Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 18 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Vini Gokkana Clara Manurung; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Helen Andriani, Agus Rahmanto
Abstrak: Turnover perawat selalu menjadi perhatian karena jumlah yang begitu tinggi yaitu menurut NSItahun 2020 dikatakan selama dua tahun terakhir berkisar 15,9% dan begitu juga di Indonesia dirumah sakit swasta berkisar 13% dan 35% sedangkan normal adalah 5-10%. Penelitian inibertujuan utuk mengetahui faktor internal dan eksternal mempengaruhi turnover intentionperawat rumah sakit di Indonesia dengan metode kajian kepustakan kualitaif dengan desainanalisis deskriptif. Database yang digunakan adalah online dari 4 database yaitu UniversitasIndonesia Library, Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PusinfokesmasFKM UI), GARUDA (Garba Rujukan Digital), kemudian Neliti repository ilmiah Indonesiadengan jumlah didapat 60 dan yang diikutsertakan adalah 9 penelitian. Hasil penelitianmenunjukkan faktor yang mempengaruhi turnover intention perawat di berbagai rumah sakitadalah faktor eksternal yaitu aspek lingkungan dan usia ada yang mengatakan mempengaruhi adapenelitian mengatakan tidak. Faktor internal yaitu budaya organisasi, gaya kepemimpinan,kompensasi, kepuasan kerja, dan pengembangan karir. Faktor yang paling mempengaruhi adalahkompensasi.
Nurse turnover is always a concern because the number is so high according to the NSI 2020said for the last two years around 15.9% and so in Indonesia in private hospitals around 13% and35% while normal is 5-10 %. This study aims to determine the internal and external factorsrelated to the turnover intention of hospital nurses in Indonesia with a qualitative library studymethod with descriptive analysis design. Databes used are online from 4 databases namelyUniversitas Indonesia Library, the Indonesian Public Health Information Center (PusinfokesmasFKM UI), GARUDA (Garba Rujukan Digital), kemudian Neliti repository ilmiah Indonesia withthe number obtained by 60 and included 9. The results showed that the factors that related tonurses' turnover intention in various hospitals are external factors, namely environmental and ageaspects, some said that they related to but there is said no. Internal factors are organizationalculture, leadership style, compensation, job satisfaction, and career development. The mostrelated factor is compensation.
Read More
S-10403
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yan Zefrial; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Besral, Martya Rahmaniati Makful, Inda T. Hatang, Sulastyono Wahyono
T-5383
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ivoni Pollatu; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Jaslis Iljas, Wahyu Sulistiadi, Sumijatun
Abstrak: Intention to quit merupakan niat seseorang yang merupakan bagian dari perilaku berpindah. Intention to quit dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya intention to quit, stress kerja, kepuasan kerja, pelanggaran kontrak psikolgis dan pengaruhnya pada tingkat intention to quit perawat di RSIA Murni Asih Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan metode kuantitatif. Jumlah sampel pada penelitian ini 62 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stress kerja, pelanggaran kontrak psikologis dan intention to quit tinggi terjadi pada perawat di RSIA murni Asih dan hampir sebagian perawat RSIA Murni Asih mengalami Ketidakpuasan kerja. Terdapat hubungan yang negative antara stres kerja, pelanggaran kontrak psikologis, kepuasan kerja terhadap tingkat intention to quit perawat di RSIA Murni Asih.
Kata Kunci : Intention to quit, stress kerja, kepuasan kerja, pelanggaran kontrak psikologis, perawat

Intention to quit is someone's intention which is part of moving behavior. Intention to quit is influenced by various factors. This study aims to determine the magnitude of intention to quit, work stress, job satisfaction, violation of psychology contracts and their effects at the level of intention to quit nurses at the Pure Asih Hospital in Tangerang. This research is a cross sectional study with quantitative methods. The number of samples in this study were 62 samples. The results showed that work stress, psychological contract violations and high intention to quit occurred in nurses in pure Asih Hospital and almost half of Pure Pure RSIA nurses experienced job dissatisfaction. There is a negative relationship between work stress, violation of psychological contracts, job satisfaction to the level of intention to quit nurses at Pure Asih Hospital.
Keywords: Intention to quit, work stress, job satisfaction, psychological contract violation, nurse
Read More
B-2071
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Twinda Adventina; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Mila Tejamaya, Dadan Erwandi, Syahrul Efendi Panjaitan, Megawati
Abstrak: Kelelahan pada perawat rumah sakit dapat membahayakan keselamatan perawat tersebut maupun pasien. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kelelahan pada perawat rumah sakit yaitu faktor lingkungan fisik seperti pencahayaan, kebisingan, dan iklim kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor lingkungan kerja fisik (pencahayaan, kebisingan, iklim kerja) yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada perawat rumah sakit. Metode yang di gunakan adalah systematical review terhadap literatur yang hasil penelitiannya membahas faktor lingkungan kerja fisik yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada perawat di rumah sakit yang di publikasikan di jurnal internasional, jurnal lokal yang dapat diakses melalui UI Library terutama Full Open Access.Berdasarkan seleksi literatur didapatkan 14 literatur yang membahas hubungan faktor lingkungan fisik dengan kelelahan kerja pada perawat rumah sakit. 11 literatur membahas pencahayaan berhubungan dengan kelelahan kerja pada perawat rumah sakit. 6 literatur membahas kebisingan berhubungan kelelahan kerja pada perawat rumah sakit. 3 literatur membahas iklim kerja panas berhubungan dengan kelelahan kerja pada perawat rumah sakit. Terdapat hubungan yang signifikan antara pencahayaan, kebisingan, dan iklim kerja dengan kelelahan kerja pada perawat rumah sakit.
Fatigue in hospital nurses can endanger the safety of both the nurse and the patient. One of the factors that can cause fatigue in hospital nurses is the physical environmental, such as lighting, noise, and work climate. The purpose of this study is to analyze the physical work environment factors (lighting, noise, and work climate) associated with work fatigue in hospital nurses. This is a systematic literature review on studies that discuss physical work environment factors related to work fatigue in hospital nurses published in international journals and local journals that can be accessed through the UI Library, especially those that are Full Open Access. Fourteen articles that discussed the relationship between physical environmental factors and work fatigue in hospital nurses were identified, consisting of 11 articles on the effect of lighting on work fatigue in hospital nurses. 6 articles discussed how noise influenced work fatigue in hospital nurses, and 3 articles discussed the effect of hot work climate on work fatigue in hospital nurses. Based on the review, lighting, noise, and work climate significantly link to work fatigue in hospital nurses.
Read More
T-6070
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Ronggo Dwi Wibowo; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Syahrul Efendi Panjaitan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran stres kerja dan faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada perawat di rumah sakit Bhayangkara Tk. III Anton Soedjarwo Pontianak Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain studi cross sectional. Sampel penelitian ini adalah perawat di rumah sakit Bhayangkara Tk. III Anton Soedjarwo Pontianak. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner online dan wawancara. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dan inferensial dengan menggunakan uji analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 24,4% perawat mengalami stres kerja dan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja, ambiguitas peran, hubungan interpersonal, usia, jenis kelamin dan masa kerja dengan stres kerja. Pihak rumah sakit Bhayangkara Tk. III Anton Soedjarwo Pontianak diharapkan agar memperhatikan tingkat stres kerja yang dialami perawatnya dan membuat strategi serta tindakan untuk mengendalikan faktor-faktor yang dapat berhubungan stres kerja.
This study aims to analyze the description of work stress and the factors of work-related stress on nurses at Bhayangkara Tk. III Anton Soedjarwo Pontianak in 2022 Hospital. This research uses quantitative research methods with a cross sectional study design approach. The sample of this study were nurses at Bhayangkara Tk. III Anton Soedjarwo Pontianak Hospital. Data were collected by filling out online questionnaires and interviews. Data analysis was carried out by descriptive and inferential statistics using logistic regression analysis. The results showed that as many as 24.4% of nurses experienced work stress and there was a significant relationship between workload, role ambiguity, interpersonal relationships, age, gender, years of employment with work stress. The Bhayangkara Tk. III Anton Soedjarwo Pontianak Hospital is expected to pay attention to the level of work stress experienced by nurses and make strategies and actions to control factors that can relate to work stress.
Read More
S-10995
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rima Futihasari; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Jaslis Ilyas, Agus Rahmanto
Abstrak: Skripsi ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi turnover intention perawat rumah sakit di berbagai negara Asia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor turnover intention perawat rumah sakit di berbagai negara Asia menggunakan metode literature review berpedoman matriks PRISMA. Tinjauan literatur dilakukan dengan mencari artikel terpublikasi tahun 2015-2020. Kriteria inklusi berupa artikel berbahasa Inggris dan Indonesia, teks lengkap, open access, studi rumah sakit, perawat yang bekerja minimal 1 tahun dan terbatas di Asia. Diperoleh total 3789 artikel. Setelah melalui skrining dan ekstraksi didapatkan 15 artikel relevan untuk dievaluasi lebih lanjut. Faktor-faktor yang mempengaruhi turnover intention perawat rumah sakit di berbagai negara Asia yaitu faktor individu (tingkat pendidikan, usia, status pernikahan, jenis kelamin, persepsi dukungan organisasi), faktor komitmen organisasi, faktor organisasi (stress kerja, burnout, kepuasan kerja, lingkungan kerja), dan faktor lain (kekerasan di tempat kerja, kualifikasi profesional, daerah asal rekrut). Sedangkan faktor yang sering muncul dalam mempengaruhi turnover intention adalah komitmen organisasi, ketidakpuasan terhadap kompensasi, dan kekerasan di tempat kerja.
Read More
S-10890
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisyah Jasmine; Pembimbing: Septiara Putri; Penguji: Masyitoh, Agus Rahmanto
Abstrak: Hand hygiene merupakan salah satu bentuk pencegahan dan pengendalian infeksi yangdianggap efektif untuk melindungi pasien dan tenaga kesehatan dari penularan infeksiterkait pelayanan kesehatan (HAIs). Tenaga perawat sebagai tenaga kesehatan yangsering kontak langsung dengan pasien tentu memiliki peluang hand hygiene lebih banyakdibandingkan tenaga kesehatan lainnya. Namun, tingkat kepatuhan hand hygiene tenagaperawat di rumah sakit masih cenderung rendah. Banyak studi telah membahas strategiintervensi untuk meningkatkan kepatuhan hand hygiene pada perawat, tetapi studi danbukti yang dilakukan di Asia Tenggara masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untukmerangkum bukti dan informasi efektivitas strategi intervensi terhadap kepatuhan handhygiene perawat di rumah sakit berdasarkan studi dari negara-negara di Asia Tenggara.Penelitian dilakukan dengan metode tinjauan literatur yang menggunakan data sekunderdari basis data PubMed, Cochrane, CINAHL, dan Google Scholar. Studi yang didapatkanuntuk penelitian ini sejumlah 4 studi dari tiga negara berbeda, yakni Indonesia (n=2),Thailand (n=1), dan Vietnam (n=1). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhanhand hygiene perawat di rumah sakit pada fase awal atau pra-intervensi masih rendah (<50%), dengan faktor utama yang dilaporkan mempengaruhi ketidakpatuhan hand hygienepada perawat yaitu kekeringan dan iritasi tangan setelah melakukan hand hygiene.Program edukasi menjadi bagian dari seluruh strategi intevensi pada setiap studi,menandakan program dapat diterapkan pada negara-negara di Asia Tenggara. Namun,strategi intervensi multifaceted improvement program menunjukkan dampak yang palingsignifikan pada peningkatan kepatuhan hand hygiene perawat di rumah sakit (27% pra-intervensi dan 77% pasca-intervensi). Strategi intervensi multimodal tercatat palingefektif meningkatkan kepatuhan hand hygiene dan mampu memberikan dampak yangberkelanjutan, jika ditunjang dengan pemantauan dan intervensi berkala.Kata kunci:Kepatuhan hand hygiene, intervensi, perawat, rumah sakit, tinjauan literatur.
Read More
S-10381
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safiera Amelia; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Wachyu Sulistiadi, Tini Suminarti, Sumijatun
Abstrak:

Latar belakang: Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) penting untuk memahami penyebab insiden dan meningkatkan keselamatan pasien. Tingkat pelaporan IKP oleh perawat di RSJPDHK tahun 2023 hanya 15,9%, menunjukkan masih banyak insiden yang tidak dilaporkan dan akan melemahkan kapasitas sistem pelaporan untuk mendorong pembelajaran. Penelitian terdahulu (2014-2023) mengidentifikasi bahwa faktor individu, psikologis, dan organisasi sebagai determinan penerapan pelaporan IKP.
Tujuan: Mengetahui determinan individu, psikologis, dan organisasi yang berkaitan dengan penerapan pelaporan IKP oleh perawat di RSJPDHK tahun 2024.
Metode: Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus dilakukan pada bulan Juli – Oktober 2024. Penelitian ini melibatkan lima orang kepala unit kerja dan dua orang dari Komite Mutu melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen.
Hasil: Penerapan pelaporan IKP meningkat pada tahun 2022-2024, namun belum merata di seluruh unit kerja. Perawat yang rutin melaporkan IKP menunjukkan pengetahuan yang lebih baik dan motivasi yang lebih tinggi. Hambatan psikologis lebih sedikit dirasakan pada perawat yang aktif melapor. Determinan organisasi yang paling banyak mendapat respon negatif meliputi supervisi kepala unit, pelatihan, dan dukungan manajemen berupa champion keselamatan pasien.
Kesimpulan: Akar permasalahan belum meratanya penerapan pelaporan IKP di RSJPDHK yaitu pelatihan yang belum efektif dan ketiadaan instrumen yang merinci pelaksanaan supervisi kepala unit dan uraian aktivitas champion keselamatan pasien.


Background: Patient Safety Incident (PSI) reporting is crucial for understanding the causes of incidents, which serve as a basis for improving patient safety. The PSI reporting rate by nurses at National Cardiovascular Center Harapan Kita (NCCHK) in 2023 was 15,9%, indicating that many incidents remain unreported, which weakens the reporting system’s capacity to drive learning. Previous research (2014-2023) identified individual, psychological, and organizational factors as determinants of PSI reporting implementation. Objective: To identify individual, psychological, and organizational determinants related to the implementation of PSI reporting by nurses at NCCHK in 2024.  Method: A qualitative study with a case study design was conducted from July-October 2024. The study involved five units head and two members from the Quality Committee through in-depth interviews and document reviews. Results: The implementation of PSI reporting increased from 2022-2024 but remains inconsistent across all units. Nurses who regularly report PSI demonstrated better knowledge and higher motivation. Psychological barriers were less prominent among nurses who actively reported incidents. Organizational determinants receiving the most negative responses included unit head supervision, training, and patient safety champions. Conclusion: The root causes are ineffective training, the absence of detailed instruments outlining unit head supervision and specific activities for patient safety champions.

Read More
B-2494
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amanda Tarisa Khairana; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Puput Oktamianti, Novendra
Abstrak:
Keselamatan pasien merupakan aspek krusial dalam pelayanan rumah sakit, di mana perawat sebagai tenaga kesehatan garda terdepan memiliki peran sentral dalam membangun budaya keselamatan pasien. Namun, stres kerja yang dialami perawat berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stres kerja perawat dengan pelaksanaan budaya keselamatan pasien di Instalasi Rawat Inap RS Hermina Metland Cibitung tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner ENSS (Expanded Nursing Stress Scale) untuk mengukur tingkat stres kerja dan HSOPSC (Hospital Survey on Patient Safety Culture) untuk menilai budaya keselamatan pasien. Sebanyak 36 perawat pelaksana diambil sebagai responden dengan teknik total sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dan budaya keselamatan pasien (p >0,05). Namun, terdapat tiga pasangan dimensi dari kedua variabel yang menunjukkan hubungan signifikan secara statistik (p <0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun hubungan secara umum tidak signifikan, beberapa aspek stres kerja memiliki pengaruh terhadap dimensi tertentu dari budaya keselamatan pasien, sehingga perlu menjadi perhatian dalam manajemen keperawatan.

Patient safety is a crucial aspect of hospital services, with nurses as frontline health workers playing a central role in fostering a culture of safety. However, the work-related stress experienced by nurses has the potential to affect the quality of care provided. This study aims to analyze the relationship between nurses' job stress and the implementation of patient safety culture in the Inpatient Unit of Hermina Metland Cibitung Hospital in 2025. A quantitative approach with a cross-sectional study design was used. Data were collected using the Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) to measure job stress levels and the Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) to assess patient safety culture. A total of 36 staff nurses were selected as respondents using a total sampling technique. The results showed that, overall, there was no statistically significant relationship between job stress and patient safety culture (p >0.05). However, three pairs of dimensions between the two variables showed statistically significant correlations (p <0.05). These findings suggest that although no general relationship was found, certain aspects of job stress do influence specific dimensions of the patient safety culture, and should therefore be taken into consideration in nursing management.
Read More
S-11914
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rany Wulan Agus; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Besral, Atik Rahmat
Abstrak: Perawat dalam melaksanakan penerapan sasaran keselamatan pasien (SKP) dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berkaitan sebagai sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran penerapan pasien serta hubungan antara faktor individu, faktor kompleksitas pekerjaan, faktor lingkungan kerja, serta faktor organisasi dan manajemen terhadap penerapan SKP di RSUD dr Slamet Garut. Desain penelitian deskriptif korelatif dengan metode cross sectional, dengan sampel sebanyak 286 perawat.

Hasil penelitian menunjukan gambaran penerapan sasaran keselamatan pasien lebih dari sebagian masih kurang (52,8%). Faktor individu meliputi masa kerja (p=0,000) memiliki hubungan dengan penerapan SKP, sedangkan umur, status kepegawaian pelatihan dan pendidikan tidak. Faktor kompleksitas pekerjaan meliputi serah terima pasien (p=0,000), memiliki hubungan dengan penerapan SKP sedangkan beban kerja dan kerjasama tidak, ketersediaan SOP merupakan variabel komposit.

Faktor lingkungan kerja (P=0,000) memiliki hubungan dengan penerapan SKP. Faktor Organisasi dan Manajemen meliputi supervisi, budaya organisasi dan komunikasi tidak memiliki hubungan dengan penerapan SKP. Faktor yang paling dominan mempengaruhi adalah lingkungan kerja Penelitian ini merekomendasikan perlu dilakukan pengukuran berkala dan Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA) terhadap seluruh area lingkungan kerja. . Kata kunci: Penerapan Keselamatan pasien, perawat, rumah sakit

Implementation of Patient Safety on Nurse was influenced by various factor are related each other as a system. The objective of this research was to decribe of patient safety implemention and relationship between individual factors, work complexity factors, work environment factors, organizational and management factors with patient safety implementation in Hospital dr Slamet Garut. This research design used a descriptive correlative with cross sectional method, the sampels were 286 nurses.

The result showed the picture of patient safety implementation is more than some still lacking (52,8%). The influencing factors of individual factor for patient safety implementation were length of service (p=0,000), meanwile other factors such as age, employment status, training and education were not influential. The influencing factors of complexity factors for patient safety implementation were patient handover (p=0,000), meanwile other factors such as workload and cooperation were not influential, SOP was comfounding variable.


The influencing factors of work environment for patient safety implementation. Factors of organizational and management such a supervision, organization culture and communication were not influencing. The most dominant factors influencing for patient safety was work environment. This research recommend that it require periodic measurements and Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA) of all working area. Keywords: Hospital, Patient Safety Impelementation, nurses
Read More
T-5090
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive