Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Melita; Pembimbing: Mardiati Nadjibi; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Pujiyanto, Rosmawati, Okta Mutiara Marlina
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan lansia ke posbindu lanjut usia di wilayah kerja Puskesmas Bintara Kota Bekasi tahun 2017. Penelitian kuantitatif dengan disain studi potong lintang ini mencakup sampel 70 orang pralansia dan lansia, data dikumpulkan dengan kuesioner dan dilanjutkan wawancara kepada responden lansia yang sering datang dan yang tidak pernah datang, kader posbindu dan pemegang Program Lansia. Hasil studi menunjukkan bahwa 85,2% peserta lansia yang mengetahui manfaat berkunjung ke posbindu lanjut usia Faktor-faktor yang berhubungan adalah pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan dan persepsi tentang manfaat posbindu. Dinas Kesehatan dan puskesmas perlu memperkuat upaya promotif dan preventif, penyuluhan kepada lansia dan meningkatkan kerjasama lintas sektoral untuk meningkatkan kunjungan ke posbindu lansia Kata kunci: lansia, posbindu lansia, pemanfaatan posbindu This study aims to determine the factors associated with elderly visits to posbindu (integrated service) for elderly in the working area of Bintara health center in 2017. A quantitative study with cross-sectional analysis design was done, included sample of 70 people pre-elderly and elderly. Data was collected using interview to Posbindu participants who come and never come to the Posbindu, as well as cadres and program holders. The study results showed that 85.2% of elderly participants know the benefits of visiting elderly postbindu. Related factors of visiting Posbindu were knowledge, family support, support of health workers and perceptions about the benefits posbindu. Health district and health center are suggested to strengthen promotive and preventive efforts, counseling for the elderly and improving intersectoral cooperation to increase utilization of the Posbindu among the elderly Key words: elderly, posbindu for elderly, use of service
Read More
T-4976
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Handy Suryadi; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Evi Martha, Sidartawan, Inggarwati
Abstrak: Penyakit Tidak Menular menjadi kontributor tertinggi dalam kematian secara global. Proporsi 80% PTM hadir di negara berkembang, sehingga PTM juga menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Cakupan pelaksanaan posbindu PTM hanya mencapai 50% dan belum diketahui penyebab pasti rendahnya cakupan skrining FR PTM pada triwulan pertama tahun 2022. Tujuan penelitian untuk mengetahui kinerja Posbindu PTM dalam adaptasi kebiasaan baru di Puskesmas Kecamatan Penjaringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk mengetahui kinerja dan mendapatkan informasi dari beberapa informan mengenai suatu proses dan aktivitas di Posbindu PTM. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen, dilakukan di Puskesmas Penjaringan II, Puskesmas Kamal muara, Puskesmas Kapuk Muara pada bulan Mei-Juni 2022. Informan kunci dalam penelitian ini adalah pelaksana program posbindu, informan pendukung adalah koordinator kader, PJ program PTM, kepala puskesmas kelurahan, Kasie Kesra kelurahan dan peserta posbindu. Hasil penelitian didapatkan kinerja posbindu PTM belum sesuai standar. Sumber daya manusia sudah mencukupi disetiap posbindu, masih ditemukan posbindu dengan sarana dan prasarana kurang memadai, kepemimpinan yang sudah cukup baik. Faktor individu ditemukan kemampuan dan keterampilan kader dalam melaksanakan pelayanan posbindu yang masih kurang, faktor psikologis motivasi instrinsik sebagian besar sudah baik.Upaya perbaikan dengan peningkatan jalinan dengan lintas sektor, pengadaan pelatihan kader dan pengajuan kebutuhan sarana dan prasarana
Read More
T-6364
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Septi Widiasari; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Besral, Ridho Ichsan Syaini
Abstrak: Hipertensi sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk di Indonesia. Prevalensi hipertensi di Provinsi DKI Jakarta cukup tinggi yakni sebesar 33,4% (Kementerian Kesehatan RI, 2018). Terdapat beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kejadian hipertensi salah satunya adalah obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan kejadian hipertensi. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan menggunakan data sekunder kegiatan Posbindu PTM di Provinsi DKI Jakarta tahun 2018. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode total sampling dengan kriteria inklusi penduduk berusia 15-64 tahun yang terdaftar dan data pemeriksaan tercatat lengkap sesuai variabel penelitian dan minimal melakukan satu kali pengukuran hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi hipertensi di Provinsi DKI Jakarta yaitu 26,2% dan obesitas sebesar 17,4%. Terdapat hubungan yang bermaksa secara statistik antara obesitas dengan kejadian hipertensi. Berdasarkan analisis regresi logistik, responden yang obesitas memiliki risiko sebesar 1,8 kali untuk menderita hipertensi dibandingkan yang tidak obesitas setelah dikontrol oleh variabel jenis kelamin dan interaksi antara obesitas dengan jenis kelamin. Oleh karena itu perlu ditingkatkan peran serta masyarakat dan pengaplikasian perilaku GERMAS serta pengoptimalan kegiatan Posbindu PTM diharapkan dapat mengendalikan obesitas dan hipertensi. Kata kunci: Hipertensi, Obesitas, Posbindu PTM.
Read More
S-10028
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nindya Kharisma Cahyaningtyas; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Masyitoh, Fitria Ramdhitabudi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program Posbindu PTMdi wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Jakarta Pusat tahun 2018. Jenispenelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupawawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa pelaksanaan program Posbindu PTM di wilayah kerja PuskesmasKecamatan Cempaka Putih belum optimal. Pada variabel input, kemampuan danketerampilan kader Posbindu PTM masih perlu ditingkatkan terutama dalamperhitungan IMT, belum sepenuhnya masyarakat bersedia membayar biaya pemeriksaanfaktor risiko PTM, dan ketersediaan sarana dan peralatan yang belum lengkap. Padavariabel proses, tahapan wawancara, pengukuran lingkar perut, dan perhitungan IMTbelum dilaksanakan secara rutin di beberapa Posbindu PTM. Pada variabel output,cakupan kegiatan pemeriksaan faktor risiko tekanan darah pada bulan Oktober-Desember tahun 2017 masing-masing sebesar 0,68%, 0,58%, 0,48% termasuk kategorimerah (<10%). Proporsi faktor risiko obesitas sentral dan tekanan darah tinggi padabulan Oktober tahun 2017 masing-masing sebesar 76,9% dan 46,4% juga termasukkategori merah. Saran dari penelitian ini antara lain memberikan bimbingan tekniskepada kader, meningkatkan sosialisasi dan advokasi, mengembangkan Posbindu PTMbergerak, melakukan penilaian secara berkala, dan menjalin kemitraan dan kerjasamalintas sektor.Kata kunci:Evaluasi Program, Posbindu PTM.
Read More
S-9826
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Rahmawati; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Trini Sudiarti, Zulaiha
S-7945
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sofiani Yudha Lastyaningsih; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Evi Martha, Agnes Ani Triana
Abstrak: Salah satu upaya pemerintah dalam rangka pencegahan dan pengendalian PTM adalah deteksi dini faktor risiko PTM melalui program UKBM yang disebut dengan Posbindu PTM. Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi secara mendalam mengenai gambaran pelaksanaan Posbindu PTM di Puskesmas Madiun Kabupaten Madiun. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data wawancara mendalam dilakukan kepada informan PJ Posbindu PTM, Kepala Puskesmas, Kader Kesehatan, Dinas Kesehatan, Kepala Urusan Keuangan Desa, sedangkan FGD dilakukan kepada peserta Posbindu PTM di wilayah Puskesmas Madiun. Sementara untuk data sekunder, dilakukan observasi pada sarana dan prasarana dan telaah dokumen pada dokumen ketenagaan dan pendanaan. Hasil penelitian menunjukkan komponen input untuk kegiatan Posbindu PTM sudah tersedia baik dana, sarana, prasarana, dan SOP.  Namun, jumlah petugas puskesmas masih terbatas dan peran kader kesehatan kurang optimal. Dalam komponen process, kegiatan Posbindu PTM meliputi wawancara faktor risiko, pengukuran antropometri, pemeriksaan laboratorium, konsultasi dan edukasi atau penyuluhan serta rujukan bila diperlukan. Namun pada kegiatan pelaporan masih belum dilakukan secara maksimal. Pada komponen output ditemukan masalah yaitu terkait alokasi dana, kurangnya pengetahuan masyarakat dan kurangnya sosialisasi oleh kader dan petugas puskesmas serta waktu pelaksanaannya. Oleh karena itu, disarankan bagi pihak puskesmas untuk meningkatkan sosialisasi Posbindu PTM dan mungkin dapat melakukan kegiatan Posbindu PTM di luar jam kerja. Dinkes diharapkan dapat memastikan Posbindu Kit diberikan tepat waktu, lebih perhatikan expired date BHP dan meningkatkan pengawasannya. Kemudian pemerintah desa atau kelurahan disarankan turut membantu memotivasi masyarakat untuk datang dan meningkatkan pemanfaatan ADD untuk bidang kesehatan.
Non-Communicable Diseases (NCDs) are the main cause of death in the world (74%), in Southeast Asia (55%) and even in Indonesia (73%). One of the government's efforts to prevent and control PTM is early detection of PTM risk factors through the UKBM program called Posbindu PTM. This research aims to explore in-depth information regarding the implementation of Posbindu PTM at the Madiun Health Center, Madiun Regency. This research was conducted qualitatively with a case study design. In-depth interview data collection techniques were carried out with PJ Posbindu PTM informants, Heads of Health Centers, Health Cadres, Health Services, Heads of Village Financial Affairs, while FGDs were carried out with Posbindu PTM participants in the Madiun Health Center area. Meanwhile, for secondary data, observations were made on facilities and infrastructure and documents reviewed on personnel and funding documents. The research results show components input For Posbindu PTM activities, funds, facilities, infrastructure and SOPs are available.  However, the number of community health center officers is still limited and the role of health cadres is less than optimal. In components process, Posbindu PTM activities include risk factor interviews, anthropometric measurements, laboratory examinations, consultations and education or counseling as well as referrals if necessary. However, reporting activities are still not carried out optimally. On components output Problems were found, namely related to fund allocation, lack of community knowledge and lack of socialization by cadres and health center officers and the timing of implementation. Therefore, it is recommended for the health center to increase socialization of Posbindu PTM and carry out activities outside working hours. It is hoped that the Public Health office can ensure that the Posbindu Kit is provided on time, so pay more attention expired date BHP and increase its supervision. Then it is recommended that the village or sub-district government help motivate the community to come and increase the use of ADD for the health sector.
Read More
S-11864
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shania Nursiah Hasri; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Evi Martha, Nana Mulyana, Duta Liana
Abstrak:
Tesis ini membahas tentang mutu program Posyandu Lansia dan Posbindu PTM Terintegrasi di Kota Depok. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan kemudian dilanjutkan dengan penelitian kualitatif melalui telaah dokumen dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menemukan sumber pendanaan, kompentensi kader dan petugas keseahtan, dan sistem insetif kader memengaruhi aspek proses dalam pemenhuan ketersediaan materi edukasi ataupun buku monitoring FR PTM dan buku kesehatan lansia. Pelaksanaan yang dilakukan di hari kerja juga menjadi alasan belum optimalnya cakupan peserta dengan usia produktif. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi kader, upaya penyusunan sistem insentif kader kesehatan yang layak, dan alternatif media edukasi yang lebih terjangkau menjadi saran dalam penelitian ini sehingga besar harapan dapat meningkatkan mutu layanan Program Posyandu Lansia dan Posbindu PTM.

This thesis examines the effectiveness of the Integrated Elderly Posyandu and PTM Posbindu programs in Depok City. The study employs a quantitative approach with a descriptive design, followed by qualitative research involving document review and in-depth interviews. The findings indicate that funding sources, cadre and health officer competencies, as well as cadre incentive systems impact various aspects of the process related to the availability of educational materials such as FR PTM monitoring books and elderly health books. Additionally, conducting the implementation on weekdays has resulted in suboptimal participation from individuals of productive age. As a result, enhancing cadre competency, establishing an appropriate health cadre incentive system, and exploring more cost-effective alternative educational resources are recommended to potentially enhance service quality for both the Posyandu Elderly Program and Posbindu PTM.
Read More
T-6970
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isnaini Rahmah; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Ni Putu Yuliyana Dewi
Abstrak: Prevalensi Obesitas di Provinsi DKI Jakarta selalu berada diatas angka Nasional pada setiap kelompok usia setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi obesitas dan faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas pada peserta Posbindu PTM usia 15-64 tahun. Data yang digunakan adalah data sekunder, jumlah sampel 20161. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang (cross sectional). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Prevalensi obesitas pada penelitian ini adalah 57,1% yang merupakan prevalensi kasar. Hubungan asosiasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel usia, jenis kelamin, status pernikahan, aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, status merokok dengan kejadian obesitas pada peserta Posbindu PTM. Dimana peserta yang lebih beresiko memiliki usia diantara 24-44 tahun (PR 1,92; 95% CI 1,39-2,64), jenis kelamin perempuan (PR 1,27; 95% CI 1,19-1,34), status pernikahan sudah menikah (PR 1,46; 95% CI 1,22-1,75), kurang aktifitas fisik (PR 0,94; 95% CI 0,089-0,99), kurang konsumsi sayur dan buah (PR 1,06; 95% CI 1,00-1,12), dan yang memiliki kebiasaan merokok (PR 0,77; 95% CI 0,71-0,83). Penelitian ini diharapkan menjadi pertimbangan dalam pengembangan pada program Posbindu PTM sebagai upaya menurunkan angka obesitas di Provinsi DKI Jakarta.
Kata kunci: Obesitas, Posbindu PTM, DKI Jakarta

Prevalence of obesity in DKI Jakarta Province is always above the national rate in every age group every year. This study aims to determine the frequency distribution of obesity and factors associated with obesity in participants Posbindu PTM age 15-64 years. The data used is secondary data, sample size 20161. This research is a quantitative research with cross sectional study design. The results of this study showed that the prevalence of obesity in this study was 57.1% which is a rough prevalence. The association relationship shows that there is a significant correlation between age variable, sex, marital status, physical activity, fruit and vegetable consumption, smoking status with obesity occurrence at Posbindu PTM participants. Where participants were more at risk of having age between 24-44 years (PR 1.92, 95% CI 1.39 to 2.64), female sex (PR 1.27, 95% CI 1.19 to 1.34) , married (PR 1.46, 95% CI 1.22-1.75), lack of physical activity (PR 0.94, 95% CI 0.089-0.99), lack of consumption of vegetables and fruits (PR 1 , 06; 95% CI 1.00 to 1.12), and who had a smoking habit (PR 0.77; 95% CI 0.71-0.83). This research is expected to be a consideration in the development of Posbindu PTM program as an effort to reduce obesity rate in DKI Jakarta Province.
Keywords: Obesity, Posbindu PTM, DKI Jakarta
Read More
S-9829
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Safhira Dwidanitri; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Esti Widiastuti
S-10308
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hasna Noorjihan; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Pujiyanto, Ardiani Wilda
Abstrak: Prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat serta berbagai faktor lainnya. Posbindu PTM dibentuk dalam rangka deteksi dini dan monitoring faktor risiko PTM sebagai upaya pelayanan kesehatan yang bersifat preventif promotif yang bertujuan untuk mengendalikan prevalensi PTM di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan dua Posbindu PTM oleh lansia di Puskesmas Kelurahan Kemanggisan tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross-sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu warga yang berumur 45-69 tahun dengan sampel 119 orang. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian adalah lansia yang memanfaatkan Posbindu PTM sebanyak 63,9%. Variabel yang berhubungan dengan pemanfaatan Posbindu PTM adalah jenis kelamin (p value 0,003), pendidikan (p value 0,0001), pengetahuan (p value 0,0001), dukungan keluarga (p value 0,0001), dukungan petugas kesehatan (p value 0,0001), dan kebutuhan akan Posbindu PTM (p value 0,0001).
Kata kunci: Pemanfaatan, Posbindu, Penyakit Tidak Menular

The prevalence of non-communicable diseases (PTM) in Indonesia is increasing every year. This happens due to an unhealthy lifestyle and various other factors. Posbindu PTM was formed in the context of early detection and monitoring of PTM risk factors as a preventive promotive health service effort aimed at controlling the prevalence of PTM in Indonesia. This study aims to determine the factors associated with the use of two Posbindu PTM by the elderly at the Kemanggisan Kelurahan Public Health Center in 2020. This research is a quantitative study using cross-sectional methods. The population in this study were residents aged 45-69 years with a sample of 119 people. This study used the Chi Square test for data analysis. The results of the study are 63.9% of elderly who use Posbindu PTM actively. Variables associated to the utilization of Posbindu PTM are gender (p value 0.003), education (p value 0.0001), knowledge (p value 0.0001), family support (p value 0.0001), health worker support (p value 0,0001), and the need for Posbindu PTM (p value 0,0001).
Key words: Posbindu, Utilization, Non-Communicable Disease
Read More
S-10369
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive