Ditemukan 30 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Olivia Kirana Zuhdi; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Salimar
Abstrak:
Perilaku makan tidak sehat yang tinggi GGL merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan asupan GGL pada siswa SMAN 8 Jakarta tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pada penelitian ini, asupan GGL merupakan variabel dependen sedangkan jenis kelamin, durasi tidur, emotional eating, alasan pemilihan makanan dan minuman, pengetahuan GGL, pengetahuan logo Pilihan Lebih Sehat, uang jajan, pengaruh orang tua, pengaruh teman sebaya, serta pengaruh iklan makanan dan minuman tinggi GGL merupakan variabel independen. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni-Juli 2022 kepada 168 siswa kelas X dan kelas XI SMAN 8 Jakarta yang terpilih secara acak. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara daring. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara univariat serta secara bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 42,3 persen responden memiliki asupan GGL yang tinggi. Hasil juga menunjukkan bahwa uang jajan, pengetahuan GGL, dan pengaruh teman sebaya berhubungan dengan asupan GGL yang tinggi pada siswa SMAN 8 Jakarta. Oleh karena itu, disarankan dapat diberikan edukasi terkait pola hidup sehat mengenai asupan GGL dan logo Pilihan Lebih Sehat melalui UKS SMAN 8 Jakarta yang bekerja sama dengan puskesmas
Unhealthy eating behavior high in sugar, salt, and fat is one of the risk factors for non-communicable diseases. This study aims to determine the factors associated with the intake of SSF in students of SMAN 8 Jakarta in 2022. This study is a quantitative study with a cross-sectional design. In this study, intake of SSF is the dependent variable while gender, sleep duration, emotional eating, reasons for choosing food and beverages, knowledge of SSF, knowledge of the Healthier Choice logo, pocket money, parental influence, peer influence, and the influence of high SSF food and beverage advertisements are independent variables. Data collection was carried out in June-July 2022 to 168 students of class X and class IX of SMAN 8 Jakarta who were randomly selected. Data were collected through filling out online questionnaires. The data obtained were then analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. The results showed that 42,3 percent of respondents had a high intake of SSF. The results also show that pocket money, knowledge of SSF, and peer influence are associated with high intake of SSF in students of SMAN 8 Jakarta. Therefore, it is recommended that education related to a healthy lifestyle regarding the intake of GGL and the Healthier Choice logo can be provided through UKS SMAN 8 Jakarta in collaboration with the Health Affairs Office.
Read More
Unhealthy eating behavior high in sugar, salt, and fat is one of the risk factors for non-communicable diseases. This study aims to determine the factors associated with the intake of SSF in students of SMAN 8 Jakarta in 2022. This study is a quantitative study with a cross-sectional design. In this study, intake of SSF is the dependent variable while gender, sleep duration, emotional eating, reasons for choosing food and beverages, knowledge of SSF, knowledge of the Healthier Choice logo, pocket money, parental influence, peer influence, and the influence of high SSF food and beverage advertisements are independent variables. Data collection was carried out in June-July 2022 to 168 students of class X and class IX of SMAN 8 Jakarta who were randomly selected. Data were collected through filling out online questionnaires. The data obtained were then analyzed univariately and bivariately using the chi-square test. The results showed that 42,3 percent of respondents had a high intake of SSF. The results also show that pocket money, knowledge of SSF, and peer influence are associated with high intake of SSF in students of SMAN 8 Jakarta. Therefore, it is recommended that education related to a healthy lifestyle regarding the intake of GGL and the Healthier Choice logo can be provided through UKS SMAN 8 Jakarta in collaboration with the Health Affairs Office.
S-11006
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ika Noviana Suci; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Salimar
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan frekuensi konsumsi makanan cepat saji pada siswa/i SMA Negeri 5 Surabaya Tahun 2021. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan April 2021 menggunakan kuesioner online yang diisi secara mandiri oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,6 % siswa/i mengonsumsi makanan cepat saji dengan frekuensi sering (> 3 kali seminggu).
Read More
S-10833
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tri Ambarwati; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Sugiatmi
Abstrak:
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan proporsi asupan lemak dari makanan berdasarkan penggunaan jasa OFD pada mahasiswa disertai stratifikasi dengan variabel jenis kelamin, aktivitas fisik dan tingkat stres. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 136 mahasiswa nonkesehatan. Data diambil dari pengisian kuesioner daring mandiri oleh responden melalui google form yang berisi karakteristik individu, penggunaan jasa OFD, aktivitas fisik, dan tingkat stres, serta dari hasil wawancara daring. Kemudian data dianalisis univariat dan bivariat (chi-square).
Read More
S-10650
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nabila Zainura Syafiqoh; Oembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Fajrinayanti
Abstrak:
Read More
Eating disorders merupakan gangguan pola makan yang berlangsung terus-menerus dan berdampak pada kesehatan fisik maupun fungsi psikososial. WHO (2019) memperkirakan terdapat 14 juta kasus eating disorders secara global, dengan 3 juta di antaranya dialami oleh anak-anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara celebrity worship, body image, dan faktor lainnya dengan risiko eating disorders pada remaja putri penggemar K-Pop di Daerah Khusus Jakarta tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Data dikumpulkan secara daring melalui kuesioner online yang diisi oleh 160 responden. Sebanyak 85% responden teridentifikasi memiliki risiko eating disorders, dengan rincian 33,8% risiko anorexia nervosa, 1,9% bulimia nervosa, 2,5% binge-eating disorder, dan 46,9% other specified feeding or eating disorders (OSFED). Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara body image, pengaruh teman sebaya, pengaruh keluarga, pengaruh media sosial, dan tingkat stres dengan risiko eating disorders. Sementara itu, diketahui bahwa celebrity worship, kepercayaan diri, dan pengetahuan gizi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko eating disorders. Untuk meminimalisasi risiko eating disorders, dibutuhkan intervensi edukatif mengenai pentingnya persepsi tubuh yang sehat, kemampuan mengelola stres, dan kesadaran dalam bermedia sosial yang bijak, termasuk dalam menyaring pengaruh tren K-Pop yang sangat populer di kalangan remaja.
Eating disorders are persistent eating behaviour disturbances that negatively affect both physical health and psychosocial functioning. According to the World Health Organization (2019), an estimated 14 million cases of eating disorders occurred globally, with 3 million affecting children and adolescents. This study aims to examine the relationship between celebrity worship, body image, and other influencing factors with the risk of eating disorders among female adolescents who are K-Pop fans in Daerah Khusus Jakarta in 2025. A quantitative approach was used with a cross-sectional study design. Data were collected online through a questionnaire completed by 160 respondents. Results showed that 85% of respondents were at risk for eating disorders, comprising 33.8% at risk for anorexia nervosa, 1.9% for bulimia nervosa, 2.5% for binge-eating disorder, and 46.9% for other specified feeding or eating disorders (OSFED). Bivariate analysis revealed significant associations between body image, peer influence, family influence, social media exposure, and stress levels with the risk of eating disorders. On the other hand, celebrity worship, self-esteem, and nutritional knowledge were not significantly associated with eating disorder risk. To reduce the risk of eating disorders, educational interventions are needed to promote healthy body perception, effective stress management, and critical awareness in social media use, including discerning the influence of K-Pop trends, which are highly prevalent among adolescents.
S-11895
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rachel Amanda; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Salimar
Abstrak:
Read More
Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi, 4.627 kematian pada tahun 2020 dengan penyebab terbesarnya adalah perdarahan pasca persalinan, sebanyak 1.330 kasus. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena angka kematian ibu menjadi indikator pengukur derajat kesehatan perempuan di Indonesia dan menjadi komponen indeks pembangunan maupun indeks kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah mengatahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perdarahan pasca persalinan di Indonesia menggunakan data sekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017. Desain studi penelitian ini cross-sectional dengan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Sampel penelitian berjumlah 8.511 ibu dengan usia 15-49 tahun, memiliki data lengkap paritas, jarak kelahiran anak terakhir dengan anak sebelumnya, kunjungan antenatal care, penolong persalinan, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe selama kehamilan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 6,7% ibu mengalami perdarahan pasca persalinan. Usia ibu, paritas, jarak kelahiran, kunjungan antenatal care, penolong persalinan, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe tidak ada hubungan signifikan dengan perdarahan pasca persalinan (p-value >0,05), juga tidak dapat ditemukan faktor dominannya. Kepatuhan konsumsi tablet Fe selama kehamilan masih rendah memiliki angka terendah dari variabel lainnya, sebesar 47,7%. Oleh karena itu disarankan instansi kesehatan untuk berupaya meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe ibu hamil
The maternal mortality rate in Indonesia is still high, with 4.627 deaths in 2020 with the biggest cause being postpartum hemorrhage 1.330 cases. Maternal mortality rate is an indicator of measuring the health status of women in Indonesia and is a component of the development health and quality of life index. The purpose of this study was to determine the factors associated with postpartum hemorrhage in Indonesia using secondary data from the Indonesian Demographic and Health Surveys 2017. The study design was cross-sectional with chi-square test and multiple logistic regression. The study sample was 8.511 mothers aged 15-49 years, had complete data on parity, birth interval between the last child and the previous child, antenatal care visits, birth attendants, and adherence in Fe tablets consumption during pregnancy. The results showed that 6,7% mothers experienced postpartum hemorrhage. Maternal age, parity, birth interval, antenatal care visits, birth attendants, and adherence in Fe tablet consumtion had no significant relationship with postpartum hemorrhage (p-value >0,05), nor could the dominant factor found. Compliance with Fe tablet consumption during pregnancy is still low and has the lowest number of other variables, about 47.7%. Therefore, it is recommended that health agencies try to improve compliance with Fe tablet consumption for pregnant women.
S-11160
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Annisa Fauziah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Yuliani
Abstrak:
Read More
Tingginya jumlah penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Kemirimuka dapat menjadi permasalahan kesehatan yang serius. Berdasarkan teori Health Belief Model, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi perilaku pasien yang sedang sakit agar sembuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan minum kopi dan faktor lainnya dengan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Kemirimuka tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 156 responden. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2023 melalui pengukuran tekanan darah, berat badan, dan tinggi badan serta wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisis bivariat menggunakan chi square dan analisis multivariat regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 68,6% responden memiliki tekanan darah tidak terkendali. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan tidak adanya hubungan signifikan antara kebiasaan minum kopi (p = 0,086) dengan pengendalian tekanan darah. Berdasarkan hasil uji regresi logistik ganda, usia memengaruhi hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan pengendalian tekanan darah setelah dikontrol oleh variabel kepatuhan minum obat dan dukungan keluarga. Penderita hipertensi lansia berisiko 10,492 kali lebih besar memiliki tekanan darah tidak terkendali dibandingkan dengan penderita hipertensi dewasa. Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan adanya pemberian edukasi kepada para penderita hipertensi dan keluarga penderita agar dapat memahami dampak hipertensi jika tidak ditangani secara serius.
The high number of hypertensive patients in Kemirimuka Community Health Center can be a serious health problem. Based on Health Belief Model Theory, there are several factors that influence a patient’s sick-behavior to recover. This research aims to determine the relationships between coffee drinking habits and other factors with blood pressure control in hypertensive patients at the Kemirimuka Community Health Center 2023. It is a quantitative research with a cross sectional study design. The purposive sampling is used for the sampling method with total sample of 156 respondents. The sources of data are taken in November 2023 through blood pressure, body weight, and height measurement and interviews using questionnaires. This research used chi square for bivariate analysis and multiple logistic regression for multivariate analysis. This research shows that 68,6% respondents had uncontrolled blood pressure. There is no relationship between coffee drinking habits (p = 0,086) and blood pressure control in the statistical analysis. Based on multiple logistic regression, age affects the relationship between drinking coffee habits and blood pressure control after being controlled with medication adherence and family support. Elderly hypertensive patients are 10,492 times more likely to have uncontrolled blood pressure compared to adult hypertensive patients. This research summarizes that it is necessary to provide education to hypertensive patients and their family so that they can understand the impact of hypertension if it is not treated properly.
S-11750
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nya Jeumpa Madani; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Mayesti Akhriani
Abstrak:
Penelitian ini membahas tentang faktor yang memengaruhi hasil diet penurunan berat badan pada klien dengan status gizi obesitas pada layanan program penurunan berat badan di PT. Gizi Sehat Indonesia tahun 2021. Faktor-faktor yang digali dalam penelitian ini meliputi faktor biologis, faktor psikologis, dan faktor lingkungan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain Rapid Assesment Procedure. Metode pengambilan data dilaksanakan dengan wawancara mendalam serta telaah dokumen. Wawancara dilaksanakan pada 3 orang klien obesitas yang berhasil menjalankan diet penurunan berat badan setelah menjalani program selama minimal tiga bulan dan pada 2 klien lain yang belum berhasil, sehingga total klien yang diwawancarai berjumlah 5 orang.
Read More
S-10870
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Cornelia Samantha Winata; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Agus Triwinarto
Abstrak:
Kegemukan pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang berdampak negatif jangka panjang bagi anak. Prevalensi hipertensi pada dewasa muda juga terus meningkat dari tahun ke tahun dan terdapat kemungkinan bahwa kegemukan anak berpengaruh terhadap hipertensi saat dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi kegemukan saat balita (0-59 bulan) terhadap hipertensi dewasa (21-26 tahun). Penelitian cohort retrospective ini menggunakan data IFLS 1 tahun 1993 dan IFLS 5 tahun 2014 dengan total responden 596 balita setelah memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Penelitian ini menunjukkan terdapat 15,1% anak yang hipertensi saat dewasa dengan proporsi anak yang kegemukan dan mengalami hipertensi sebesar 17,4%. Variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi, yaitu jenis kelamin, status gizi obesitas dewasa, konsumsi fast food, konsumsi soft drink, dan kebiasaan merokok. Analisis multivariat ditemukan bahwa kegemukan memiliki risiko 0,83 lebih rendah untuk hipertensi dibandingkan dengan status gizi normal setelah dikontrol dengan variabel kebiasaan merokok dan status gizi dewasa, namun hubungan ini tidak bermakna secara statistik.
Childhood obesity is a health problem that has a long-term negative impact on children. The prevalence of hypertension in young adults continues to increase year by year and it is suggested that childhood obesity affects hypertension in adulthood. This study aims to determine the effect of obesity as a child under the age of five (0-59 months) on adult hypertension (21-26 years). This retrospective cohort study data were from IFLS 1 in 1993 and IFLS 5 in 2014, with a total of 596 respondents under the age of five after meeting the inclusion and exclusion criteria. This study showed that 15,1% of the children have hypertension as adults, with the proportion of overweight children having hypertension being 17,4%. Variables significantly related to the incidence of hypertension were gender, nutritional status of obese adults, consumption of fast food, consumption of soft drinks, and smoking habits. Multivariate analysis found that childhood obesity lower the risk for hypertension by 0.83 times compared to normal nutritional status after being controlled by smoking habits and adult nutritional status variables, but this relationship was not statistically significant.
Read More
Childhood obesity is a health problem that has a long-term negative impact on children. The prevalence of hypertension in young adults continues to increase year by year and it is suggested that childhood obesity affects hypertension in adulthood. This study aims to determine the effect of obesity as a child under the age of five (0-59 months) on adult hypertension (21-26 years). This retrospective cohort study data were from IFLS 1 in 1993 and IFLS 5 in 2014, with a total of 596 respondents under the age of five after meeting the inclusion and exclusion criteria. This study showed that 15,1% of the children have hypertension as adults, with the proportion of overweight children having hypertension being 17,4%. Variables significantly related to the incidence of hypertension were gender, nutritional status of obese adults, consumption of fast food, consumption of soft drinks, and smoking habits. Multivariate analysis found that childhood obesity lower the risk for hypertension by 0.83 times compared to normal nutritional status after being controlled by smoking habits and adult nutritional status variables, but this relationship was not statistically significant.
S-11034
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Syifa Syauqiyah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Evi Fatimah
Abstrak:
Pola konsumsi adalah susunan makanan yang mencakup jenis dan jumlah bahan makanan rata-rata per orang per hari, yang umum dikonsumsi masyarakat dalam jangka waktu tertentu. Pandemi COVID-19 dan kebijakan yang dilakukan untuk mencegah penyebarannya telah menyebabkan perubahan gaya hidup, termasuk pola konsumsi. Perubahan ke pola konsumsi yang tidak sehat diketahui meningkatkan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, dan kanker. Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang paling terdampak pandemi dan rentan mengalami perubahan ke pola konsumsi tidak sehat, padahal pengembangan gaya hidup selama rentang usia 18-25 tahun sangat penting untuk membentuk kebiasaan makan yang sehat dan berlangsung seumur hidup. Penelitian ini mengukur perbedaan pola konsumsi selama pandemi COVID-19 berdasarkan faktor individu dan lingkungan pada mahasiswa S1 Universitas Indonesia. Penelitian dilakukan secara daring pada bulan Maret-Juni 2022. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi potong lintang dan digunakan metode purposive sampling untuk memperoleh 137 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami perubahan pola konsumsi saat awal pandemi jika dibandingkan dengan sebelum pandemi (36,5%). Setelah dua tahun pandemi, sebagian besar responden juga tidak mengalami perubahan pola konsumsi jika dibandingkan dengan awal pandemi (48,9%). Meski demikian, hasil uji Wilcoxon menemukan adanya perbedaan yang signifikan pada asupan sebagian besar zat gizi antara sebelum pandemi dibandingkan dengan awal pandemi, saat awal pandemi dibandingkan dengan setelah dua tahun pandemi, dan sebelum pandemi dibandingkan dengan setelah dua tahun pandemi. Hasil uji chi-square juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pola konsumsi setelah dua tahun pandemi berdasarkan perubahan stres (p-value = 0,008). Berdasarkan hasil analisis regresi logistik multinomial, kecenderungan responden dengan peningkatan stres untuk mengalami perubahan ke pola konsumsi tidak sehat adalah 2,981 kali lebih besar dibandingkan dengan responden yang tidak mengalami perubahan stres atau mengalami penurunan stres.
The consumption pattern is the composition of food that includes the type and amount of food on average per person per day, which is generally consumed by the public within a certain period. The COVID-19 pandemic and the policies implemented to prevent its spread have led to changes in lifestyle, including consumption patterns. Changes to unhealthy consumption patterns are known to increase the risk of obesity, cardiovascular disease, metabolic syndrome, and cancer. Students are one of the groups most affected by the pandemic and vulnerable to changes to unhealthy consumption patterns, even though the development of a lifestyle during the 18-25 year age range is very important to form healthy eating habits that last a lifetime. This study measures differences in consumption patterns during the COVID-19 pandemic based on individual and environmental factors in undergraduate students of Universitas Indonesia. The research was conducted online from March-June 2022. The research design used was a cross-sectional study design and the purposive sampling method was used to obtain 137 respondents. The results of this study indicate that most respondents did not experience changes in consumption patterns at the beginning of the pandemic compared to prior the pandemic (36.5%). After two years of the pandemic, most of the respondents also did not experience a change in consumption patterns compared to the beginning of the pandemic (48.9%). However, the Wilcoxon test results found significant differences in intake of most nutrients before the pandemic compared to the beginning of the pandemic, at the start of the pandemic compared to after two years of the pandemic, and before the pandemic compared to after two years of the pandemic. The results of the chi-square test also showed a significant difference in consumption patterns after two years of the pandemic based on changes in stress (p-value = 0.008). Based on the results of multinomial logistic regression analysis, the tendency of respondents with increased stress to experience changes to unhealthy consumption patterns is 2,981 times greater than respondents who do not experience changes in stress or experience decreased stress.
Read More
The consumption pattern is the composition of food that includes the type and amount of food on average per person per day, which is generally consumed by the public within a certain period. The COVID-19 pandemic and the policies implemented to prevent its spread have led to changes in lifestyle, including consumption patterns. Changes to unhealthy consumption patterns are known to increase the risk of obesity, cardiovascular disease, metabolic syndrome, and cancer. Students are one of the groups most affected by the pandemic and vulnerable to changes to unhealthy consumption patterns, even though the development of a lifestyle during the 18-25 year age range is very important to form healthy eating habits that last a lifetime. This study measures differences in consumption patterns during the COVID-19 pandemic based on individual and environmental factors in undergraduate students of Universitas Indonesia. The research was conducted online from March-June 2022. The research design used was a cross-sectional study design and the purposive sampling method was used to obtain 137 respondents. The results of this study indicate that most respondents did not experience changes in consumption patterns at the beginning of the pandemic compared to prior the pandemic (36.5%). After two years of the pandemic, most of the respondents also did not experience a change in consumption patterns compared to the beginning of the pandemic (48.9%). However, the Wilcoxon test results found significant differences in intake of most nutrients before the pandemic compared to the beginning of the pandemic, at the start of the pandemic compared to after two years of the pandemic, and before the pandemic compared to after two years of the pandemic. The results of the chi-square test also showed a significant difference in consumption patterns after two years of the pandemic based on changes in stress (p-value = 0.008). Based on the results of multinomial logistic regression analysis, the tendency of respondents with increased stress to experience changes to unhealthy consumption patterns is 2,981 times greater than respondents who do not experience changes in stress or experience decreased stress.
S-11042
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Astri Utami; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Trini Sudiarti, Nurul Dina Rahmawati
Abstrak:
Status gizi merupakan gambaran kebutuhan gizi yang apabila tidak terpenuhi akan menimbulkan masalah bagi tubuh, baik kurang maupun lebih. Masalah gizi lebih meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit dan mengganggu produktivitas seseorang. Mahasiswa S1 Reguler Gizi FKM UI merupakan pihak yang sudah tentu diharapkan mampu menjaga kesehatan diri maupun masyarakat khususnya dalam hal status gizi dengan penerapan ilmu gizi yang dipelajari, salah satunya ialah penerapan gizi seimbang.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran dan hubungan perilaku dan pengetahuan pilar gizi seimbang serta faktor lainnya terhadap status gizi Mahasiswa S1 Reguler Gizi FKM UI. Terdapat 143 responden yang mengikuti penelitian yang merupakan total populasi mahasiswa S1 Reguler Gizi FKM UI 2019 yang berjenis kelamin perempuan angkatan 2016, 2017, dan 2018.
Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Data penelitian diperoleh melalui pengisian kuesioner mandiri, wawacara 2x 24-h food recall, dan pengukuran berat badan dan tinggi badan secara langsung. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2019.
Hasil analisis univariat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi status gizi lebih pada responden sebesar 37,1% dan tidak ada responden yang memenuhi rekomendasi porsi dalam Pedoman Gizi Seimbang. Berdasarkan uji chi square didapatkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara uang saku makan (p value=0,038) dan persepsi citra tubuh (p value=0,001) terhadap status gizi mahasiswa.
Kata kunci: Status gizi lebih, mahasiswa, pilar gizi seimbang, citra tubuh, uang saku makan
Read More
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran dan hubungan perilaku dan pengetahuan pilar gizi seimbang serta faktor lainnya terhadap status gizi Mahasiswa S1 Reguler Gizi FKM UI. Terdapat 143 responden yang mengikuti penelitian yang merupakan total populasi mahasiswa S1 Reguler Gizi FKM UI 2019 yang berjenis kelamin perempuan angkatan 2016, 2017, dan 2018.
Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Data penelitian diperoleh melalui pengisian kuesioner mandiri, wawacara 2x 24-h food recall, dan pengukuran berat badan dan tinggi badan secara langsung. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2019.
Hasil analisis univariat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi status gizi lebih pada responden sebesar 37,1% dan tidak ada responden yang memenuhi rekomendasi porsi dalam Pedoman Gizi Seimbang. Berdasarkan uji chi square didapatkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara uang saku makan (p value=0,038) dan persepsi citra tubuh (p value=0,001) terhadap status gizi mahasiswa.
Kata kunci: Status gizi lebih, mahasiswa, pilar gizi seimbang, citra tubuh, uang saku makan
S-10009
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
