PANAS TERSEBUT. SELURUH RESPONDEN MENYATAKAN PERNAH MENGALAMI KELUHAN SUBJEKTIF AKIBAT PAJANAN TEKANAN PANAS DENGAN FREKUENSI YANG BERBEDA-BEDA. OLEH KARENA ITU, PERUSAHAAN PERLU MELAKUKAN BERBAGAI UPAYA PENGENDALIAN TEKANAN PANAS UNTUK MEMINIMALISASI RISIKO KELUHAN KESEHATAN YANG DIRASAKAN PEKERJA.
KATA KUNCI: INDEKS WBGT, TEKANAN PANAS, KELUHAN SUBJEKTIF, TAMBANG BAWAH TANAH
Read More
S-9833
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa Maulida; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Hendra, Yuni Kusminanti
Abstrak: Pajanan getaran tangan dan lengan dalam kurun waktu tertentu dapat menyebabkan gangguan kesehatan yaitu Sindrom Getaran Tangan dan Lengan atau Hand-Arm Vibration Syndrome. Gejala yang dirasakan berupa kesemutan, baal/mati rasa, pemutihan pada jari (blanching) dan nyeri pada tangan dan lengan. Getaran tangan dan lengan dihasilkan dari alat-alat tangan (hand-held tools) yang digunakan saat bekerja. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dan bersifat deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi keluhan subjektif berupa kesemutan, baal/mati rasa, dan pemutihan jari pada pekerja yang terpajan getaran tangan dan lengan di PT XYZ Stamping Plant Jakarta. Data keluhan subjektif didapat dari hasil pengisian kuisioner oleh 35 orang operator alat bergetar di area door assy welding dan dies maintenance PT XYZ Stamping Plant Jakarta. Sedangkan data pengukuran getaran tangan dan lengan sendiri merupakan data milik perusahaan terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebesar 65.7% responden mengalami keluhan kesemutan, 28.6% mengalami keluhan pemutihan jari, dan 14.3% mengalami keluhan baal/mati rasa. Hasil pengukuran getaran tangan dan lengan untuk alat bergetar yang digunakan (buffing dan gerinda) masih dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) 5 m/s2. Hasil analisis bivariat menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, masa kerja, lama pajanan per hari, kebiasaan merokok, dan training dengan keluhan subjektif yang diteliti.
Kata Kunci: Getaran Tangan dan Lengan, Keluhan Subjektif, Buffing, Gerinda

Long-term exposure to hand-arm vibration can cause a health problem known as Hand-Arm Vibration Syndrome (HAVS). The symptoms include tingling and numbness in the fingers, blanching on the tips of the fingers, aches and pains in the lower arm and hands. The exposure of hand-arm vibration comes from the vibrating machine tools which were used by the workers at work. The aim of this study is to obtain the frequency distribution of subjective health complaints (tingling, numbness, and finger blanching) of the workers who have been exposed to hand-arm vibration in PT XYZ Stamping Plant Jakarta. This study used cross-sectional design and a questionnaire was given to 35 workers who is using hand-held vibrating tools everyday at work in Sub Assy Welding and Dies Maintenance area of PT XYZ Stamping Plant Jakarta. The result of this study showed that 65.7% workers complaint of tingling, 28.6% workers complaint of finger blanching, and 14.3% workers complaint of numbness. However, the result of magnitude measurement of vibration tools (grinder and buffing) which exposed the workers is still under the exposure limit value. The result of chi-square analysis showed that there were no significant differences between independent variables (ages, years of working, daily exposure to vibration, smoking, and training) and dependent variables (tingling, numbness, and finger blanching).
Keywords: Hand-Arm Vibration, Subjective Health Complaints, Buffing, Grinder
Read More
S-9796
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lailan Nadhira; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Trisnajaya
Abstrak: Pekerja kasir dilaporkan sering mengalami permasalahan punggung, pinggang, leher, bahu, dan tangan. Penelitian ini bertujan untuk melihat gambaran risiko yang ada di tempat kerja terkait keluhan GOTRAK pegawai kasir Supermarket X Rawamangun dan Depok. Metode yang digunakan adalah RULA, QEC, NBM, dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan tempat kerja perlu dilakukan investigasi dan perubahan, dan keluhan tertinggi berada pada bagian pinggang dan bahu kanan untuk di Depok, dan leher bagian bawah, bahu kiri dan kanan, dan pinggan di Rawamangun.
Read More
S-10156
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alwina Fitria Maulidiani; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ike Pujiriani
Abstrak: Kombinasi dari temperatur lingkungan kerja, panas metabolik dari tubuh pekerja,pakaian kerja, dan faktor individu dapat menimbulkan tekanan panas (heat stress)bagi pekerja di area peleburan, proses sekunder, dan pengecoran SSP PT KrakatauSteel. Tekanan panas berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan (heat-relateddisorders) yang diawali dengan berbagai respon fisiologis tubuh (heat strain)berupa gejala-gejala atau keluhan yang dirasakan secara subjektif oleh pekerja.Penelitian dilakukan pada 51 orang responden dengan desain studi cross sectional deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami tekanan panas adalah 36 orang dari 51 responden (70,6%) di area peleburan danproses sekunder. Seluruh responden merasa bahwa suhu lingkungan kerja mereka panas dan 74,5% responden merasa tidak nyaman (terganggu) dengan kondisi panas tersebut. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya pengendalian dari segiteknis, administratif, maupun penyediaan alat pelindung diri untuk meminimalisasi risiko timbulnya keluhan yang dirasakan pekerja akibat tekanan panas.
Kata kunci : Tekanan panas, keluhan subjektif.
Read More
S-7585
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novriadi Kurniawan; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Chandra Satrya, Rusbani Kurniawan, Priyo Djatmiko
Abstrak: Indonesia merupakan daerah tropis yang sering mengalami musim kemarau panjang dan panas telah dianggap bahaya yang umum dan harus dihadapi oleh masyarakat. Beberapa masalah kesehatan yang dapat timbul akibat panas yaitu dehidrasim heat syncope, heat exhaustion hingga heat stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pajanan heat stress pada pekerjerja di PT N pada tahun 2019 melaui penilaian keluhan subjektif yang dialami pekerja dengan menggunakan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui 2 cara yaitu primer dan sekunder. Hasil analisis menunjukan pekerja pada area pengukuran memiliki beban kerja ringan dan sedang sebesar 42.9% dan 57.1%. Pekerja di PT N juga termasuk pada pola kerja 75%-100% dan koreksi pakaian ± 0. Umur pekerja yg menjadi responden lebih banyak diisi oleh pekerja dengan umur dari 35 tahun sebesar 61%. IMT pekerja juga terdapat beberapa responden dengan IMT berlebih sebesar 29.9%. Beberapa responden tidak pernah mendapatkan pelatihan atau materi mengenai heat stress sebesar 63.6% dan tingkat konsumsi air kurang dari 4 liter sebesar 70.1%. Responden mengalami keluhan kerja ringan dengan persentase 97,4% dan 2 orang dengan keluhan subjektif berat. Hampir disemua area pengukuran melampui nilai ambang batas, namun tidak begitu besar. Kedua responden dengan keluhan subjektif berat dianalissi melalui data karakteristiknya dan dikeathui bahwa kedua responden mengkonsumsi air kurang dari 4 liter dan berumur cukup tua yaitu 44 tahun dan 54 tahun. Sangat disarankan untuk melakukan beberapa tindakan pengendalian seperti engineering control dan pengendalian administrasi untuk mengurangi pajanan dan mengindari munculnya heat strain pada pekerja di PT N.
Read More
T-5747
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zarah Defi Saputri; Pembimbing: Hendra; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Elsye As Safira
S-8195
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anisa Sarah Andriyari; Pembimbing: Hendra; Penguji: Fatma Lestari, Hari Awang Pramudja
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran keluhan subjektif akibat kejadian tekanan panas yang memajan pekerja di area penatu dan dapur Crowne Plaza Hotel Jakarta pada tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 105 orang. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 12 responden (11,4%) mengalami kejadian tekanan panas. Selain itu, hasil penelitian ini pun menunjukkan bahwa terdapat tujuh keluhan yang dirasakan oleh lebih dari 50% responden yaitu, cepat haus (93,3%), banyak berkeringat (91,4%), merasa cepat lelah (67,6%), jarang buang air kecil/air seni sedikit (65,7%), lemas (59,0%), tidak nyaman dalam bekerja (56,2%), dan pusing atau berkunang-kunang (50,5%). Berdasarkah hal tersebut, perlu dilakukan pengendalian baik dari segi teknis, administratif, maupun personal untuk meminimalisasi keluhan subjektif dan risiko kesehatan akibat tekanan panas.
Kata kunci: Keluhan subjektif, tekanan panas, pekerja penatu, pekerja dapur
Read More
S-8708
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive