Ditemukan 21 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Rumaisha Milhan; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Ede Surya Darmawan, Bambang Suherman
Abstrak:
Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bertujuan mengendalikan diabetesmellitus dan hipertensi. Prolanis diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara JaminanSosial (BPJS) Kesehatan melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). RumahZakat Depok dan LKC (Layanan Kesehatan Cuma-Cuma) Dompet Dhuafa Ciputat jugamengadakan program sejenis Prolanis tetapi belum pernah diteliti dan belum diketahuiintegrasinya dengan Prolanis BPJS. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaranpenyelenggaraan Prolanis di kedua LSM. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dataprimer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD),data sekunder melalui telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan penyelenggaraanProlanis Rumah Zakat Depok adalah kegiatan berbasis program dengan mendatangipeserta, sedangkan Prolanis LKC Ciputat berbasis institusi karena benar-benarmelaksanakan Prolanis BPJS sebab LKC sendiri adalah FKTP. Dalam rentang 5 bulan,jumlah peserta Prolanis Rumah Zakat Depok yang tidak dibatasi kepesertaan BPJS naik-turun; jumlah kehadiran peserta BPJS penderita DM dan/ atau hipertensi Prolanis LKCCiputat tidak mencapai indikator 75%. SDM Prolanis, dana, dan sarana keduanya tersediadan cukup seperti khas LSM. Kondisi ini berbeda dengan penelitian-penelitian dipuskesmas. Pedoman yang digunakan Rumah Zakat Depok adalah panduan sendiri danLKC Ciputat menggunakan Panduan Prolanis BPJS. Kesimpulan penelitian inipelaksanaan Prolanis di keduanya sudah cukup baik dan hampir sesuai Panduan ProlanisBPJS.Kata kunci:Penyakit kronis, Prolanis, LSM.
Read More
S-9679
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aulia Nur Rahmi; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Sinom Priyanti
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Timur tahun 2015. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif dengan menggunakan data primer dan desain studi cross sectional. Hasil yang didapatkan adalah sebanyak 53,4% responden memiliki tingkat pemanfaatan yang tinggi dan 46,6% memiliki tingkat pemanfaatan yang rendah. Variabel yang ditemukan memiliki hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan Prolanis yaitu pendidikan, dukungan keluarga, dukungan dokter dan manfaat Prolanis, masing-masing dengan besar p value 0,015; 0,002; 0,025 dan 0,005. Sedangkan karakteristik umur, jenis kelamin, diagnosis medis, variabel jarak dan waktu tempuh, keseriusan, kerentanan penyakit dan hambatan Prolanis tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan Prolanis.
Kata kunci: Program Pengelolaan Penyakit Kronis, pemanfaatan
The purpose of this research is to determine factors associated with the utilization of chronic disease management program at BPJS Kesehatan, Branch Office, East Jakarta, 2015 using cross sectional method. Data was collected primary and supported by structured questionnaire. The results shows that 53.4% of respondents have a high utilization rates and 36.6% have a low utilization rate. The variables that were found to have a significant relationship with the utilization of Prolanis are education, family support, doctor support and the benefits of Prolanis, each with p value 0,015; 0,002; 0,025 and 0,005. Characteristic, accessibility to primary health care, perceive of seriousness and vulnerability of diseases, and barriers variables have no significant relationship with the utilization of Prolanis.
Keywords: Chronic Disease Management Program, utilization, primary health care
Read More
Kata kunci: Program Pengelolaan Penyakit Kronis, pemanfaatan
The purpose of this research is to determine factors associated with the utilization of chronic disease management program at BPJS Kesehatan, Branch Office, East Jakarta, 2015 using cross sectional method. Data was collected primary and supported by structured questionnaire. The results shows that 53.4% of respondents have a high utilization rates and 36.6% have a low utilization rate. The variables that were found to have a significant relationship with the utilization of Prolanis are education, family support, doctor support and the benefits of Prolanis, each with p value 0,015; 0,002; 0,025 and 0,005. Characteristic, accessibility to primary health care, perceive of seriousness and vulnerability of diseases, and barriers variables have no significant relationship with the utilization of Prolanis.
Keywords: Chronic Disease Management Program, utilization, primary health care
S-8684
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Joan Puspita Tanumihardja; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Helen Andriani, Nanin Susanti, Clara Yosefina Francis
Abstrak:
Read More
enyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan salah satu penyakit kronis yang memiliki potensi kejadian readmisi dengan beberapa determinan yang saling berkaitan. Jika determinan ini dapat dicegah maupun dikendalikan maka ada kemungkinan kejadian ulangan dapat dicegah pula. Tesis ini membahas hubungan kepatuhan penerapan clinical pathway terhadap readmisi Penyakit Paru Obstruktif Kronis di RS St Elisabeth Lela Kabupaten Sika tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan pendekatan kuantitarif. Terdapat 3 kelompok determinan yang berhubungan dengan readmisi pasien PPOK yaitu faktor fasilitas kesehatan rujukan (kepatuhan implementasi clinical pathway), faktor follow up pengobatan (follow up ke Instalasi Rawat Jalan dan Puskesmas), serta faktor pasien (umur, jenis kelamin, penyakit penyerta dan penyakit penyulit). Hasil penelitian mengungkap variabel dominan yang berkaitan dengan kejadian readmisi pasien PPOK di rumah sakit adalah penyakit penyulit, setelah dikontrol oleh kepatuhan implementasi clinical pathway dan kunjungan kontrol pasien ke Puskesmas. Diperlukan perbaikan implementasi clinical pathway terutama pada indikator gizi pasien serta penerapan Manajer Pelayanan Pasien (MPP) yang menjadi jembatan antar Profesional Pemberi Asuhan (PPA) sehingga pasien PPOK mendapatkan tatalaksana berkesinambungan dari fasilitas kesehatan rujukan ke fasilitas kesehatan primer maupun sebaliknya.
As one of chronic diseases, COPD patient has a potential to excacerbate and readmitted to hospital, having few relatable determinants if which avoided or controlled can give a chance of avoidable excacerbation and or readmssion.This thesis discusses how clinical pathway implementation adherence influences Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) readmission in St Elisabeth Lela Hospital in Sikka District 2019. This research used cross sectional design with quantitative approach. Variables analyzed were within 3 determinant groups related to COPD patient readmission : referral health facilites (clinical pathway implementation adherence), treatment follow up (to policlinics or primary care health facilities) and patient (age, gender, comorbidities and complications). Research result suggest that complications dominantly related to patient readmission, controlled with clinical pathway implementation adherence and follow up visits to primary care health facility. Further improvement on clinical pathway implementation is needed especially for the nutrition indicator and also the need to put Case Manager into practice to coordinate health proffesionals surrounding and taking take of COPD patients in hospital to be able to attain continued treatment from referral to primary care health facilities and vice versa
As one of chronic diseases, COPD patient has a potential to excacerbate and readmitted to hospital, having few relatable determinants if which avoided or controlled can give a chance of avoidable excacerbation and or readmssion.This thesis discusses how clinical pathway implementation adherence influences Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) readmission in St Elisabeth Lela Hospital in Sikka District 2019. This research used cross sectional design with quantitative approach. Variables analyzed were within 3 determinant groups related to COPD patient readmission : referral health facilites (clinical pathway implementation adherence), treatment follow up (to policlinics or primary care health facilities) and patient (age, gender, comorbidities and complications). Research result suggest that complications dominantly related to patient readmission, controlled with clinical pathway implementation adherence and follow up visits to primary care health facility. Further improvement on clinical pathway implementation is needed especially for the nutrition indicator and also the need to put Case Manager into practice to coordinate health proffesionals surrounding and taking take of COPD patients in hospital to be able to attain continued treatment from referral to primary care health facilities and vice versa
B-2152
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tri Priyo Anggoro; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: R. Sutiawan, Wahyu Sulistiadi, Donni Hendrawan, I Ketut Agung Enriko
Abstrak:
Pandemi Covid-19 menyebabkan terhambatnya pasien Program Rujuk Balik (PRB) untuk melakukan kunjungan ke pelayanan kesehatan. Salah satu solusi pelayanan kesehatan untuk pasien PRB dalam situasi pandemi Covid-19 adalah dengan mengadopsi layanan telemedicine. Namun, sebagian besar peserta PRB merupakan pasien berusia lanjut dan tidak terlalu mahir dalam menggunakan perangkat elektronik. Sehingga, apakah memungkinkan layanan telemedicine dapat dikembangkan untuk pasien PRB? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan permasalahan dan kebutuhan pengembangan telemedicine bagi peserta PRB dan menyusun prototype telemedicine untuk peserta PRB. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berupa telaah regulasi dan wawancara mendalam. Penelitian ini menunjukkan bahwa telemedicine untuk pasien PRB dapat dikembangkan untuk menghindari penularan Covid-19 pada pasien kronis yang berisiko tinggi dan pelayanan telemedicine berpotensi untuk dapat terus dimanfaatkan setelah pandemi berakhir karena penggunaan telemedicine akan sangat membantu bagi pasien yang jauh dari fasilitas kesehatan atau pasien yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengakses fasilitas kesehatan. Permasalahan utama dalam pengembangan layanan telemedicine pasien PRB yang dirasakan oleh user adalah pelaksanaan pemeriksaan fisik dan penunjang serta memastikan hasil pemeriksaan akurat, validasi data dokter dan pasien, pencatatan rekam medis secara online dan penyimpanan data yang aman, mekanisme penjelasan obat secara detail ke pasien dan mekanisme pemberian obat sehingga pasien tidak perlu datang ke faskes, monitoring kondisi pasien kronis secara berkala, pasien lansia yang tidak familiar dengan teknologi terkinidan hilangnya aspek sentuhan dan interaksi manusia dalam pelayanan telemedicine. Solusi terhadap permasalahan tersebut, menjadi dasar pengembangan desain prototype telemedicine pasien PRB, yaitu menambahkan fitur voice & video call untuk mempermudah dokter melakukan pemeriksaan fisik secara virtual disertakan dengan petunjuk pemeriksaan fisik secara virtual, proses validasi data dokter dan pasien saat mengakses layanan telemedicine dan menampilkan STR & SIP dokter dalam aplikasi telemedicine yang dilengkapi dengan link validasi data di Konsil Kedokteran Indonesia, sistem telemedicine yang berbasis pada fasilitas kesehatan, sehingga data rekam medis pasien tersimpan di faskes, resep obat dilengkapi dengan penjelasan cara penggunaan obat dan fitur pengantaran obat ke rumah dengan bekerjasama dengan jasa penagntaran, menambahkan fitur monitoring kondisi pasien secara berkala, menyederhanakan fitur telemedicine dengan langkah-langkah yang mudah dipahami dan mengadakan admin asistensi untuk mengarahkan pasien lansia., menambahkan fitur voice& video call dalam telemedicine disertai dengan SOP bagi dokter untuk memastikan aspek humanisme menjadi sentral dalam pelayanan telemedicine. Berdasarkan hasil uji kelayakan aplikasi didapatkan bahwa user pasien dan dokter menganggap bahwa desain aplikasi menarik, mudah untuk diingat, terhindar dari kesahalan dan aman digunakan, mudah untuk dioperasikan, efisien dalam memberikan dan mendapatkan pelayanan kesehatan dan user puas dengan aplikasi telemedicine
Read More
T-6098
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Chintya Putri Erlianti; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Milla Herdayati, Ria Maria Theresa
S-10344
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Avivah Gusti Rahma; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Atik Nurwahyuni, Erika Verayanti
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai input, proses dan output dari program Prolanis. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan peserta prolanis memiliki pengetahuan dan persepsi baik mengenai Prolanis, jarak dan dukungan bukan menjadi penghambat untuk mengikuti kegiatan Prolanis. Kemudian, klinik mempunyai sumber daya manusia, sumber daya keuangan dan fasilitas yang cukup, serta memahami kebijakan yang sedang diterapkan. Namun, klinik belum memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) dan kegiatan edukasi dan Home Visit masih belum rutin dilaksanakan. Output pada kegiatan Prolanis menunjukkan semua peserta mengalami peningkatan pada kondisi kesehatannya, hanya saja hasil pemeriksaan peserta PPDM masih jauh dari tujuan Prolanis yaitu 75% peserta memiliki kondisi baik.
Read More
S-10110
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Andrea Indra Sari; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Vetty Yulianti, Atik Nurwahyuni, Purnawan Junadi, Diah Suryani Sulismawarti
Abstrak:
Merupakan studi kuantitatif dengan metode potong lintang. Variabel bebas adalah umur pasien, jenis kelamin, faktor herediter atau keturunan, keikutsertaan dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), tekanan darah sistolik,tekanan darah diastolik, komplikasi penyakit, perilaku selalu membawa obat ke manapun pergi, perilaku selalu minum obat, perilaku jika sehat maka tetap minum obat, perilaku jika terjadi keadaan buruk karena obat maka tetap minum obat, perilaku mengetahui manfaat obat, dan perilaku selalu menebus obat. Variabel tergantung adalah keberhasilan Program Rujuk Balik. Analisis data menggunakan program SPSS versi 23 Program Rujuk Balik di RS St.Carolus belum optimal. Faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan program ini dari perspektif pasien adalah komplikasi penyakit, tekanan darah sistolik dan perilaku selalu menebus obat. Perlu usaha preventif promotif, kuratif dan rehabilitatif yang dilakukan oleh rumah sakit untuk meningkatkan keberhasilan program ini. Selain itu rumah sakit juga perlu melakukan pengelolaan data dan pembuatan program perangkat lunak atau aplikasi komputer yang dapat membantu dokter spesialis dalam menganalisa keadaan pasien.
Read More
B-2084
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Syifa Adzannur Dzuhuria; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Pujiyanto, Susi Gunawan
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Wilayah Kerja BPJS Kesehatan KCU Kota Bogor Tahun 2018. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam dan observasi dengan menggunakan pedoman wawancara serta daftar tilik observasi. Data sekunder diperoleh dari hasil telaah dokumen.
Penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat masalah dalam sisi sumber daya manusia, sumber daya keuangan, dan peraturan. Empat dari lima kegiatan Prolanis sudah rutin dilaksanakan pada FKTP wilayah kerja BPJS Kesehatan KCU Kota Bogor. Peneliti menyarankan agar BPJS membuat adanya peninjauan ulang dalam keuangan serta melibatkan peran serta peserta dalam megelola kekurangan dana, melengkapi SOP yang ada dengan rincian jadwal kegiatan pada masing-masing kegiatan prolanis, dan pembuatan sistem reward pada pencapaian target Prolanis.
Read More
Penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat masalah dalam sisi sumber daya manusia, sumber daya keuangan, dan peraturan. Empat dari lima kegiatan Prolanis sudah rutin dilaksanakan pada FKTP wilayah kerja BPJS Kesehatan KCU Kota Bogor. Peneliti menyarankan agar BPJS membuat adanya peninjauan ulang dalam keuangan serta melibatkan peran serta peserta dalam megelola kekurangan dana, melengkapi SOP yang ada dengan rincian jadwal kegiatan pada masing-masing kegiatan prolanis, dan pembuatan sistem reward pada pencapaian target Prolanis.
S-10213
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ismania Tawakal; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Harry Nurdiansyah
S-8909
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
An Nisa Atiya Mardotillah; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Purnawan Junadi, Donni Hendrawan
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui impelementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Timur Tahun 2016. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan telaah dokumen. Penelitian menunjukkan bahwa ada masalah dalam sisi komunikasi, sumber daya, sikap implementor, struktur birokrasi dan implementasi kegiatan Prolanis. Peneliti menyarankan agar dilakukan upaya perbaikan dalam hal sosialisasi, komitmen penyediaan obat, pembuatan SOP pelaksanaan kegiatan Prolanis, anggaran khusus Prolanis dan sebuah aplikasi yang menunjang kegiatan Prolanis.
Kata kunci: Program Pengelolaan Penyakit Kronis, Implementasi
The purpose of this research is to determine Implementation of Chronic Disease Management Programe (Prolanis) at BPJS Kesehatan, Branch Office, East Jakarta, 2016. This study used qualitative method, data collection is done through in-depth interviews, observation and documents analysis. Result of this study found that there are problems in communication, resources, bureaucracy structure, attitude implementor and implementation of activities Prolanis. Researches suggest that do improvements in terms of socialization, the commitments, manufacture of SOP implementation, budgets of all activities prolani and an application programe for prolanis.
Keywords: Chronic Disease Management Program, Implementation
Read More
Kata kunci: Program Pengelolaan Penyakit Kronis, Implementasi
The purpose of this research is to determine Implementation of Chronic Disease Management Programe (Prolanis) at BPJS Kesehatan, Branch Office, East Jakarta, 2016. This study used qualitative method, data collection is done through in-depth interviews, observation and documents analysis. Result of this study found that there are problems in communication, resources, bureaucracy structure, attitude implementor and implementation of activities Prolanis. Researches suggest that do improvements in terms of socialization, the commitments, manufacture of SOP implementation, budgets of all activities prolani and an application programe for prolanis.
Keywords: Chronic Disease Management Program, Implementation
S-9252
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
