Ditemukan 39901 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Rofiiah Darajat Nurfadhilah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Fajrinayanti
Abstrak:
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pola makan pada masyarakat dewasa DKI Jakarta selama pandemi COVID-19 dibandingkan dengan sebelum pandemi COVID-19 berdasarkan variabel usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, anggota rumah tangga, dan pendapatan menggunakan kuesioner online. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan crosssectional dengan subjek pada penelitian ini masyarakat dewasa di DKI Jakarta yang berusia 20-45 tahun dengan menggunakan teknik purposive dan snowballing sampling. Hasil menunjukkan sebagian besar masyarakat dewasa di DKI Jakarta memiliki perubahan pola makan menjadi tidak sehat selama pandemi COVID-19 (41,8%).
Read More
S-10636
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Rizka Ameliah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Evi Fatimah
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi anak usia 3-12 tahun di DKI Jakarta selama pandemi COVID-19 berdasarkan faktor individu dan lingkungan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain studi cross sectional yang melibatkan 163 ibu sebagai responden yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak mengalami perubahan pola konsumsi yang tidak sehat selama pandemi COVID-19 (50,9%). Berdasarkan hasil analisis statistik ditemukan adanya perbedaan yang signifikan pada konsumsi air antara sebelum dan selama pandemi COVID-19 (p-value = 0,004), dan terdapat perbedaan yang signifikan pada pola konsumsi selama pandemi COVID-19 berdasarkan pendapatan orang tua (p-value = 0,050).
Read More
S-10617
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dini Fitriani Nugraha; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Agus Triwinarto
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan proporsi pola konsumsi selama pandemic COVID-19 pada 165 remaja di DKI Jakarta Tahun 2021 berdasarkan faktor-faktor tersebut dengan menggunakan desain studi cross-sectional serta metode snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja tidak mengalami perubahan pola konsumsi selama pandemi COVID-19 (37,6%). Berdasarkan analisis uji chi-square, ditemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pola konsumsi selama pandemi COVID-19 pada remaja di DKI berdasarkan jenis kelamin (P-value = 0,037) dan pendapatan orang tua (P-value = 0,023).
Read More
S-10619
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Citra Yasmina Ananda; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Fajrinayanti
Abstrak:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola konsumsi selama pandemi COVID-19 pada kelompok pra lansia dan lansia, serta faktor-faktor yang berhubungan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain studi cross sectional yang berlangsung pada bulan Maret sampai dengan Juni 2021. Pengumpulan data dilakukan secara daring dan metode sampling yang digunakan, yaitu snowball sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 152 orang yang berusia ≥46 tahun dan bertempat tinggal di DKI Jakarta. Pengkategorian pola konsumsi selama pandemi COVID-19 dilakukan dengan menggunakan algoritma k-mean. Uji T dependen, uji Wilcoxon, dan uji Chi-Square dilakukan untuk mengetahui perbedaan pola konsumsi sebelum dan selama pandemi, serta perbedaan pola konsumsi berdasarkan variabel independen.
Read More
S-10655
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dyah Ayu Puspitaningsih; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Flora Theresia
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan proporsi kejadian obesitas sentral berdasarkan faktor perilaku konsumsi dan faktor lainnya padapenduduk dewasa (usia 20-45 tahun) di Provinsi Sumatera Utara berdasarkan data Riskesdas 2018. Desain studi penelitian ini adalah cross sectional dengan analisis univariat dan bivariat (chi-square). Data penelitian ini menggunakan data Riskesdas 2018 dengan jumlah sampel sebesar 19.757 responden dewasa usia 20-45 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi obesitas pada penduduk dewasa usia 20-45 tahun di Sumatera Utara pada tahun 2018, yaitu sebesar 31,4%. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan proporsi obesitas sentral yang signifikan ditemukan pada variabel usia, variabel jenis kelamin, varianel pendidikan terakhir, variabel status perkawinan, variabel status pekerjaan, variabel tipe wilayah tempat tinggal, variabel konsumsi makanan berlemak, variabel konsumsi makanan manis, variabel konsumsi minuman manis, variabel konsumsi alkohol, variabel aktivitas fisik, variabel riwayat merokok, variabel kondisi mental emosional (p value<0,05). Optimalisasi kegiatan skrinning obesitas sentral dengan menggunakan metode pengukuran lingkar perut ataupun RLPP dan kegiatan olahraga bersama di Posbindu PTM serta pelaksanaan pola hidup sehat oleh masyarakat seperti makan sesuai anjuran gizi seimbang dan aktif untuk meningkatkan waktu dan frekuensi aktivitas fisik dapat membantu pencegahan obesitas pada penduduk dewasa di Sumatera Utara.
Read More
S-10779
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ariel Javelin; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Fatmah, Ekowati Rahajeng
S-9590
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahmi Nuraini; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Agus Triwanarto
Abstrak:
Diabetes mellitus, penyakit degeneratif yang terjadi akibat resistensi insulin pada seltubuh, menyebabkan beberapa penyakit komordibitas dan sindrom metabolik sepertiobesitas sentral. Obesitas sentral pada diabetisi dapat dipengaruhi oleh berbagaifaktor seperti asupan, gaya hidup dan lain-lain. Skripsi ini bertujuan untuk melihatperbedaan obesitas sentral berdasarkan asupan energi dan faktor lainnya padadiabetisi. Penelitian ini dilakukan pada diabetisi di Puskesmas Jatinegara pada bulanApril 2017. Desain penelitian ini menggunakan metode Cross-sectional denganjumlah sampel 133 orang. Lingkar perut ditentukan berdasarkan pengukuran denganmenggunakan pita ukur, aktivitas fisik dan kebiasaan makan diketahui melaluikuesioner aktivitas fisik GPAQ, food recall 24 jam dan Food FrequencyQuestionnaire (FFQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pengukuranlingkar perut sebanyak 85% diabetisi mengalami obesitas sentral. Uji Independent T-Test menyatakan bahwa variabel asupan lemak, kebiasaan sarapan dan tingkatpengetahuan memiliki perbedaan bermakna dengan obesitas sentral. Untukmenurunkan angka obesitas sentral pada diabetisi, disarankan untuk diberikan edukasimengenai obesitas sentral dan pola makan pada diabetisi.
Kata Kunci:Diabetes melitus, obesitas sentral, asupan.
Diabetes mellitus is a degenerative disease caused by insulin resistance in body cells,it will also causes some diseases of comordibity and metabolic syndrome such asabdominal obesity. Abdominal obesity in diabetics can be influenced by variousfactors such as food intake, lifestyles and others. This undergraduate thesis aims tosee the difference between abdominal obesity based on energy intake and otherfactors in diabetics. This study was conducted on diabetics in Puskesmas Jatinegara inApril 2017. The design of this study used Cross-sectional method over 133 people assample size. Abdominal circumference is determined by measurement usingmeasuring tape, physical activity and eating habits throughout GPAQ PhysicalActivity Questionnaire, 24-hour Food Recall and Food Frequency Questionnaire(FFQ). The results showed that based on abdominal circumference measurements asmuch as 85% of diabetics are abdominal obesity. The Independent T-Test stated thatthe variable fat intake, breakfast habits and knowledge level had significantdifferences with abdominal obesity. In order to reduce abdominal obesity rates indiabetics, it is advisable to promote the education on abdominal obesity and diet fordiabetics.
Keyword:Diabetes mellitus, abdominal obesity, food intake.
Read More
Kata Kunci:Diabetes melitus, obesitas sentral, asupan.
Diabetes mellitus is a degenerative disease caused by insulin resistance in body cells,it will also causes some diseases of comordibity and metabolic syndrome such asabdominal obesity. Abdominal obesity in diabetics can be influenced by variousfactors such as food intake, lifestyles and others. This undergraduate thesis aims tosee the difference between abdominal obesity based on energy intake and otherfactors in diabetics. This study was conducted on diabetics in Puskesmas Jatinegara inApril 2017. The design of this study used Cross-sectional method over 133 people assample size. Abdominal circumference is determined by measurement usingmeasuring tape, physical activity and eating habits throughout GPAQ PhysicalActivity Questionnaire, 24-hour Food Recall and Food Frequency Questionnaire(FFQ). The results showed that based on abdominal circumference measurements asmuch as 85% of diabetics are abdominal obesity. The Independent T-Test stated thatthe variable fat intake, breakfast habits and knowledge level had significantdifferences with abdominal obesity. In order to reduce abdominal obesity rates indiabetics, it is advisable to promote the education on abdominal obesity and diet fordiabetics.
Keyword:Diabetes mellitus, abdominal obesity, food intake.
S-9535
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Shaina Nabila; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Deksa Presiana
Abstrak:
Dengan meningkatnya konsumsi SSBs pada remaja di Indonesia termasuk Jakarta, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan konsumsi SSBs pada remaja di Jakarta. Variabel independen yang diteliti meliputi jenis kelamin, aktivitas fisik, pengetahuan tentang SSBs, screen time, uang saku, frekuensi online food ordering, dan status sosioekonomi serta menentukan faktor dominan dari variabel independen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan April 2021 dengan jumlah siswa kelas 10 dan 11 SMAN 99 Jakarta sebanyak 206 siswa. Data dikumpulkan dengan responden mengisi kuesioner online secara mandiri. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan analisis chi-square, dan multivariat menggunakan analisis regresi logistik ganda.
Read More
S-10657
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Syifa Syauqiyah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Evi Fatimah
Abstrak:
Pola konsumsi adalah susunan makanan yang mencakup jenis dan jumlah bahan makanan rata-rata per orang per hari, yang umum dikonsumsi masyarakat dalam jangka waktu tertentu. Pandemi COVID-19 dan kebijakan yang dilakukan untuk mencegah penyebarannya telah menyebabkan perubahan gaya hidup, termasuk pola konsumsi. Perubahan ke pola konsumsi yang tidak sehat diketahui meningkatkan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, dan kanker. Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang paling terdampak pandemi dan rentan mengalami perubahan ke pola konsumsi tidak sehat, padahal pengembangan gaya hidup selama rentang usia 18-25 tahun sangat penting untuk membentuk kebiasaan makan yang sehat dan berlangsung seumur hidup. Penelitian ini mengukur perbedaan pola konsumsi selama pandemi COVID-19 berdasarkan faktor individu dan lingkungan pada mahasiswa S1 Universitas Indonesia. Penelitian dilakukan secara daring pada bulan Maret-Juni 2022. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi potong lintang dan digunakan metode purposive sampling untuk memperoleh 137 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami perubahan pola konsumsi saat awal pandemi jika dibandingkan dengan sebelum pandemi (36,5%). Setelah dua tahun pandemi, sebagian besar responden juga tidak mengalami perubahan pola konsumsi jika dibandingkan dengan awal pandemi (48,9%). Meski demikian, hasil uji Wilcoxon menemukan adanya perbedaan yang signifikan pada asupan sebagian besar zat gizi antara sebelum pandemi dibandingkan dengan awal pandemi, saat awal pandemi dibandingkan dengan setelah dua tahun pandemi, dan sebelum pandemi dibandingkan dengan setelah dua tahun pandemi. Hasil uji chi-square juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pola konsumsi setelah dua tahun pandemi berdasarkan perubahan stres (p-value = 0,008). Berdasarkan hasil analisis regresi logistik multinomial, kecenderungan responden dengan peningkatan stres untuk mengalami perubahan ke pola konsumsi tidak sehat adalah 2,981 kali lebih besar dibandingkan dengan responden yang tidak mengalami perubahan stres atau mengalami penurunan stres.
The consumption pattern is the composition of food that includes the type and amount of food on average per person per day, which is generally consumed by the public within a certain period. The COVID-19 pandemic and the policies implemented to prevent its spread have led to changes in lifestyle, including consumption patterns. Changes to unhealthy consumption patterns are known to increase the risk of obesity, cardiovascular disease, metabolic syndrome, and cancer. Students are one of the groups most affected by the pandemic and vulnerable to changes to unhealthy consumption patterns, even though the development of a lifestyle during the 18-25 year age range is very important to form healthy eating habits that last a lifetime. This study measures differences in consumption patterns during the COVID-19 pandemic based on individual and environmental factors in undergraduate students of Universitas Indonesia. The research was conducted online from March-June 2022. The research design used was a cross-sectional study design and the purposive sampling method was used to obtain 137 respondents. The results of this study indicate that most respondents did not experience changes in consumption patterns at the beginning of the pandemic compared to prior the pandemic (36.5%). After two years of the pandemic, most of the respondents also did not experience a change in consumption patterns compared to the beginning of the pandemic (48.9%). However, the Wilcoxon test results found significant differences in intake of most nutrients before the pandemic compared to the beginning of the pandemic, at the start of the pandemic compared to after two years of the pandemic, and before the pandemic compared to after two years of the pandemic. The results of the chi-square test also showed a significant difference in consumption patterns after two years of the pandemic based on changes in stress (p-value = 0.008). Based on the results of multinomial logistic regression analysis, the tendency of respondents with increased stress to experience changes to unhealthy consumption patterns is 2,981 times greater than respondents who do not experience changes in stress or experience decreased stress.
Read More
The consumption pattern is the composition of food that includes the type and amount of food on average per person per day, which is generally consumed by the public within a certain period. The COVID-19 pandemic and the policies implemented to prevent its spread have led to changes in lifestyle, including consumption patterns. Changes to unhealthy consumption patterns are known to increase the risk of obesity, cardiovascular disease, metabolic syndrome, and cancer. Students are one of the groups most affected by the pandemic and vulnerable to changes to unhealthy consumption patterns, even though the development of a lifestyle during the 18-25 year age range is very important to form healthy eating habits that last a lifetime. This study measures differences in consumption patterns during the COVID-19 pandemic based on individual and environmental factors in undergraduate students of Universitas Indonesia. The research was conducted online from March-June 2022. The research design used was a cross-sectional study design and the purposive sampling method was used to obtain 137 respondents. The results of this study indicate that most respondents did not experience changes in consumption patterns at the beginning of the pandemic compared to prior the pandemic (36.5%). After two years of the pandemic, most of the respondents also did not experience a change in consumption patterns compared to the beginning of the pandemic (48.9%). However, the Wilcoxon test results found significant differences in intake of most nutrients before the pandemic compared to the beginning of the pandemic, at the start of the pandemic compared to after two years of the pandemic, and before the pandemic compared to after two years of the pandemic. The results of the chi-square test also showed a significant difference in consumption patterns after two years of the pandemic based on changes in stress (p-value = 0.008). Based on the results of multinomial logistic regression analysis, the tendency of respondents with increased stress to experience changes to unhealthy consumption patterns is 2,981 times greater than respondents who do not experience changes in stress or experience decreased stress.
S-11042
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sesilia Agata; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Ahmad Syafiq, Cesilia Meti Dwiriani
Abstrak:
Read More
Perilaku makan menyimpang adalah kondisi perilaku yang ditandai dengan gangguan parah dan terus-menerus dalam perilaku makan serta pikiran dan emosi. Pandemi COVID-19 telah berdampak pada kesehatan, ekonomi, keuangan, dan sosial yang signifikan serta telah berimplikasi pada peningkatan jumlah individu yang mengalami perilaku makan menyimpang (PMM). Mahasiswa psikologi dapat memiliki tingkat tekanan psikologis atau masalah kesehatan mental yang lebih tinggi karena tuntutan program dan paparan materi yang didapatkan sehingga dapat berdampak pada perilaku makan menyimpang. Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia juga termasuk dalam kategori remaja dan dewasa muda yang lebih rentan mengalami perilaku makan menyimpang. Penelitian mengukur perbedaan kecenderungan perilaku makan menyimpang saat dan setelah pandemi COVID-19 berdasarkan faktor aktivitas fisik, stres, media sosial, pengetahuan gizi, citra tubuh, tempat tinggal, status tinggal, dan uang saku. Penelitian dilakukan secara daring pada bulan Maret-Juni 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi potong lintang dan digunakan metode purposive sampling untuk memperoleh 110 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami perubahan kecenderungan Perilaku Makan Menyimpang pada saat pandemi (36,4%) jika dibandingkan dengan setelah pandemi (33,6%). Selain itu, tidak ada juga perubahan yang signifikan pada aspek aktivitas fisik, stres, pengaruh media, dan citra tubuh pada saat dan setelah pandemi COVID. Meskipun begitu, hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada uang saku saat dan setelah pandemi COVID-19. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat perbedaan proporsi kecenderungan perilaku makan menyimpang saat pandemi berdasarkan stres (p-value=0,001), pengaruh media (p-value=0,001), dan citra tubuh (p-value=0,001). Sedangkan, terdapat perbedaan proporsi kecenderungan perilaku makan menyimpang setelah pandemi berdasarkan stres (p-value=0,001), pengaruh media (p-value=0,001), citra tubuh (p-value=0,001), dan uang saku (p-value=0,026).
Eating Disorder is a condition characterized by severe and persistent disturbances in eating behavior, as well as thoughts and emotions. The COVID-19 pandemic has had significant impacts on health, economy, finance, and social aspects, and has resulted in an increase in the number of individuals experiencing Eating Disorder. Psychology students may have higher levels of psychological stress or mental health issues due to the demands of their program and exposure to course materials, which can affect Eating Disorder. Female students in the Faculty of Psychology at the University of Indonesia are also included in the category of adolescents and young adults who are more vulnerable to experiencing eating disorder. This study aims to measure the differences in the tendency of eating disorder during and after the COVID-19 pandemic based on factors such as physical activity, stress, social media, nutritional knowledge, body image, place of residence, living status, and pocket money. The study was conducted online from March to June 2023. The research design used was a cross-sectional study design, and purposive sampling method was used to obtain 110 respondents. The results of this study showed that the majority of respondents did not experience a change in the tendency of eating disorder during the pandemic (36.4%) compared to after the pandemic (33.6%). Furthermore, there were no significant changes in terms of physical activity, stress, media influence, and body image during and after the COVID-19 pandemic. However, the Wilcoxon test results showed a significant difference in pocket money during and after the COVID-19 pandemic. The chi-square test results indicated differences in the proportions of deviant eating behavior tendencies during the pandemic based on stress (p-value=0.001), media influence (p-value=0.001), and body image (p-value=0.001). Meanwhile, there were differences in the proportions of deviant eating behavior tendencies after the pandemic based on stress (p-value=0.001), media influence (p-value=0.001), body image (p-value=0.001), and pocket money (p-value=0.026).
S-11452
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
