Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 50 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Budi Santoso; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Widura Imam Mustopo
Abstrak:
Pengeboran panas bumi, sumur minyak dan gas sangat dikenal sebagai proyek dengan risiko kerja yang tinggi dan membutuhkan biaya yang sangat besar. Beberapa penelitian menunjukkan secara kuat bahwa manajemen kepemimpinan keselamatan kerja mempengaruhi sukses dari behavioral safety processes. Peran kepemimpinan di departemen Drilling dalam mengerjakan projek pengeboran akan menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan terkait dengan hasil positif keselamatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif untuk melakukan analisis tiga faktor yang berpengaruh terhadap safety leadership yaitu personality, transformational leadership style, dan best practices pada posisi Head dan Assistant Head. Pengambilan data dilakukan pada bulan April-Juli 2020 di departemen Drilling PT. X melalui wawancara mendalam, telaah dokumen dan pengamatan.
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sikap (personality) yang dimiliki oleh pimpinan kurang optimal pada karakteristik ketahanan emosi, bersikap terbuka, berorientasi pada pembelajaran dan sikap berhati-hati. Karakteristik gaya kepemimpinan transformasional pada pimpinan kurang optimal pada karakteristik ikut terlibat. Karakteristik praktik terbaik yang dimiliki oleh para pimpinan masih kurang optimal pada karakteristik tanggung jawab. Untuk meningkatkan karakteristik safety leadership, maka perlu adanya pelatihan ulang mengenai safety leadership bagi para pimpinan untuk menyegarkan kembali pemahaman yang kurang optimal tentang safety leadership, mengkaji ulang job description yang ada dan mengembangkan Job description safety leadership yang lebih terukur dan penilaian atau audit safety leadership di departemen drilling PT. X.

Geothermal, oil and gas drilling are known as projects with high work risks and require high costs. Several studies strongly indicate that safety leadership management influences the success of behavioral safety processes. The leadership role in the Drilling department in working on drilling projects will be one of the benchmarks of success related to positive safety outcomes. This study is a qualitative method approach to analyze three factors that influence safety leadership, namely personality, transformational leadership style, and best practices in the position of Head and Assistant Head. Data was collected in April-July 2020 in the Drilling department of PT. X through in-depth interviews, document review and observation.
The results showed the characteristics of personality possessed by the leader is less than optimal on the characteristics of emotional resilience, extroversion, learning orientation and conscientiousness. The characteristics of transformational leadership styles are less than optimal on the characteristics of Engaging. Characteristics of best practices are still not optimal in terms of accountability characteristics. To improve the characteristics of safety leadership, it is necessary to have retraining on safety leadership for leaders to refresh the suboptimal understanding of safety leadership, review existing job descriptions and develop a more measured Job description of safety leadership and an assessment or audit of safety leadership in drilling department of PT. X.
Read More
T-5936
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Helmi; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Pujiyanto, Adang Mulyana, Inggit Meliana
T-4498
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ismail Nawawi Uha
658.4092 UHA b
Jakarta : Kencana Prenadamedia Group, 2013
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Luvi Christiani; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Amal Chalik SjaafVetty Yulianty Permanasari, Dini Handayani, Arif Partono Prasetio
Abstrak: ABSTRAK Rumah sakit sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan yang paripurna mempunyai kewajiban untuk menjaga mutu layanan yang diberikan. Perawat adalah salah satu ujung tombak pelayanan dan merupakan bagian sumber daya terbesar di rumah sakit. Mutu layanan keperawatan dengan tujuan utama adalah untuk patient safety dapat dipertahankan salah satunya dengan mengendalikan angka turnover. Selama tahun 2015 sampai 2017 didapatkan angka turnover perawat di Rumah Sakit Awal Bros Batam sebesar 15,4%, 14,3%, dan 18,9%. Metode penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Awal Bros Batam ini dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan turnover perawat. Penelitian kuantitatif terhadap seluruh perawat yang sudah keluar sebanyak 79 orang. Penelitian kualitatif terhadap perawat di bagian rawat inap dan critical care dengan informan sebanyak 7 orang. Hasil kuantitif secara statistik univariat menunjukkan perawat yang keluar 77,2% perempuan dan 22,8% laki-laki, 82,3% berusia sampai dengan 30 tahun dan 17,7% berusia lebih dari 30 tahun, tingkat pendidikan diploma III 89,9% dan strata I sebanyak 10,0%, menikah 55,7% dan tidak menikah 44,3 %, asal rekrut 62% berasal dari luar batam dan 38% berasal dari batam, serta masa kerja sampai 5 tahun 81% dan masa kerja diatas 5 tahun 19%. Uji statistic bivariat menunjukkan faktor yang berhubungan dengan turnover adalah status pernikahan (Asymp. Sig. 0.003) dan daerah asal rekrut (Asymp. Sig. 0.000). Analisis kualitatif dengan wawancara mendalam dan focus group discussion didapatkan faktor lingkungan non-fisik terutama masalah kepemimpinan yang memunculkan dorongan untuk memutuskan keluar dari rumah sakit. Tingkat turnover di Rumah Sakit Awal Bros Batam masih tinggi sampai dengan tahun 2017 dengan faktor status pernikahan dan daerah asal rekrut, lingkungan kerja non fisik, dan kepemimpinan berhubungan dengan turnover. Hal ini bisa dijadikan pertimbangan Rumah Sakit Awal Bros Batam sebagai salah satu faktor untuk dapat mengendalikan turnover perawat. Kata kunci: turnover; perawat; kepemimpinan ABSTRACT Hospitals as plenary health service providers have an obligation to maintain the quality of services provided. The nurse is one of the spearheads of service and is the largest part of the hospital's resources. The quality of nursing services with the main goal is to maintain patient safety by controlling the turnover rate. During 2015 to 2017 there were 15.4%, 14.3%, and 18.9% turnover rates for nurses at Awal Bros Hospital Batam The method of research conducted at the Awal Bros Hospital Batam with a quantitative and qualitative approach to determine factors related to nurse turnover. Quantitative research for all nurses who had left was 79 people. Qualitative research on nurses in the inpatient and critical care section with informants 7 people. Quantitative results with univariate statistical show nurses who had been turnover were 77.2% women and 22.8% men, 82.3% aged up to 30 years and 17.7% aged over 30 years, diploma level III 89.9 % and strata I 10.1%, married 55.7% and not married 44.3%, 62% of recruits came from outside Batam and 38% came from Batam, as well as working period up to 5 years 81% and working period above 5 years 19%. The bivariate statistical test showed that the factors associated with turnover were marital status (Asymp. Sig. 0.003) and the area of recruitment (Asymp. Sig. 0.000). Qualitative analysis with in-depth interviews and focus group discussions found non-physical environmental factors, especially leadership problems which gave rise to the urge to decide to leave the hospital. The turnover rate in Awal Bros Hospital Batam is still high with factors of marital status and area of recruitment, non-physical environmental factors, especially leadership that are associated with turnover. This can be taken into consideration as the Awal Bros Hospital Batam as a factor to be able to control nurse turnover. Keywords: turnover; nurse; leadership
Read More
B-2047
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meike Magnasofa; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Adik Wibowo, Adang Bachtiar, Made Indra Wijaya, Basilius Beni RD
Abstrak: Mempunyai pemimpin yang efektif merupakan komponen yang sangat prominen dalam sebuah organisasi termasuk dalam hal pengelolaan sumber daya manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan gaya kepemimpinan yang diterapkan di RS Siloam Bali terhadap kinerja para staf non-medis yang bekerja di garda terdepan di tahun 2020. Disain penelitian ini adalah cross-sectional eksploratif dengan gabungan uji kuantitatif untuk melihat hubungan antara variabel independen dengan kinerja, dan penelitian kualitatif untuk mendapatkan pemahaman lebih dalam mengenai persepsi staf terhadap pimpinannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang paling dominan dirasakan oleh staf frontliners adalah responsible leadership dan tidak terdapat dampak signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja. Didapatkan motivasi yang cukup tinggi di kalangan staf terutama pada level supervisor sehingga tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara motivasi staf yang sudah baik terhadap kinerja yang secara umum cukup baik.
Having an effective leader is a very prominent component for an organization, includes managing human resources. The purpose of this study was to analyze the relation of the leadership style applied at Siloam Hospital Bali on the performance of non-medical staff working at the forefront in 2020. The design of this study was an explorative crosssectional with a combination of quantitative tests to determine the relation between independent variables with performance, and qualitative research to gain a deeper understanding of staff perceptions of their leaders. The results showed that the most dominant leadership style felt by frontline staff was Responsible Leadership, and there was no significant impact between leadership style and performance. There is a high enough motivation among staff, especially at the supervisor level, so that there is no significant difference between the staff's motivation and performance as both already good.
Read More
B-2167
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mulyawati; Pembimbing: Kusdinar Ahmad, H.E.; Penguji: Dian Ayubi, Besral, Budi Hartono, H. Toyalis
Abstrak:

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang peran komitmen pimpinan, kepemimpinan, perencanaan anggaran, komunikasi, dan kerjasama dalam proses penyusunan standard operating prosedur antenal care di Dinkes Kota Serang tahun 2013. Informan pada penelitian ini ialah kepala dinkes kota serang, kepala bidang binkesmas, kepala bidang yankes, kasi kesga, kasi yandas dan rujukan, staf kesga & yankes, bidan koordinator. penelitian ini dilaksanakan periode Maret-April 2013. Disain penelitian adalah kualitatif dengan metode wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), observasi dan telaah dokumen.


This study aimed to gain insight into the role of leadership commitment, leadership, budget planning, communication, and cooperation in the process of drafting a standard operating procedure of antenatal care in Serang City Health Office in 2013. Informants in this study is Serang City Health Office Head, Head of Community Health, Head of PHC, Kesga Kasi, Kasi Yandas & referral, kesga and health services staff, Midwives coordinator. the research design is qualitative in-depth interviews, focuss group discussion (FGD), observation and document review.

Read More
T-3976
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Emylina Manurung; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Fatma Lestari, Doni Hikmat Ramadhan, Yuni Kusminanti, Nevi Setyasih
Abstrak: Penelitian ini dilakukan di perusahaan tambang batu bara yang memiliki konsep penambangan terbuka. Fluktuasi angka kecelakaan dari tahun 2011-2017 menyebabkan PT XYZ memiliki potensi resiko kecelakaan yang tinggi. Hasil investigasi kecelakaan menyebutkan bahwa faktor utama yang menyebabkan kejadian kecelakaan yaitu faktor pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara safety leadership dengan safety performance di PT XYZ. Metode yang digunakan dalam penelitian kuantitatif ini adalah analisis komperatif dan analisis korelasi. Gaya kepemimpinan yang akan diidentifikasi melalui pendekatan persepsi dari manajemen (top dan middle management) serta dari karyawan (staff atau front line) dengan menggunakan kuesioner yang akan diberikan kepada 240 karyawan sehingga dapat diketahui gambaran gaya kepemimpianan yang saat ini menjadi budaya di PT XYZ. Gaya kepemimpinan akan dihubungkan dengan safety performance (safety inspection, safety motivation dan incident investigation). Berdasarkan hasil analisa data diperoleh bahwa kepemimpinan transformasional yang saat ini menjadi budaya di PT XYZ memiliki pengaruh positif yang siginifikan terhadap safety performance (safety inspection, safety motivation dan incident investigation).
Read More
T-5547
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Nyoman Rudi Susantha; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Jaslis Ilyas, Puput Oktamianti, I Nyoman Gede Anom, A. A. Ngurah Budiarta
Abstrak: Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yangberhubungan dengan kepuasan terhadap imbal jasa medis dokter di Rumah SakitSanjiwani Gianyar.Methode: Penelitian observasional ini menggunakan methode potong lintangmelalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Responden kuantitatif adalah 75orang dokter umum dan dokter spesialis yang memenuhi kriteria inklusi sudahmenerima jasa medis minimal tiga kali. Informan penelitian terdiri dari DirekturRSUD Sanjiwani, Wadir Pelayanan, Wadir Umum, Wadir Keuangan Kepala KMF,Ketua Tim Jasa Pelayanan, Kepala KSM Bedah, Kepala KSM Neurologi, KepalaKSM Interna, Kepala KSM Pediatri total berjumlah 11 orang.Hasil: Lima elemen imbal jasa medis yang diteliti diantaranya: besar jasa medis,cara pembagian jasa medis, waktu pembagian jasa medis, kesesuaian jasa medis,serta perbandingan jasa medis yang diterima dengan rumah sakit lainnya. Hasilpenelitian menunjukkan adanya hubungan antara sistem pembagian jasa medis,komunikasi dan kepemimpinan, dengan kepuasan terhadap imbal jasa medis dokter(p<0.05).Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlu perbaikan dalam hal besarjasa medis, cara pembagian jasa medis, pola kepemimpinan yang mengayomidokter, mampu mengadvokasi pihak Owner, transparansi dalam segala bidang,mampu membangun komunikasi ke owner dan ke pihak dokter, dalam upayameningkatkan kepuasan dokter terkait imbal jasa medis dokter di rumah sakit.Kata kunci: Jasa Medis, Komunikasi, Kepemimpinan, Kepuasan.
Read More
B-2026
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ahmad Doantanto Riztama; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Triana Puspita Dewi
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang analisis hubungan gaya kepemimpinanterhadap kinerja karyawan di IPP RSUP Fatmawati. Tujuan penelitian ini untukmengetahui hubungan variabel independen yaitu karakteristik responden (umur,jenis kelamin dan masa kerja) dan gaya kepemimpinan yang diterapkan dengan variabel dependen yaitu kinerja karyawan di IPP RSUP Fatmawati. Penelitian inimenggunakan desain penelitian cross sectional, dengan jumlah sampel 39responden yang merupakan karyawan yang bekerja di IPP RSUP Fatmawati.Untuk menguji analisis univariat digunakan analisis distribusi frekuensi, sedangkan untuk menguji analisis bivariat menggunakan uji chi-kuadrat. Hasil analisis mutu pelayanan rawat jalan menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik responden dengan kinerja karyawan di IPP Rumah Sakit Fatmawati karena p-value > 0,05. Namun terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja karyawan karena pvalue < 0,05 (p-value = 0,001). Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Kinerja.
Read More
S-8082
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kelvin Evaline Riupassa; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhadi Achari, Kurnia Sari. Atika, Arry Yuswandi
Abstrak:
Penelitian di dunia melaporkan bahwa tenaga kesehatan harus membayar mahal keterlibatan mereka dalam penanganan pandemi Covid-19. Data di Indonesia, sampai bulan September 2020 tercatat sejumlah 117 dokter dan 67 perawat meninggal akibat tertular Covid 19. Di Jakarta, tenaga kesehatan merupakan profesi kedua terbanyak yang terinfeksi Covid-19. Rumah sakit diharapkan sudah lebih siap dalam penanganan Covid-19. Penelitian ini dalam rangka melihat kesiapan Tenaga Kesehatan RSUD Mampang Prapatan dalam menghadapi Pandemi Covid-19 dan apakah ada hubungan kepemimpinan manjemen rumah sakit terhadap kesiapan tersebut. Kepemimpinan manajemen RS diprediksi memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan tenaga kesehatan dalam meghadapi pandemi Covid-19. Penelitian diawali dengan studi observasional gaya kepemimpinan manajemen RS, diikuti pengambilan data primer secara cross sectional dengan variabel bebas adalah kepemimpinan manajemen RS dan variabel terikat adalah kesiapan tenaga kesehatan,melalui kuesioner digital. Dari hasil penelitian, mayoritas responden menjawab “sering” dan “selalu” pada variabel kepemimpinan manajemen RS dan menjawab “Ya” pada variabel kesiapan tenaga kesehatan, kemudian data diuji korelasi Pearson Product Moment, didapati koefisien korelasi 0,377 dengan nilai sig 0,000 sehingga terbukti ada hubungan signifikan dengan korelasi moderat antara kepemimpinan manajemen RS dengan kesiapan tenaga kesehatan menghadami Pandemi Covid-19. Kata kunci: Covid-19, Kepemimpinan, Kesiapan Tenaga Kesehatan

Researchs in the world reports that health workers have to pay with life for their involvement in handling the Covid-19 pandemic. Data in Indonesia, as of September 2020, there were 117 doctors and 67 nurses who died from contracting Covid 19. In Jakarta, health workers are the second most infected profession with Covid-19. ix Universitas Indonesia Hospitals are expected to be better prepared in handling Covid-19. This research is in order to see the readiness of the Health Workers of Mampang Prapatan Hospital in facing the Covid-19 Pandemic and whether there is a correlation between hospital management leadership and this readiness. Hospital management leadership is predicted to have a positive correlation on the readiness of health workers in facing the Covid-19 pandemic. The study began with an observational study of hospital management leadership style, followed by cross-sectional primary data collection with the independent variable being hospital management leadership and the dependent variable being the readiness of health workers, through a digital questionnaire. From the results of the study, the majority of respondents answered "often" and "always" on the hospital management leadership variable and answered "Yes" on the health worker readiness variable, then the data was tested for the Pearson Product Moment correlation, it was found that the correlation coefficient was 0.377 with a sig value of 0.000 so that there was a proven significant moderate correlation between hospital management leadership and the readiness of health care workers in facing the Covid-19 pandemic. Key words: Covid-19, Leadership, Health Care Workers Readiness
Read More
B-2209
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive