Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29079 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Adinda Safira Salsabiela; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Nindhita Priscillia Muharrani
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara persepsi stres, kecemasan, stresor perkuliahan, penggunaan media sosial, riwayat terkonfirmasi positif COVID-19 pada individu dan anggota keluarga, serta mindfulness dengan kejadian emotional eating pada 106 mahasiswi tingkat akhir S1 Reguler Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia selama pandemi COVID-19.

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20,8% responden mengalami emotional eating. Terdapat perbedaan rata-rata skor yang signifikan antara penggunaan media sosial (p-value = 0,029) dan observing facet (p-value = 0,032) terhadap emotional eating.
Read More
S-10715
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stephen Gunawan; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Endang L. Achadi, Evi Fatimah
Abstrak:

Asupan mikronutrien inadekuat dapat berdampak buruk bagi imunitas tubuh, terutama saat pandemi Covid-19. Asupan mikronutrien mahasiswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengetahuan gizi, tingkat stress, uang saku, media sosial, dan konsumsi. Untuk melihat hubungan antara asupan mikronutrien dengan faktor-faktor tersebut, dilakukan penelitian cross-sectional menggunakan data sekunder tahun 2020 yang melibatkan 138 mahasiswa S1 Gizi Universitas Indonesia. Ditemukan persentase asupan vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin E, vitamin B6, vitamin B12, asam folat, zat besi dan seng tergolong cukup (≥70% AKG) adalah 53,6%, 16,7%, 1,4%, 0%, 22,5%, 17,4%, 1,4%, 1,4%, dan 27,5%. Hasil analisis dengan chi-square menunjukkan bahwa ditemukan adanya hubungan signifikan antara asupan seng dengan penggunaan instagram (p-value= 0,002), asupan vitamin C (p-value=0,010), asupan asam folat (p- value=0,000), dan asupan seng (p-value=0,018) dengan konsumsi sayuran, asupan vitamin C (p-value=0,000), vitamin D (p-value=0,007), vitamin E (p-value=0,000), vitamin B6 (p-value=0,000), asam folat (p-value=0,007), dan zat besi (p-value=0,007) dengan konsumsi buah, asupan vitamin B12 (p-value=0,012) dan seng (p-value=0,027) dengan konsumsi lauk hewani, asupan vitamin C (p-value=0,033), vitamin E (p- value=0,011), dan seng (p-value=0,017) dengan kebiasaan sarapan. Meskipun tidak ditemukan hubungan signifikan dengan pengetahuan gizi dan tingkat stress, kecenderungan hubungan masih ditemukan. Dengan demikian, pengetahuan gizi, tingkat stress, media sosial, serta konsumsi merupakan faktor yang penting untuk dipertimbangkan dalam rangka memenuhi kebutuhan asupan mikronutrien pada mahasiswa. Kata kunci: Asupan mikronutrien, konsumsi sayur, konsumsi buah, konsumsi lauk hewani, sarapan, mahasiswa


 

Micronutrient inadequacy can cause effects on the immune system, especially during the Covid-19 pandemic. Students’ micronutrient intake may be influenced by knowledge, stress levels, pocket money, social media, and consumption. To assess the relationship between micronutrient intake and these factors, a cross-sectional study was conducted using secondary data in 2020 involving 138 students of the Nutrition students in University of Indonesia. This study found that the percentage of vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin E, vitamin B6, vitamin B12, folic acid, iron and zinc adequacy, respectively, was 53.6%, 16.7%, 1.4%, 0 %, 22.5%, 17.4%, 1.4%, 1.4%, and 27.5%. The result of chi-square analysis showed that there was a significant relationship between zinc intake and instagram usage (p-value = 0.002), vitamin C (p-value=0,010), folic acid (p-value=0,000), and zinc (p-value=0,018) intake with vegetable consumption, vitamin C (p-value=0.000), vitamin D (p-value=0.007), vitamin E (p- value=0.000), vitamin B6 (p-value=0.000), folic acid (p-value=0.007), and iron (p- value=0.007) intake with fruit consumption, vitamin B12 (p-value=0.012) and zinc (p- value=0.027) with animal source food consumption, vitamin C (p-value = 0.033), vitamin E (p-value = 0.011), and zinc (p-value = 0.017) intake with breakfast habits. Even though no significant relationship was found with nutritional knowledge and stress levels, the tendencies of the relationship was still found. Therefore, nutritional knowledge, stress levels, social media, and consumption are important factors in order to optimize students’ micronutrient intake. Key Words: Miconutrient intake, vegetable consumption, fruit consumption, animal source food consumption, breakfast, college student

Read More
S-10895
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
kristina adjie; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Sada Rasmada
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan zat besi mahasiswi berdasarkan faktor konsumsi (konsumsi lauk hewani, konsumsi lauk nabati, konsumsi sayur-sayuran, konsumsi buah-buahan, konsumsi Ultra Processed Food) dan faktor individu (Sikap terhadap konsumsi daging merah, pengaruh sosial media, pengetahuan gizi, uang saku, jenis tempat tinggal). Desain dari penilitian ini adalah cross-sectional dengan 147 responden mahasiswi S1 Reguler Fakultas Kesehatan Masyarakat Angkatan 2021, 2022, 2023. Pemilihan responden dilakukan berdasarkan simple random sampling dan pengambilan data adalah secara daring dengan Zoom. Pengerjaan kuesioner penelitian adalah menggunakan Google Form, dan Spreadsheet untuk Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode Uji T Independen. Hasil analisis univariat menemukan bahwa rata-rata asupan zat besi adalah 15.35±7.30 mg per hari dengan 70.1% mahasiswi belum mencukupi kebutuhan zat besi mereka. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaaan asupan zat besi brdasarkan konsumsi lauk hewani, konsumsi lauk nabati, konsumsi sayur-sayuran, konsumsi buah-buahan, konsumsi Ultra Processed Food, dan jenis tempat tinggal.

This study aims to determine the differences in iron intake among female college students based on consumption factors (animal-based side dishes, plant-based side dishes, vegetables, fruits, Ultra Processed Food) and individual factors (attitude towards red meat consumption, social media influence, nutrition knowledge, allowance, type of residence). The design of this study is cross-sectional, involving 147 undergraduate regular students from the Faculty of Public Health class of 2021, 2022, and 2023. Respondents were selected based on simple random sampling, and data collection was conducted online using Zoom. The research questionnaire was administered using Google Forms and Spreadsheets for the Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire. The data obtained were analyzed using the Independent T-Test method. Univariate analysis results showed that the average iron intake was 15.35±7.30 mg per day, with 70.1% of the female students not meeting their iron requirements. The study found differences in iron intake based on the consumption of animal-based side dishes, plant-based side dishes, vegetables, fruits, Ultra Processed Food, and type of residence.
Read More
S-11663
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhea Shavira; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Nindhita Priscillia Muharrani
Abstrak: Emotional eating merupakan kecenderungan seseorang untuk makan secara berlebihdalam menanggapi emosi negatif. Kecenderungan emotional eating erat hubungannyadengan konsumsi makanan tinggi gula, garam dan lemak, makanan bertekstur renyah,dan minuman berpemanis. Apabila pola konsumsi ini dilakukan secara terus menerus,akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan Diabetes Mellitus tipeII. Kecenderungan emotional eating dapat terjadi karena berbagai faktor seperti tingkatstres, stresor perkuliahan, status gizi, dan eating dysregulation. Untuk melihat hubunganemotional eating dengan faktor-faktor tersebut dilakukan penelitian cross-sectionalpada mahasiswi S1 Reguler FKM UI. Pengambilan sampel dalam penelitian dilakukandengan metode stratified random sampling. Analisis data dalam penelitian ini dilakukandengan dua cara, yaitu uji chi square dan uji t independen. Hasil uji t independenmenunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan skor eating dysregulationberdasarkan kecenderungan emotional eating (p value = 0.011). Pada penelitian ini,tidak ada perbedaan proporsi yang signifikan kejadian emotional eating berdasarkanstatus gizi, namun ditemukan bahwa variabel eating dysregulation juga dapat menjadivariabel confounding yang mempengaruhi hubungan antara status gizi denganemotional eating (p value = 0.035).

Kata Kunci:Emotional eating, stres, status gizi, eating dysregulation, eating disorder.
Read More
S-10508
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rif`ah Mawaddati; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Fajrinayanti
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara stres, penggunaan media, tingkat kebosanan, dan faktor lainnya dengan eating styles pada mahasiswi selama masa pandemi COVID-19. Dengan melibatkan 285 mahasiswi S1 Reguler Universitas Indonesia didapatkan bahwa stres dan kecenderungan gangguan perilaku makan berhubungan dengan restrained eating (p-value=0,018 dan 0,0005), emotional eating (p-value=0,002 dan 0,0005), dan external eating (p-value=0,0005 dan 0,004). Sedangkan durasi penggunaan media sosial dan tingkat kebosanan hanya berhubungan dengan emotional eating (p-value=0,001 dan 0,0005) dan external eating (p-value=0,009 dan 0,0005). Sedangkan durasi penggunaan media sosial dan tingkat kebosanan hanya berhubungan dengan emotional eating (p-value=0,001 dan 0,0005) dan external eating (p-value=0,009 dan 0,0005) tidak dengan restrained eating (p-value=0,480 dan 0,053).
Read More
S-10618
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nindhita Pricilia Muharrani; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Trini Sudiarti, Eti Rohati
Abstrak: Peningkatan berat badan terus-menerus dapat meningkatkan risiko penyakitjantung koroner. Penelitian ini menggunakan desain studi prospective cohortselama enam minggu yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku makanrestrained eating, external eating, dan emotional eating terhadap peningkatanberat badan dengan mengontrol asupan energi, aktivitas fisik, dan sosial ekonomi.Penelitian melibatkan 40 responden yang merupakan mahasiswi S1 Reguler FKMUI Depok. Umumnya terdapat peningkatan berat badan yang bermakna sebesar0,32 kg. Selama pemantauan, terdapat 25% responden mengalami perubahanperilaku makan, dan sisanya konsisten. Dari ketiga perilaku makan, hanyaexternal eating yang berpengaruh bermakna terhadap peningkatan berat badansebelum dan setelah dikontrol dengan asupan energi (p<0,05).

Aktivitas fisik dan status sosial ekonomi tidak berhasil ditemukan sebagai confounding. Externaleating ditemukan paling berpengaruh terhadap peningkatan berat badan daripadaemotional eating dan restrained eating. Penelitian ini juga menemukan bahwaproporsi restrained eating lebih tinggi pada status gizi normal daripadaoverweight, emotional eating lebih tinggi pada underweight daripada overweight,dan external eating lebih tinggi pada status gizi normal dan underweight daripadaoverweight dan obesitas.

Kata Kunci:Peningkatan berat badan, restrained eating, external eating, emotional eating,studi kohort
The continuous weight gain increases the risk of coronary heart disease. Thisresearch is a six-week prospective cohort study which is aimed to identify theeffect of eating styles restrained eating, external eating, and emotional eating toweight gain with controlling energy intake, physical activity, and social economystatus. A total of 40 female students were assessed at three points in this studyduring the whole six weeks. There is a significant weight gain in female studentsaveraged 0,32 kg. Twenty five percent of respondents experienced changes ineating style while the rest of them are consistent with one eating style. Out of alleating styles, the significant effect to weight gain is only found in external eatingbefore and after being controlled by energy intake (p<0,05).

Physical activity andsocial economy status could not be found as confounders in this study. Thisindicates that external eating, rather than emotional eating and restrained eating,drives weight gain in female college students. This study also found that theproportion of restrained eating is higher in normal weight than overweight,emotional eating is higher in underweight than overweight, and external eating ishigher in normal and underweight than overweight and obesity.

Keywords:Weight gain, restrained eating, external eating, emotional eating, cohort study.
Read More
S-9069
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fadia Ramadhanti Taufani; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Evi Fatimah
Abstrak: Energi yang berasal dari zat gizi makro dibutuhkan untuk melakukan metabolisme tubuh, kegiatan fisik, dan pertumbuhan. Kebiasaan konsumsi energi dan zat gizi yang tidak seimbang dengan pola makan yang tidak tepat akan menyebabkan masalah gizi. Sebaliknya, asupan energi dan zat gizi seimbang serta berkualitas dapat mempertahankan kesehatan fisik dan stabilitas mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan energi serta apakah terdapat hubungan dengan mindful eating dan faktor lainnya pada mahasiswa S1 Reguler Gizi FKM UI tahun 2022. Variabel independen pada penelitian ini adalah mindful eating, pengetahuan gizi, uang jajan untuk membeli makanan dan minuman, stress, konsumsi makanan selingan, konsumsi minuman manis, dan durasi tidur. Variabel dependen penelitian ini adalah asupan energi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain studi cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret-Juni 2022 kepada 136 mahasiswi tahun angkatan 2019-2021. Data yang digunakan didapatkan dari pengisian kuesioner serta food record weekday dan weekend yang diisi mandiri oleh responden. Sebesar 8.1% mahasiswi S1 Reguler Gizi FKM UI memiliki asupan energi tinggi yaitu > 80% AKG. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara stres, konsumsi makanan selingan, dan konsumsi minuman manis dengan asupan energi. Peneliti menyarankan kepada pihak universitas untuk dapat memberikan edukasi terkait pedoman gizi seimbang.
Energy derived from macronutrients is needed to carry out body metabolism, physical activity, and growth. Nutritional problems brought on by inappropriate eating patterns or unbalanced energy and nutrient consumption habits. On the other hand, a balanced and quality intake of energy and nutrients can maintain a person's physical health and mental stability. The aim of this study was to analyze the relationship between mindful eating and other factors with energy intake in Students of Nutritional Programs at FKM UI. The dependent variable of this study was energy intake, while the independent variables were mindful eating, nutritional knowledge, allowance, stress level, snack consumption and Sugar-sweetened beverages (SSBs) and sleep duration. This research is a quantitative study with a cross-sectional design. Data were collected from March to June 2022 for 136 nutrition students of class 2019 to 2021. Data was obtained from food record 2x24 hours and online questionnaire. The result show that as many as 8.1% of student consumed high energy intake (fulfilled > 80% of Recommended Dietary Allowances). The result also showed that stress level, snack consumption and SSBs were related to students? energy intake. Researcher suggest to university to provide education related to balanced nutrition guidelines.
Read More
S-11007
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa Syauqiyah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Evi Fatimah
Abstrak: Pola konsumsi adalah susunan makanan yang mencakup jenis dan jumlah bahan makanan rata-rata per orang per hari, yang umum dikonsumsi masyarakat dalam jangka waktu tertentu. Pandemi COVID-19 dan kebijakan yang dilakukan untuk mencegah penyebarannya telah menyebabkan perubahan gaya hidup, termasuk pola konsumsi. Perubahan ke pola konsumsi yang tidak sehat diketahui meningkatkan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, dan kanker. Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang paling terdampak pandemi dan rentan mengalami perubahan ke pola konsumsi tidak sehat, padahal pengembangan gaya hidup selama rentang usia 18-25 tahun sangat penting untuk membentuk kebiasaan makan yang sehat dan berlangsung seumur hidup. Penelitian ini mengukur perbedaan pola konsumsi selama pandemi COVID-19 berdasarkan faktor individu dan lingkungan pada mahasiswa S1 Universitas Indonesia. Penelitian dilakukan secara daring pada bulan Maret-Juni 2022. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi potong lintang dan digunakan metode purposive sampling untuk memperoleh 137 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami perubahan pola konsumsi saat awal pandemi jika dibandingkan dengan sebelum pandemi (36,5%). Setelah dua tahun pandemi, sebagian besar responden juga tidak mengalami perubahan pola konsumsi jika dibandingkan dengan awal pandemi (48,9%). Meski demikian, hasil uji Wilcoxon menemukan adanya perbedaan yang signifikan pada asupan sebagian besar zat gizi antara sebelum pandemi dibandingkan dengan awal pandemi, saat awal pandemi dibandingkan dengan setelah dua tahun pandemi, dan sebelum pandemi dibandingkan dengan setelah dua tahun pandemi. Hasil uji chi-square juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pola konsumsi setelah dua tahun pandemi berdasarkan perubahan stres (p-value = 0,008). Berdasarkan hasil analisis regresi logistik multinomial, kecenderungan responden dengan peningkatan stres untuk mengalami perubahan ke pola konsumsi tidak sehat adalah 2,981 kali lebih besar dibandingkan dengan responden yang tidak mengalami perubahan stres atau mengalami penurunan stres.
The consumption pattern is the composition of food that includes the type and amount of food on average per person per day, which is generally consumed by the public within a certain period. The COVID-19 pandemic and the policies implemented to prevent its spread have led to changes in lifestyle, including consumption patterns. Changes to unhealthy consumption patterns are known to increase the risk of obesity, cardiovascular disease, metabolic syndrome, and cancer. Students are one of the groups most affected by the pandemic and vulnerable to changes to unhealthy consumption patterns, even though the development of a lifestyle during the 18-25 year age range is very important to form healthy eating habits that last a lifetime. This study measures differences in consumption patterns during the COVID-19 pandemic based on individual and environmental factors in undergraduate students of Universitas Indonesia. The research was conducted online from March-June 2022. The research design used was a cross-sectional study design and the purposive sampling method was used to obtain 137 respondents. The results of this study indicate that most respondents did not experience changes in consumption patterns at the beginning of the pandemic compared to prior the pandemic (36.5%). After two years of the pandemic, most of the respondents also did not experience a change in consumption patterns compared to the beginning of the pandemic (48.9%). However, the Wilcoxon test results found significant differences in intake of most nutrients before the pandemic compared to the beginning of the pandemic, at the start of the pandemic compared to after two years of the pandemic, and before the pandemic compared to after two years of the pandemic. The results of the chi-square test also showed a significant difference in consumption patterns after two years of the pandemic based on changes in stress (p-value = 0.008). Based on the results of multinomial logistic regression analysis, the tendency of respondents with increased stress to experience changes to unhealthy consumption patterns is 2,981 times greater than respondents who do not experience changes in stress or experience decreased stress.
Read More
S-11042
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa Nur Hanifah; Pembimbing: Wahyu Kurnia Yusrin Putra; Penguji: Sandra Fikawati, Nidhita Priscillia Muharrani
Abstrak: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motif pemilihan makanan pada mahasiswa S1 Univeristas Indonesia tahun angkatan 2018 selama pandemi COVID-19. Total responden pada penelitian ini yaitu 305 mahasiswa/I S1 Universitas Indonesia tahun angkatan 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif utama pemilihan makanan pada mahasiswa S1 Universitas Indonesia tahun angkatan 2018 selama pandemi COVID-19 adalah harga (m = 3,44), suasana hati (m = 3,31), dan daya taraik sensoris (m = 3,14).
Read More
S-10594
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Apriyani; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Diah Muliawati Utari, Hera Ganefi
Abstrak: Remaja terutama remaja perempuan merupakan salah satu kelompok yang sangat memperhatikan citra tubuhnya. Seseorang yang tidak puas dengan bentuk tubuhnya cenderung melakukan upaya-upaya untuk mencapai bentuk tubuh yang dianggap ideal. Upaya-upaya tersebut apabila dilakukan dengan cara yang tidak tepat dapat memicu timbulnya eating disorder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan citra tubuh pada mahasiswi S1 Reguler Rumpun Sosial dan Humaniora Universitas Indonesia angkatan 2012- 2014 tahun 2015. Pengambilan data dilakukan pada bulan April tahun 2015 dengan menggunakan desain studi cross sectional. Sebanyak 191 mahasiswi menjadi sampel dalam penelitian ini dengan mengisi kuesioner untuk melihat persepsi citra tubuh, perilaku diet, pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, rasa percaya diri, pengaruh keluarga, pengaruh teman sebaya, dan pengaruh media. Selain itu, dilakukan juga pengukuran antropometri untuk melihat Indeks Massa Tubuh (IMT) responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81,2% mahasiswi mengalami ketidakpuasan bentuk tubuh. Terdapat hubungan bermakna antara IMT (p-value = 0,001), rasa percaya diri (p-value = 0,018), pengaruh keluarga (p-value = 0,040), dan pengaruh teman sebaya (p-value = 0,001) dengan citra tubuh. Mahasiswi yang melakukan diet sebagai upaya untuk mencapai bentuk tubuh ideal disarankan untuk melakukan konsultasi kepada dokter atau ahli gizi agar diet yang dilakukan tepat dan sehat. Kata Kunci: Remaja, citra tubuh, mahasiswi, ketidakpuasan bentuk tubuh, tubuh ideal.
Read More
S-8738
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive